Mystery Land'S

Mystery Land'S
The missing blue feather



...The feather flew in the wind, the girl decided not to keep it anymore....


...She loves so much but... She just wanted to feel a little bit of sincerity from anyone... No matter how hard she tries no matter how many wounds are incurred because of it....


...The reality is always worse for her... Now she decided to suppress those feelings. She left without looking back!...


..."I...will look for something precious for myself, it must be somewhere..."...


...The blue feather left without knowing where it would stop?...


Part special Alcatel 1 {2/3}


Lampu kantor kepala panti asuhan masih menyala dalam gelap


"Bia, persiapan untuk besok tidak ada yang boleh terlewat sedikit pun"


Suara seringan bulu kepala panti terdengar ketika ia menasihati gadis itu


"T-tapi apa ini akan baik-baik saja, Anak-anak itu masih..."


Bia menjawab dengan nada takut.


ia merasa bahwa anak-anak itu masih terlalu muda untuk itu.


"Cepat atau lambat pasti akan terjadi,kamu tidak perlu terlalu gelisah,pada akhirnya saya akan menyerahkan tanggung jawab panti asuhan ini padamu nantinya!"


"Aku tidak bisa mengurus nya sebaik anda lady"


Bia menjawab dengan cepat seolah takut dengan tanggung jawab yang tiba-tiba di lontarkan kepada nya.


Kepala panti adalah seorang wanita walau tidak di ketahui berapa usianya dia memiliki wajah lembut seperti gadis muda, maka dari itu semua staf dan anak-anak panti memanggil nya lady.



Rambut sehitam malam dan gaun hitam dengan hiasan bunga bulan putih membuat ketidak cocokan itu semakin jelas.


Mata yang memiliki sedikit kilau dari yang seharusnya dimiliki


'Suasana misterius dan penampilan lady yang menawan tidak pernah berubah dari saat pertama kali aku bertemu dengannya, seolah-olah waktu berhenti untuknya'


Bia dengan cepat menghilagkan pikiran tidak masuk akal itu dari kepalanya.


"Hilangkan semua pikiran tidak perlu yang ada di kepalamu itu, Anak-anak lebih dewasa dari pada usia yang terlihat...mereka bisa memilih tetap disini atau pergi nantinya,Saya hanya membuat salah satu pilihan kehadapan mereka pada akhirnya keputusan itu di buat berdasarkan keinginan anak-anak kita tidak memaksa "


"Kesempatan seperti ini sangat bermanfaat,jika salah satu dari meraka mendapatkan seponsor dari keluarga Marquis atau Duke itu seperti mendapat berkah seumur hidup"


"Ingat saja ini Bia,kita tidak bisa terus menjaga anak-anak, mereka harus tumbuh dan mengalami dunia dengan sendirinya tidak bisa terus seperti ini, kita menjaga mereka seperti bunga yang tumbuh di rumah kaca, tanpa tau apapun tentang keburukan yang ada di luar sana..."


Bia terlihat sedih ketika Lady berbicara tentang bagaimana anak-anak tidak bisa selalu bersama, itu mengingatkan pada keluarganya yang sudah tidak ada dan Bia harus berjuang keras setiap hari untuk tetap hidup.


"Lady apa yang anda katakan itu benar"


Bia tidak bisa membantah apa yg dikatakan Lady karna itu semua benar,kita tidak pernah tau kapan Mereka harus pergi dan meninggalkan anak-anak di sini untuk mengurus dirinya sendiri.


"Tenang saja keluarga yang kita pilih untuk datang besok adalah keluarga yang dapat di percaya walau reputasi mereka menakutkan"


"Suan,anak itu aku agak khawatir dengan nya,sejak bayi kondisi tubuhnya selalu sangat lemah dan mudah demam,aku khawatir bagaimana jika mereka tidak merawatnya dengan baik"


" Ahh, Duke Elxien saya sudah mengirimkan surat , saya pernah membantunya dia mengatakan akan membalas Budi jika ada yang saya butuhkan, penyakit bawaan Suan pasti akan membaik"


Bia tidak tau bahwa sebelum itu Lady sudah memikirkan hal ini lebih dulu dan langsung mengirimkan surat permintaan kepada pihak Duke untuk mengadopsi Suan sebagai ganti hutang balas budi.


Dengan ini percakapan larut malam mereka terus berlanjut hingga fajar banyak hal yang harus mereka tangani untuk kunjungan seponsor besok.


...----------------...


Black Pearl


Ruang tidur khusus untuk putri satu-satunya dari Duke Elxien.


Dinamai ruang mutiara hitam karena menurut rumor yang beredar tempat itu di buat khusus oleh mendiang Duchess untuk putri nya sebelum dia meninggal.


Kamar ini di penuhi dengan warna merah dan hiasan classic langka.


Maid itu berdiri di belakangnya gadis muda yang sedang duduk menghadap ke cermin rias, Maid memegang sisir rambut ungu,Dia menyisir rambut gadis muda dengan sangat hati-hati.


"Aku tidak sabar untuk besok.."


Gadis itu tiba-tiba berbicara sambil tersenyum,pantulan wajahnya yang bahagia terlihat jelas di cermin.


"Tapi apa dia akan menyukai ku ?"


Gadis muda itu mulai khawatir,pantulan wajahnya di cermin kini berubah dari senyum menjadi cemberut.


"Tidak ada seorang pun yang tidak menyukaimu,Nona tidak perlu cemas anak itu pasti juga akan menyukai anda"


Maid itu berfikir kalau tidak mungkin ada yang tidak menyukai nona muda nya,sejak kecil nona muda sudah sangat populer banyak orang menyukai kecantikan dan mengagumi bakatnya, walaupun ada juga yang merasa iri pada nona muda.


"T-tapi tetap saja aku khawatir...besok pertama kalinya aku bertemu dengan anak yang akan menjadi adik laki-laki ku "


"Aku takut dia tidak menyukai ku"


"Nona muda harus berfikir positif,aku akan mendukung dari belakang"


Maid itu mencoba untuk menyemangati nona mudanya.


"Umm"


Setelah selesai menyisir rambut nona muda itu bersiap untuk tidur lebih awal.


...****************...


"Eh,ini menjadi semakin menarik.."


Di tempat jauh yang entah dimana,Suara itu terdengar begitu menarik perhatian.


Suara lain menjawab dengan tanya.


Banyak hal yang tidak dia mengerti,seperti apa dan bagaimana masalah ini akan di selesaikan.


"Itulah sebabnya aku sangat menantikannya, kau bisa menganggap ini sebagai hiburan"


"Hiburan ya?, terdengar sangat menyenangkan,kali ini pasti..."


Kata-kata itu tidak bisa didengar lagi.


Blashh...Blashh


Suara ombak menerpa dengan kencang menandakan bahwa badai besar datang.


Apa akibat yang di bawa badai itu mungkin mereka bahkan tidak tahu sampai sejauh mana jangkauannya.


...----------------...


"Woahh,Lincla lihat itu... kekacauan di timur terlihat jelas dari sini!"


Suara anak laki-laki itu terdengar bersemangat saat dia mencoba berbicara.


"Diam!!"


Jawaban marah terdengar memenuhi tempat itu.


Crackl...Crackl...!!!


Mulai dari hiasan di meja, ornamen di dinding , dan vas antiq berjatuhan tempat itu terguncang akibat dari suara itu.


"Uhhh"


anak laki-laki itu hanya bisa mengangguk diam,dia takut jika bicara satu kata lagi mungkin nasibnya akan sama seperti barang-barang yang hancur berserakan di tempat itu sekarang.


"Hal yang tidak berguna itu,sialan!"


ledakan keras terdengar mengerikan tempat itu tidak mampu menahan beban dan hancur.


Reruntuhan besar kini terlihat jelas.


'Uhh,ini terjadi lagi,sudah lebih dari seribu kali aku membangun kembali.. tidak bisakah kau menahan amarahmu sedikit saja'


Wajah anak laki-laki itu terlihat pucat saat melihat sekeliling pada puing-puing bangunan yang berserakan, Padahal baru kemarin dia membangun kembali tempat itu sebelumnya juga hancur karna perselisihan antara beberapa orang bodoh yang berujung pertarungan.


...****************...


"Kyaaa!!,Lari cepat!"


"Badai datang , cepat pergi!!"


Suara teriakan terdengar di sana-sini,para warga yang ada di tepi berlari panik.


Kepanikan mulai menyebar ke segala arah,Jalan menjadi sulit di lewati karna keributan. Ketidak hadiran para Fle menjadikan situasi ini tak terkendali.


Boom!!!


Air mulai naik semakin tinggi,Air itu jatuh menimpa rumah penduduk dengan kecepatan tinggi dan terjadi ledakan keras.


"Tidak!!"


"Tolong!"


Masih banyak warga yang tidak sempat menjauh dari sana.


...****************...


Ruang dewan.


Alarm yang berbunyi tiba-tiba, mengejutkan pengawas.


"Hahh, Aku sudah mengatakan pada mereka untuk setidak nya menempatkan satu anggota fle, Tapi mereka tidak menyetujui,sekarang lihat hasilnya seperti dugaanku! "


Reat, bekerja di kantor dewan sebagai asisten penasihat, walau terlihat dari luar seperti posisi yang berkedudukan tinggi nyatanya tidak seperti itu.


Terkadang ada saat dimana Reat ingin berhenti bekerja begitu keras untuk semua ini... Reat menganggap anggota lain dengan jijik.


Mereka tidak membantu sedikit pun yang ada hanya membuat itu menjadi semakin buruk.


"Siapapun cepat laporkan itu!!"


Reat berteriak dengan agresif, setelah memeriksa alarm pengawas yg terus berbunyi tanpa henti.


Sepertinya tak ada seorang pun yang menjawabnya.


Alarm terus berdering,tapi ruangan itu tampak kosong selain Reat tidak ada orang lain di sana.



"Ini membuat ku gila, Sampah-sampah itu pasti sudah pulang lebih awal tanpa aku sadari"


Kata-kata umpatan keluar begitu saja dari mulut Reat seolah itu sudah biasa, pada sore hari masih ada beberapa orang yang tetap di sini mengerjakan beberapa hal lain dengan semangat rendah.Kini hanya Reat seorang mungkin karna fokus memeriksa informasi penting dan lupa waktu.


Seolah lelah dengan semua ini Reat berjalan membawa perangkat komunikasi dengan terhuyung-huyung.


Mau tidak mau dia sendiri yang harus menyampaikan pesan ini karna tidak ada orang lain lagi.


"Bulan ini akan aku potong gaji mereka 1/4"


Reat bergumam penuh dendam,Para staf malang itu masih tidak tau apapun.


***Sea***..