
Chapter 2
Blue yg masih belum bisa berfikir dengan jernih akibat kemarahannya yg belum juga mereda walau sudah tidak melihat wajah menjijikan dari sepupunya lagi tapi tetap saja ini tidak membantu meredakan emosinya...Blue pun memutuskan kembali kemarnya yg terletak di bagian paling belakang dari rumah ini.
Pandangan pertama yg di lihat mata saat memasuki kamarnya adalah warna biru muda yg begitu menentramkan hawa kemarahan yang tadi melekat pada Blue sekarang semuanya hilang seakan itu tidak pernah terjadi hilang bagaikan terbawa ombak laut yg besar.
Blue langsung merebahkan diri nya di kasurnya yg besar dan menatap langit -langit di kamarnya yg di rancang khusus dengan tampilan awan cerah di pagi hari.
"Lebih baik pergi mencari udara segar...di sini membuatku merasa sesak... "
Blue beranjak dari dari posisi berbaring nya dan mengambil tas yg dia letakkan di kursi dekat meja belajar, tas itu juga berwarna biru, sepertinya Blue memang sangat menyukai warna biru yg sama dengan namanya
Kemudian tas itu ia isi dengan beberapa helai pakaian santai dan rok sederhana, handphone, charger, kompas, sebagian buku-buku novel dan komik koleksinya yg belum sempat ia baca,dan yg terakhir sebuah gulungan kertas yg terlihat usam berwarna coklat juga ia masukan kedalam tas birunya itu.
"Aku akan pergi menginap di rumah teman untuk sementara waktu... "
Setelah itu Blue pun melangkah keluar dari kamar dan rumahnya yg menyesakkan itu. Mungkin dengan menginap sementara waktu di rumah temannya ia dapat menenangkan dirinya sendiri dan menstabilkan emosinya.
Burung-burung berkicau saat terbang di langit...langit berwarna biru muda cerah dengan awan-awan mengambang di langit... matahari menggantung di atas dengan sinar kuning cerah...
Blue berjalan santai di tepi jalan..
Pelabuhan Serx
Cuaca di daerah sini juga cukup bagus untuk saat ini...
Banyak burung laut berterbangan di langit ada juga yg bertenger di kapal-kapal yg tidak digunakan...
"Oi... tunggu!!! "
Ucap salah seorang yg terlihat lelah karna harus berlalari sambil membawa 2 koper dan 2 backpack, orang itu terlihat sangat, lelah karna harus mengejar temannya yg sudah mendahuluinya...
"Lambat!!... cepatlah sedikit,Kie..."
Ucapnya menoleh ke belakang dan dia melihat temannya yg sibuk menyeret 2 koper besar dan backpack ,temannya itu terlihat sangat kerepotan dan lelah berlari...
'Pfft...kelakuanmu itu...sungguh lucu...aku ingin sekali tertawa melihatnya...!!! '
Batin Hanza.
"Hosh... Hosh...!, kau duluan saja...aku sudah tidak sanggup meneruskannya...aku tunggu saja di sini...?"
Ucap Kie sambil menyeka keringat di dahinya...kemudian dia duduk di pinggir pagar pembatas jembatan.
"Kau yakin?, padahal tinggal 3menit lagi kita sampai di pelabuhan ,Serx...! "
'Hahh...dia tidak tahan seperti biasanya...'
"Aku tidak peduli, mau 10menit ataupun 3menit lagi, pokoknya aku sudah tidak sanggup jalan lagi sambil membawa dua koper besar ini,kau pergi saja lebih dulu...aku tunggu kabar baik dari mu, Ya?! "
Ucap Kie sambil memberi isyarat tangan untuk mengusir Hanza.
"Itu salahmu sendiri karna terlalu banyak membawa barang-barang tidak berguna di kopermu -_-,sudah ku bilang untuk tidak membawa barang berlebihan...-_-"
Hanza menggelengkan kepalanya dia tidak habis pikir kenapa Kie memasukan barang-barang tidak penting kedalam kopernya.
"Semua ini sangat penting asal kau tau saja...jika sesuatu terjadi nanti saat kita pergi bagaimana?!, atau jika kau bosan bagaimana?, maka dari itu aku membawa catur di koperku...,Lihat semua ini sangat penting... !!"
Ucap Kie seraya membuka kembali kopernya di pinggir jembatan yg sedang ramai oleh lalu lalang orang, entah pejalan kaki, pengendara mobil ataupun motor, lantas semua mata tertuju pada Kie yg sedang menggeledah kopernya sendiri di depan banyak orang...Kie memperlihatkan koleksi catur favoritnya, dan beberapa barang aneh lainnya pada Hanza.
Hanza hanya bisa menatap tajam kearah Kie dengan sudut mulut berkedut tak tau harus berkata apa dengan kelakuan memalukan Kie yg membuka koper di jembatan ramai dan di perhatikan ribuan pasang mata.
'Cih, aku tau dia itu agak bodoh, tapi yg dia lakukan ini melebihi kebodohan yg biasa ia lakukan, ini benar-benar memalukan tingkat tinggi!!! '
Batin Hanza lagi.
"Hahh, Ya, ya baiklah terserah kau saja!! "
Dengan sangat terpaksa Hanza tertawa datar, dan mengizinkan Kie membawa barang-barang yg Hanza anggap Sampah, rupanya sebutannya terhadap barang-barang tidak berguna yg di bawa Kie berubah menjadi sampah,menurun satu tingkat dari yg sebelumnya.
Seraya berjongkok membantu Kie menutup kembali koper malapetaka itu secepatnya dan menghentikan tatapan aneh orang-orang sekitar kepada mereka berdua.
Bisik-Bisik
'Apa yg dua orang kakak itu lakukan, ma?! '
Tanya seorang anak perempuan usia sekitar 6/7 tahun.
'I-itu yg jelas tidak pantas untuk di tiru, pokoknya Zica tidak boleh meniru apa yang mereka lakukan ya?! '
Ucap ibunya lirih agar dua orang yg sedang melakukan tindakan memalukan itu tidak mendengarnya...
Balas Zica...dengan suara imut-imut, tapi pertanyaan setelah itu membuat mama nya, dan semua orang di sana yg mendengarnya terdiam tidak bisa berkata-kata...bagaimana bisa seorang anak bertanya seperti itu '
'Apa artinya dua kakak itu bodoh ya?!'
Hening...
"Pfft..."
"Hahaha...kau benar-benar anak pintar ya, nak..."
Ucap orang pertama seraya tertawa terbahak-bahak di ikuti oleh yg lainnya...
Dan akhirnya semua orang tertawa bersamaan akibat dari pertanyaan anak yg bernama Zica itu.
'E-er... Ayo Zica...kakakmu mungkin sudah menunggu kita di pantai...! "
Ucap mamanya gagap lalu menarik zica dengan agak terburu-buru menerobos kerumunan orang-orang yg masih tertawa entah kapan akan berhenti?
Di lain sisi Hanza sudah selesai membantu Kie memasukan catur koleksi Kie kembali kedalam koper dan menutupnya, dia melakukan semua itu sambil berusaha menahan emosinya karna perkataan konyol seorang anak yg berhasil membuatnya menjadi bahan hinaan semua orang.
'Jika saja dia bukan anak kecil, pasti aku sudah memberinya, pelajaran saat ini juga...!'
Batin Hanza.
Sedangkan untuk biang masalah dari semua ini yaitu Kie ,ekspresi matanya saat ini berbinar-binar kara ini pertama kali baginya, Hanza tidak melarangnya membawa, koleksi catur favorite nya, biasanya Hanza selalu menolak keinginannya itu...
'Waahh, sungguh keajaiban Hanza mengizinkan ku untuk membawa koleksi caturku yg berharga...sepertinya doa ku di dengar.... ^o^'
Batin Kie
Sekarang bahkan Kie senyum-senyum sendiri, seperti orang gila dia bahkan tidak memperhatikan ekspresi wajah Hanza yg setiap detik nya semakin suram saja.
Hanza pun bangkit setelah membantu Kie membereskan kopernya lalu memegang salah satu koper dengan tangan kiri dan tangan kanan ia gunakan untuk menarik Kie yg entah mengapa masih mematung dengan senyum aneh lalu menariknya keluar dari kerumunan masa...Kie yg masih linglung itupun terseret oleh Hanza menjauh dari TKP.
Tanpa mereka sadari ada seorang Youtuber yg sedang merekam tingkah konyol mereka dengan handphone nya.
"Yeasss, akhirnya dapat juga video yg bagus untuk di upload, ini akan menjadi trending video untuk beberapa bulan kedepan...!! "
Ucap sang youtuber senang tingkat tinggi seraya pergi dari lokasi kejadian konyol itu di susul dengan masa yg mulai bubar satu persatu karna pertunjukannya sudah berakhir...tempat itu pun kosong seperti tidak terjadi apapun sebelumnya...
Cafe sekitar pelabuhan Serx..
Blue baru saja tiba di pelabuhan Utara , jarak menuju pelabuhan kira-kira 3-4 jam dari rumah Blue .
Volec , satu-satunya cafe Dengan reputasi terburuk yg ada di
Serx ...karna cafe ini sudah didirikan sejak 98 tahun yang lalu,jadi bangunannya terkesan sangat kuno dan mulai rapuh namun belum di perbaiki sekalipun sejak didirikan... Itu yang menyebabkan pengunjung cafe satu persatu meninggalkan cafe ini...
"Woahh!,tempat ini tak berubah sedikit pun walau sudah lima tahun berlalu senjak aq datang kesini terakhir kali aku kemari ..."
Blue memandang bangunan tua cafe yang terlihat mencolok di kelilingi bangunan modern ,benar-benar memberikan kesan menyeramkan pantas saja cafe ini jadi sepi pengunjung ...
Kreet ...
Suara pintu tua yang di dorong oleh Blue...
"Uhuk...Uhuuk!!,debu di sini tebal sekali...!!"
Apa yang menyambut pandangan Blue saat masuk kedalam cafe adalah ruangan suram dengan meja dan kursi di penuhi debu yang sangat tebal...
"Ups!!,sepertinya kita kedatangan pengunjung setelah 3 tiga tahun "
Suara itu terdengar seperti suara anak kecil ...Sepertinya arah suara itu dari dapur yg terletak di di ujung lorong sempit ...
"Valf !,berhentilah berbicara dari jarak jauh itu menyebalkan kau tau?!"
Ucap Blue kesal , memang pemilik cafe ini adalah satu-satunya teman Blue yang memiliki kepribadian aneh.
"Fumu...,Blue-chan sepertinya mood mu sedang buruk ya?!,tapi tetap saja tidak sopan melampiaskan amarah mu pada teman yang sudah lama tidak kau temui ini sungguh menyakiti hati ku ,Huhu !"
Ucap Valf dengan nada kekanak-kanakan seraya keluar dari lorong dapur.
Valf berpenampilan seperti anak usia 5 tahun,rambut yang sebagian di kuncir dua dan sebagian di biarkan terurai berwarna ungu campuran dengan gaun tidur sederhana berwarna ungu ,dan sepatu ungu...
Sęá...
Arigato
(~_^)