
The night wind blows hard The sound of the waves of the sea is heard in the silence of the night ... The stars dancing in the sky accompany the sound of the waves of melody and the scenery which is very welcoming and peaceful to see ... If only this lasts forever but all will disappear in due course ...
(^.^)
Satu jam setelah kejadian memalukan di jembatan pelabuhan Serx...
Di sebuah restoran populer di kota pelabuhan terlihat dua orang sedang duduk berhadapan sambil memakan makanan pesanannya ?
"Hei Hanza apa kamu yakin ingin pergi?, sejujurnya aq tidak terlalu yakin dengan rencanamu ini!"
Tanya Kie ,sambil memotong steak yg ia pesan dengan kejam.
"Tidak yakin?,tapi coba saja dulu kalau tidak memungkinkan kita bisa berhenti ..."
Jawab Hanza dengan santai sambil meminum jus yg ia pesan.
"Hmmm...kau benar juga , tapi? dengan apa kita pergi ke sana ?, kamu tau kan kalau kita sudah tidak punya uang lagi jangan lupa bahwa bisnis kita yang sekarang tidak sesukses dulu !!"
Kie menjawab pertanyaan Hanza dengan ketus, dia bahkan sampai menghancurkan daging steak yg ia potong.
"Kie!, jaga perkataan mu jangan membuat keributan disini sudah cukup kau membuatku malu tadi!"
Sepertinya Hanza sangat kesal mendengar kata-kata yang di ucapkan Kie .
Kemunduran bisnis mereka dalam dua tahun terakhir masih membuat Hanza sangat terpuruk terlebih saat ini Kie menyinggung tentang masalah ini.
"Hanz...kamu tau bukan itu yang ku maksud ... jangan marah Ok?, lalu bagaimana ?,apa kau sudah punya rencana?!"
Menurut perkiraan Kie tidak mungkin mereka pergi dengan berjalan kaki ke tempat itu.
"Entahlah percuma saja nanti di pikirkan lagi saja yang paling penting sekarang adalah mencari hotel untuk menginap dulu!, apa kau ingin kita tidur di jalanan !"
"Hmm...kamu benar juga !, jadi di mana kita tinggal nanti?"
"Menurut referensi ku sepertinya hotel Qer cukup bagus , terlebih harganya yang cukup murah "
"Baiklah , Ayo pergi !!"
Setelah itu mereka pun beranjak dari kursi mereka , Kie pergi untuk membayar sedangkan Hanza pergi menuju hotel Qer terlebih dulu.
"Baik ini kartunya "
Sang kasir mengembalikan E card milik Kie.
"Oh ..Ok!!, Hei!! Hanza tunggu aku ..."
Kie mengambilnya dengan terburu-buru takut di tinggalkan oleh Hanza, walau sudah berusaha untuk cepat namun tetap saja dia masih di tinggalkan .
'Cihh...menyebalkan '
Kie menggerutu saat pergi dari restoran .
Volec
Hari ini mungkin menjadi hari yang paling membahagiakan bagi Valf karna teman baiknya datang berkunjung setelah sekian lama. Biasanya ia hanya tinggal sendiri saja , Valf selalu merasa sangat kesepian tiap harinya untungnya ia tipe orang yang cukup sabar jadi bisa bertahan .
"Lue...kamu tau aku sangat senang saat ini karna kamu datang!"
Ucap Valf pada Blue saking senangnya ia pun memeluk Blue tapi karna perbedaan tinggi badan antara mereka Valf hanya bisa memeluk pinggang Blue.
"Haha...aku juga sangat senang Valf!"
Blue menepuk kepala Valf saat ia memeluknya
"Lue sudah ku bilang jangan selalu menepuk kepalaku!!!, lihat rambutku jadi berantakan karna kau mengusapnya terlalu keras "
Ucap Valf sambil menghindar saat Blue mencoba untuk menyentuh kepalanya lagi ,Valf mundur sangat jauh dari Blue sambil mencoba menata rambutnya kembali agar rapih...
Blue menjawab pertanyaan Valf sambil berusaha menahan tawanya sekuat tenaga.
"Hmmph, aku sangat marah sekarang jangan berharap untuk membujuk ku dengan mudah ..."
Valf mengatakannya dengan cemberut ia terlihat seperti akan menangis tapi berusaha ia tahan.
'Kyaaa!!!,Valf yang marah sampai mau menangis itu sangat! imut...aku tidak tahan lagi, aku ingin sekali mencubit pipinya yang imut itu!!!'
Batin Blue , Blue tidak tahan dengan ke imutan Valf yang semakin meningkat setiap detiknya.
"Uhuk, baiklah aku berhenti, jangan marah ya?,aku kan hanya menggodanya sedikit saja ... terlebih aq ingin menginap untuk jangka panjang di rumahmu apa boleh?!"
Akhirnya Blue dapat mengendalikan diri dari keimutan Valf setelah beberapa saat yang sangat lama, Setelah pulih Blue bertanya apa dia boleh menginap di rumah Valf untuk waktu yg lama dengan memasang tampilan memohon pada Valf.
"Unn..tentu saja boleh tapi kau tau hanya ada dua kamar di sini satu adalah kamarku satunya ada di lantai atas , kamu boleh memakai kamar di lantai atas,namun kau harus membersihkannya dulu karna sangat kotor aku malas untuk membersihkannya , tapi aku juga punya satu syarat karna tadi kau sudah menggodaku!!"
Ada gedung tua yg sangat besar terletak di ke dalaman hutan Eas
Hutan Eas adalah salah satu dari 5 hutan terlarang di dunia,wilajah hutan Eas sangat luas , karna letaknya yang jauh dan jalur ke sana sangat berbahaya,ada juga jebakan yang di buat hampir tidak mungkin untuk menuju area pusat hutan.
Laboratorium Xan terletak di pusat hutan ,
"Menurut hasil penyelidikan di perkirakan akan memakan banyak waktu untuk sampai ke luar "
suara terdengar dari dalam lab
"Berapa lama waktunya ?"
Ada suara lain yang menjawab .
"1 Minggu,2 jam ,30 detik"
kemudian suara datar itu menjawab lagi
"Aku mengerti ... tugas ini tidak bisa di tunda lagi"
Suara itu menjawab dengan singkat
🐰🐰🐰
"Lue, boleh aq bertanya satu hal ?"
Valf tiba-tiba mengajukan pertanyaan .
"Apa!,tidak bisakah kau lihat aq sedang sibuk memasak hidangan untuk makan malam jangan ganggu aq dengan apapun!"
Blue menjawab dengan marah karna suara Valf yg tiba-tiba mengagetkannya, Blue nyaris saja menjatuhkan panci air panas yg jsedang dia bawa dengan hati-hati.
"Hehh,itu salahmu sendiri yg kurang waspada terhadap sekitarmu jangan salahkan aq untuk itu...,hanya saja aq sangat penasaran akan keberadaan bocah itu ...?,dimana dia sekarang Lue kau pasti tau sesuatu kan?!"
Valf berdiri di samping Blue dan membantu mencuci buah,karna tinggi badannya mau tidak mau dia harus berdiri di atas kursi agar sampai.
"Diam, bisakah kau berhenti menanyakan hal itu, bocah itu adalah kegagalan!, entah dia hidup atau mati aq tidak peduli !"
Blue membentak Valf dengan keras karna Valf terus saja mengajukan pertanyaan lagi dan lagi.
"Iyah sayang sekali kau masih saja bersikap dingin dengan nya , aq merasa kasihan padanya kau membuangnya begitu saja karna dia sudah tidak bermanfaat lagi, sungguh malang...mungkin sekarang bocah itu sudah membencimu loh!"
Valf memasang tampang iba ketika ia mengenang kembali wajah bocah itu saat Blue membuangnya.
"Aq tidak peduli kalau ia membenciku ...kau tau aq tidak tidak akan pernah menerima kegagalan sepertinya ada sisiku !"
Blue menjawab Valf dengan nada dingin dan pergi dari dapur begitu saja.
Sea