
Hari sudah malam tepatnya pukul 19:00 malam. Dan saat ini aq dan keluarga sedang bersantai di ruang tengah,sambil menonton berita yg di siarkan di televisi.
[Saat ini sedang viral di berbagai macam media mengenai letak pulau harta yg misterius]
"Hmm...,Apa pulau harta itu benar-benar ada?, Ya?? "
Itulah berita utama yg di siarkan di berbagai media baru-baru ini,mengenai letak pulau harta yg misterius.
Tanyaku pada semua orang yg ada di ruang tengah saat ini. Kemudian pandangan mereka beralih memandangku.
"Mungkin saja, siapa yg tau itu benar atau hanya hoax semata!! "
Balas sepupuku.
"Jika benar itu pasti keren!!! "
Balas adik kecilku, yahh dia memang selalu antusias dalam hal apapun.
"Letaknya saja tidak di ketahui?, bagaimana bisa seseorang menemukannya, jika tidak ada petunjuk satupun!, sudah jelas-jelas sejak awal ini hanya berita hoax .Mana ada pulau harta di zaman sekarang...!!! "
Balas sepupuku yg lainnya dengan sangat pesimis...yahhh, dia memang seperti itu selalu saja menyebalkan.
"Bagaimana menurutmu, Mom? "
Aq ingin tau apa pendapat Momku tentang berita yg di siarkan malam ini,hanya Mom yg belum menyampaikan pendapatnya?
"Mungkin saja itu benar... atau mungkin saja itu juga tidak ada...jika ingin mengetahui yg sebenarnya hanya ada satu cara untuk itu...."
Jawab Momku.Hmp ...cara apa itu?!!, aq ingin tau!!!
"Caranya...?! "
Tanyaku pada Mom ku.
"Lakukan perjalanan untuk membuktikan ke benarannya sendiri "
jawab Mom,setelah itu pergi menuju dapur dan sekarang semua anggota keluarga perlahan meninggalkan ruang tengah dan pergi kemar mereka masing-masing...karna sudah malam, begitu juga denganku yg kembali ke kamarku setelah topik tadi menggantung...Tapi aq jadi tertarik untuk mencoba apa yg Mom ku katakan tadi ' Lakukan perjalanan dan buktikan sendiri '.Hmm... mungkin lain kali akan ku coba.
Di tempat lain.
Terjadi percakapan antara dua orang topik kali ini juga sama mengenai berita yg sedang naik daun yaitu letak Pulau Harta.
"Pulau harta, Ya? "
"Ehh?, kau tertarik dengan berita itu!?"
"Tentu saja, sudah lama sekali aq tidak melakukan perjalanan, kan !"
Jawab, salah satu diantara mereka.
"Yeah, itu benar juga..jadi... "
Tanya yg satu lagi dengan ragu.
"Sudah di putuskan...Aq akan melakukan perjalanan lagi...!!!"
Tuturnya dengan semangat yg tinggi.
"Pfft , sudah ku duga jawaban itu darimu... mau bagaimana lagi... aq ikut denganmu saja, di sini sendiri juga sangat membosankan... "
Jawabnya, yg ternyata juga bersedia ikut karna alasan sederhana yaitu tidak ingin bosan sendiri.
"Yosh, ayo buat persiapannya terlebih dahulu dan lakukan perjalanan 1 minggu lagi..., bagaimana?? "
"Setuju!!!"
Dengan ini mereka berdua pun sepakat untuk melakukan perjalanan mencari pulau harta yg misterius. Satu minggu lagi mereka akan berangkan melakukan perjalanan.
Apa pulau harta itu benar-benar ada?!.
Satu minggu kemudian~
15 December 3555{perhitungan berdarkan kalender tahun Sea}
Setelah berita pulau misterius itu satu minggu yg lalu kini masyarakat sedang sibuk menyiapkan keberangkatan untuk memastikan berita tersebut nyata atau hanya hoax semata.
Keadaan di rumahku saat ini,di penuhi dengan debat yg berkepanjangan sejak selesai sarapan pagi tadi.
"Apa kau sudah gila ya, Blue...!!! "
Sepupuku yg satu ini benar-benar membuat sangat marah dengan kata-katanya yg buruk kepadaku.
Flashback
Saat ini aq, mom, tante, adikku, dan dua sepupuku sedang berada di ruang makan dan sarapan pagi bersama sama seperti biasa. Tapi yg membuatnya berbeda kali ini adalah aku yg ingin menyampaikan suatu hal yg penting pada mereka nanti, itu menyangkut kata-kata yg dikatakan Mom satu minggu yg lalu...sepertinya aq sudah memikirkan secara mendalam selama satu minggu ini dan memutuskan untuk mencoba melakukan perjalanan mencari pulau misterius itu, tapi aq tidak terlalu yakin akan mendapatkan izin dari mereka semua.
Bagaimana pun akan kucoba dulu untuk mengatakannya pada mereka entah akhirnya mereka mengizinkannya atau pun tidak, sekarang yg terpenting katakan saja dulu.
"Umm...aq ingin menyampaikan suatu hal pada, kalian semua..."
" Apa yg ingin kau sampaikan?, cepat katakan jangan membuatku menunggu atau nanti aku akan terlambat menuju tempat kerjaku...!"
Balas sepupu dengan suara yg di tekan satu per satu agar aq paham bahwa dia sama sekali tidak peduli dengan apa yg akan ku sampaikan nanti.
"Apa kau terlibat masalah di sekolahmu, Blue"
Tanya ibuku dengan wajah yg mulai hawatir.
"Iya benar, ada apa kak?, tidak biasanya kau ingin membicarakan sesuatu hal dengan kami semua, ada apa ?, entah kenapa aku punya firasat tidak enak dengan apa yg akan kau sampaikan ....!"
Timpal adikku,semua firasat nya yg tidak enak/lebih tepatnya firasat buruk,apapun itu firasat buruk adikku tidak pernah salah.
"A-ku...aku...aku ingin melakukan perjalanan untuk membuktikan keberanan berita pulau misterius itu..."
Kata ku dengan terbata-bata pada awalnya tapi akhirnya aku berhasil menyampaikan ke inginanku pada semua orang...tentu saja menimbulkan berbagai ekperesi dari wajah semua orang yg mendengarkan perkataan ku. Terutama ekspresi sepupuku yg terlihat meremehkan ku dengan tatapan sinisnya kepadaku,yg membutku tidak tahan rasanya ingin sekali aq menamparnya sekarang juga dihadapan semua orang, tapi aq tahan karna jika aku menamparnya pasti akan terjadi keributan besar-besaran antara, Mom dan Tante nanti.
"Kau sudah Gila ya, Blue...!!!"
Hei hei, seenaknya saja kau menyebutku gila dasar sepupu SIALAN!!!!.Kata ku dalam hati.
"Ck, aku masih waras dan tidak gila, Tami!!!"
Balasku dengan nada tinggi pada sepupuku yg menyebalkan bernama Tami itu, saat ini ia terlihat dengan ekspresi pura-pura hampir menangis karna aq berbicara keras padanya. Di benar-benar licik dan ratu drama tingkat tinggi.
"Blue!!, pelankan nada bicaramu saat berbicara pada sepupumu, Mom, tidak pernah mengajarkanmu untuk berbicara dengan nada tinggi pada orang yg lebih tua, cepat minta maaf pada, Tami...!!"
Kata Mom dengan penekanan di setiap kata-kata itu. memang benar yg di katakan Mom, kita tidak boleh berbicara dengan nada tinggi pada orang yg lebih tua,Tami hanya berbeda 2 tahan lebih tua dibandingkan denganku...itu yg membuatnya selalu menyepelekanku hanya karna perbedaan usia diantara kami, dia selalu berusaha memancing ku dan membuatku terlihat buruk dimata Mom dan anggota keluarga yg lain. dan anehnya kali ini aq tidak bisa menahan emosiku yg bagaikan panas yg sudah mendidih sampai diatas kepalaku sampai bisa terlihat uap mengepul di atas kepalaku dan akhirnya kesabaranku sampai pada batasnya,pada akhirnya aku terpancing dengan kata-katanya itu.
Flashback End
Aku ingin mengikuti kata-kata Mom untuk meminta maaf pada Tami,tapi, setelah ku pikirkan baik-baik mengenai ucapan Tami dan ucapanku tadi rasanya Tami'lah yg bersalah di sini karna mengatakan 'Gila ' kepadaku sedangkan aku hanya membalas'Aku masih waras dan tidak gila, Tami!!! ' dengan nada suara tinggi akibat perkataanya itu, jadi sudah jelas di sini siapa yg bersalah,seharusnya Tami'lah yg meminta maaf padaku karna sudah berkata kasar bukannya aku yg minta maaf di sini, karna jika di pikirkan dari sudut pandang sidang aku hanyalah seorang korban dan Tami yg duduk di kursi tersangka dan harus mendapatkan hukuman. Maafkan aku Mom kali ini aq tidak bisa menuruti perkataanmu untuk meminta maaf pada Tami,karna dia sudah sangat sering mempermalukanku namun aq tidak pernah sekalipun membalasperbuatan buruknya itu terhadapku. Jadi kali ini saja aq ingin dia mendapatkan hukuman dan aku tidak akan meminta maaf kepadanya,karna memang aq benar-benar tidak bersalah di sini....Maafkan aku Mom karna kali ini aq tidak bisa menuruti perkataanmu, Maaf!!! .
"Maaf,Mom...tapi aku tidak merasa bersalah di sini... jadi...aku tidak akan meminta maaf pada, Tami! "
Ucapku dengan yakin pada Mom dan seluruh anggota kluarga termasuk sang tersangka Tami, yg masih bertahan dengan ekspresi polos dan pura-pura sedih.
Aku kira Mom akan paham dengan apa yg aku katakan tadi tapi ternyata apa yg kupikirkan berbanding terbalik dengan kenyataan saat ini~
Plak...!!!
Sebuah tamparan keras kini mendarat di pipiku dan menimbulkan bekas tandan tangan merah pada pipi putihku...Yang membuatku tidak percaya adalah orang yg menamparku saat ini adalah Mom...Wajah menunjukan ekspresi sangat sangat marah kepadaku...
"Kau mengecewakan, Mom, Blue!!! "
Tegas Mom padaku yg jelas-jelas membuatku tersentak sampai membuatku meneteskan airmata di tempat itu.
"Tapi~"
Belum sempat aku melanjutkan kata-kataku Mom langsung pergi dari ruang makan begitu juga dengan Tante, Adikku, dan Sepupuku yg satu lagi.
Atmosfir di meja makan terlihat sangat tegang.Karna hanya menyisakan aku dan Tami di meja makan,jika di ilustrasikan bisa terlihat listrik-listrik statis yg timbul dari kepalaku dan kepala tami dan menimbulkan percikan listrik.
"Hehehe...sudah kubilang, Blue berhentilah untuk bersikap bodoh seperti itu...lihatlah dampak buruk yg terjadi padamu sekarang...Hahaha!!!"
Suara kekehan yg menyepelekan terdengar dari mulut Tami yg tidak lain adalah sepupunya sendiri...sejak dulu Tami memang sangatlah meremehkan sikap dan kebodohan yg di miliki Blue.
"Tami!!!, jangan melewati batasmu!!! , atau aku akan-"
Blue yg sudah tidak tahan lagi dengan semua ejekan yg di keluarkan Tami berusaha untuk mengancamnya. Sebenarnya ini juga kali pertama bagi Blue untuk mengancam seseorang terlebih pada kerabatnya sendiri...awalnya Blue sempat berpikir ragu dengan ancaman yg ia lontarkan secara sepontan.
'Apa ancaman semacam ini akan berhasil?!, pada Tami...sang ratu drama!! '
Batin Blue
"Hou...ancamanmu terdengar sangat tidak berguna di sini, coba ingat adakah dari keluarga yg membelamu di saat kau terpojok seperti ini??, ahh aku hampir lupa satu-satunya orang yg masih mempercayaimu itu adalah mom mu,kan ...Hmm jika tidak salah sekarang dia bahkan telah kehilangan kepercayaannya padamu...cup... cup... kasihan sekali kau... "
Namun belum sempat Blue memikirkan apakah ancaman yg dia katakan efektik atau tidak ,Tami sudah menyela lebih dulu.
Blue hanya bisa mengertakan giginya mendengar cibiran dan ejekan Tami sejak tadi dia berusaha keras untuk mengepalkan jari-jari tangannya yg ia. sembunyikan di saku celena jeans yg ia kenakan hanya untuk menahan emosinya agar tidak memukul wajah palsu yg menjijikkan milik Tami!!!.
"Cihh...kau sangat menjijikan, Tami!!"
Hinaan demi hinaan di lontarkan dari mulut tami dengan nada penuh ejekan terlebih pada kalimat bagian 'cup... cup... kasihan sekali kau...' , Tami terlihat dengan ekpresi simpati dan kesidihaan yg di buat-buat pada nasib Blue seakan-akan dia benar-benar peduli pada Blue jika di lihat oleh orang lain, tapi hanya Blue lah yg tau dengan pasti bahwa sikap simpati dan kesedihannya itu semua palsu sangat palsu untuk di lihat oleh Blue hingga dia benar-benar muak dan jijik pada sepupunya ini.
Setelah mengatakan itu Blue pergi dari meja makan entah kemana meninggalkan Tami yg masih mematung penuh permusuhan yg terlihat dari matanya.
"Awas saja nanti... "
Ucap Tami dengan kemarahan yg meluap-luap tampilan pocker face nya yg sejak tadi ia kenakan kini menghilang di ganti dengan kemarahan ektrem yg berakibat pada wajah putihnya menjadi merah terlihat mengerikan seperti penyihir tua.
Sęá...
Yahh, ini dia baru lagi nih ceritanya, abaikan saja klo tidak suka ceritanya setelah membaca chapter pertama ini...dari pada di simpan terus lebih baik di publish...bagi yg suka nanti setelah baca aq sangan berterimakasih^o^
Arigato
(~_^)