
...A flower that grows in a beautiful place......
But surrounded by silence The night that came faster than the hope...
Chapter 4
Harbign Village
Desa yang terletak di Utara dataran pasir dan berbatasan dengan Uni elv.Tempat ini tidak lah besar tapi penuh dengan kesibukan banyak orang lalu lalang melawati desa jika ingin pergi ke benua lain.
"Permisi ...bibi Dys apa Afas ada di rumah?"
Pintu rumah yang sederhana itu di ketuk dengan perlahan..suara langkah kaki terdengar dari dalam rumah itu
Krettt
"Oh,Za ada urusan apa kamu mencari Afas?"
Pintu itu terbuka dari dalam memperlihatkan seseorang wanita cantik dengan suara keras.
'Suara bibi Dys masih saja keras seperti bisa padahal bibi hanya berbicara biasa'
"Uhh,ini tentang pekerjaan kemarin ada lima orang tamu yang singgah di desa untuk sementara mereka ingin seorang pemandu, Aku pikir Afas bisa memandu mereka untuk sementara waktu?"
'Ini merupakan kesempatan langka bibi Dys tidak mungkin melewatkan Kanya,uang yg di dapat juga tidak sedikit,jika bukan karena aku harus pergi ke desa tetangga untuk menukar kayu Olf mungkin aku yang akan menjadi pemandu mereka'
"Baik,katakan pada mereka Afas akan jadi pemandu kapan saja"
"Ok, besok pagi pastikan Afas sudah tiba di penginapan mereka,kalau begitu aku pergi dulu.."
Setelah mengatakan semua itu,Za pun pergi dari rumah bibi Dys .
...****************...
1jam sebelumnya
Penginapan di desa harbign tidak seramai biasanya mungkin karena ini musim panas udara di sini 5kali lebih panas dari desa lainnya
"Wahh, jadi ini desa yg sering disebut di buku-buku jurnal itu... ternyata lebih indah dari fotonya"
Ucap gadis kecil itu dia memakai tudung menutup rambut dan matanya
"Tentu saja,Lui tidak sia-sia aku mengajak kau kemari di waktu liburan kita ... sudah lama aku ingin liburan ke sini tapi selalu saja gagal karena banyak nya tugas yang harus di kerjakan!"
Di sebelah gadis itu berdiri anak laki-laki yg lebih tinggi 10cm dari gadis itu,dia memakai seragam berwarna hitam dan mengenakan baret di kepalanya,ada tas ransel di punggung nya.
"Hmmm...kau ada benarnya Qal, akhir tahun lalu aku juga tidak dapat liburan sedikit pun...Cas berdalih kalau dia tidak bisa menangani nya sendiri"
Mereka berdua berbicara sambil berjalan di sekitar desa Harbign.
Banyak restoran yang menyediakan berbagai macam jenis makanan khas karna ini masuk jam makan siang aroma makan bisa tercium di manapun.
Kruyyk
"U-hh,ini bukan berarti aku lapar jangan menatap seperti itu..."
Ucap Qal dengan wajah memerah..
'Sial, bagaimana bisa perutku berbunyi setiap kali mencium aroma makanan walaupun aku tidak lapar sedikit pun,Lui pasti akan menertawakan ku lagi kenapa setiap kali ini terjadi, pasti saat bersama Lui,ini memalukan'
"Kau yakin akan itu ,Qal kau tidak bisa menipu ku,Tapi tidak perlu malu aku sudah terbiasa dengan kebiasaan mu ini jadi tidak perlu malu...lebih baik kita mencari penginapan sekarang hari semakin siang cuacanya juga semakin panas aku tidak tahan lagi jika harus berjalan lebih lama"
"Mmm,kau ada benar nya Lui ada banyak penginapan di sini sebaiknya kita pilih yang mana ?"
"Bagaimana dengan ini kita tanya saja pada penduduk desa mungkin mereka bisa membantu merekomendasikan penginapan yang terbaik untuk kita"
Lui yang menjawab pertanyaan Qal dengann gembira,Dia pergi menghentikan salah satu penduduk desa yg sedang berjalan.
"Halo, kami baru saja tiba di sini untuk berlibur bisa tolong rekomendasi tentang penginapan disini?"
"Ohh,rupanya anda pasti pertama kali datang ke desa ini, biasa mereka sering menginap di penginapan Autr yg ada di sana"
Penduduk desa itu menunjuk letak penginapan itu dengan tangannya.
"Terimakasih atas sarannya"
"Tidak perlu sungkan itu sudah sering terjadi di sini"
Setelah mereka berbicara sebentar penduduk desa itu pun pergi
"Ayo,cepat kita pergi"
Ucap Qal
Penginapan Autr terletak di sudut desa tempat yang terpencil jadi butuh waktu lama untuk menemukan nya
"Halo,tamu ada yg bisa saya bantu?"
Setelah berjalan sekitar lima belas menit mereka sampai di penginapan,Qal dan Lui langsung menuju resepsionis.
"Ahh,iya kami ingin memesan 2 kamar VIP untuk waktu tiga hari,apa masih ada yang tersedia?"
Lui menjawab pertanyaan resepsionis dengan cepat.
"Ada beberapa lagi yang tersedia"
...****************...
Malam hari,area hutan di desa
"Huff,sangat sulit untuk mendapat tanaman herbal sekarang,ini pasti karna sekarang bukan waktu yang tepat"
Seseorang gadis sedang berjalan sambil membungkuk melihat ke sekeliling hutan dengan seksama dia takut melewatkan satu tangkai pun rumput herbal.
Orang itu tidak lain adalah Afas yang tadi siang di cari oleh Za sampai datang ke rumahnya.
"Sial!,hanya dapat tiga tangkai padahal aku sudah mencari ke seluruh zona aman selama 15jam lebih,Tidak boleh pokoknya harus dapat lebih banyak dari ini, kalau terus seperti ini bagaimana cara nya aku bisa melunasi hutangku!"
Afas terus bergumam pada dirinnya sendiri,dia terlihat sangat kesal.
Krakk
Batu mana yang ada di tanah itu hancur karena Afas menginjaknya dengan kuat untuk melampiaskan amarahnya.
Tidak aneh jika dia kesal sekarang sejak pukul empat pagi dia sudah tiba di hutan berharap bisa mendapatkan bahan herbal dengan lebih banyak tapi ternyata malah sebaliknya.
"Haruskah aku pergi lebih jauh kedalam hutan..., tidak-tidak itu terlalu berbahaya tidak sebanding dengan resikonya bagaimana pun aku sudahi saja pencarian hari ini, besok aku akan datang lagi"
Setelah duduk termenung di atas bunga Filv sambil memikirkan apakah dia harus masuk lebih dalam ke hutan untuk mendapat herbal,Afas memutuskan untuk tidak pergi lebih jauh karena mungkin dia tidak ingin kehilangan nyawanya dengan sia-sia bagaimana pun hidupnya jauh lebih penting.
"Bibi pasti marah besar sekarang karena aku pulang terlambat,aku harus pulang sekarang jika tidak itu akan buruk"
Afas memutuskan untuk pulang secepatnya dia berlari sangat cepat meninggalkan area hutan jika hanya berjalan biasa itu akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk sampai ke pos penjaga gerbang bisa sudah di tutup jika sudah lewat tengah malam
"Hah..hahh!,Jangan!!"
Afas berlari secepat yg dia bisa tapi saat sampai di pos penjaga gerbang nya baru saja di tutup dia terlambat hanya satu detik
'sungguh ironis aku berlari begitu saja tapi tetap terlambat dengan selisih waktu satu detik'
"Hehh,lihat anak kotor itu terlamat lagi,sungguh menyedihkan!"
Ucap penjaga gerbang dengan sarkastik
^^^Sea^^^