My Prince Is Mr. CEO

My Prince Is Mr. CEO
Episode 5~~~jalan jalan



Ardian melepaskan topinya.


"Eh.. Ardian. kok rasanya kamu hari ini kamu berbeda sekali ya?"


"berbeda apanya?"


" Itu loh, gaya berpakaian kamu itu seperti oppa-oppa korea. nanti kamu dikira oppa korea"


"Haa?? oppa? hm.. baguslah kalau aku dinilai oppa-oppa korea. sudah sudah cepat kamu ganti baju. jangan membuatku menunggu lama"


"Ya ya. habisnya gara-gara lihat kamu aku jadi tidak ganti baju."


"Hii pandai berbicara juga kamu" Ledek Ardian.


Ardian memasang kembali topinya lalu menutup mukanya dengan masker berwajah hitam. mengambil jaket dari dalam mobil lalu memakainya.


Aku keluar dari kamarku lalu melihat ardian seolah-olah oppa-oppa korea. sekilas aku tersanjung dan juga merasa malu. pipiku mulai berwarna merah.


"Hey hanifah. eh"


ardian melihatku lalu merasakan keningku seolah-olah aku sakit demam.


"Apa kamu sakit ya?"


"sa-sakit? aku tidak merasa sakit"


"wajahmu merah"


"ah itu.. karna suasananya panas saja"


"yakah?"


ardian menatapku mendekat, dekat dan dekat sekali pada ku.


"Yap.. sepertinya suasananya panas disini. ayo kita pergi sekarang. aku jamin kalau kamu sudah masuk ke dalam mobilku tidak akan merasa panas"


Ardian menarik tanganku.


astaga.. tadi itu ardian kesambet apa sih. kok dia dekat-dekat. apa jangan-jangan, ini yang dimaksud adikku tadi? ah.. sepertinya bukan.


ardian membukakan pintu mobilnya untukku.


aku merasa seperti tuan putri yang keluar dari istana..


dalam perjalanan.. aku hanya menatap wajah Ardian.


"Hey.. bisakah kamu tidak menatap wajah ku. aku merasa aneh tau"


"ah ok ok"


"btw.. baju kamu itu terlihat cocok untukmu"


"serius?"


"yap."


"ah.. senangnya hatiku."


"hanifah.. aku mau ngomong jujur ke kamu."


"ngomong aja"


"kamu setuju tidak kalau kamu aku sekolahkan di london?"


aku hanya terdiam


"kamu serius?"


"serius. kalau kamu mau aku bisa mengajakmu untuk sekolah disana bersama dengaku."


"wah.. akhirnya aku bisa sekolah lagi. yeay. terima kasih ardian."


Kami sampai di festival pinggir kota.


"Hey lihat pria itu. ganteng sekali" Unknown


"Kya... oppaku!"


"Oppa korea itu!"


Hanifah hanya melihat sinis tindakan para gadis-gadis.


Huhf.. gadis-gadis ini! menganggu suasana aja. inilah sifat gadis-gadis, kalau sudah melihat yang ganteng pasti terpesona.


Ardian menggenggam tangaku erat.


"Don't worry tingkah gadis-gadis itu"


"Eh. ok"


Aku gak sadar diri ya, Ardian terlalu ganteng untukku tapi aku gak terlalu cantik buat Ardian.


"Ayo kita main roller coaster!" ajak Ardian.


"Ayo"


"Jangan nangis ya nanti"


"Huhf! aku tidak menangis."


"Ayo taruhan!"


"Taruhan apa?"


"Siapa yang nangis akan dihukum, yaitu hukumannya adalah menuruti semua perintah dalam satu hari, setuju?"


"Baik! setuju" betapa bodohnya aku setuju untuk taruhan itu.


kami sampai didalam roller coaster.


Aku harap aku tidak menangis nanti. semoga Ardian yang menangis. hihihi...


"silakan dek duduk disebelah sini" kata petugas "harap memasang sabuk pengamannya dan jangan menyalakan handphone saat roller coaster dimulai. sekian terimakasih"


astaga.. tunggu apakah aku duduk disebelah Ardian?


"Ini dia" ujar ardian.


Roller Coaster dimulai *Teeettt*


Bel telah berbunyi tanda roller coaster sudah mulai.


roller coaster mulai naik, naik tinggi dan sampai ketinggian yang mulai perlahan lahan turun.


"Siap-siap!!" teriak Ardian.


*SUING!!!!* bunyi roller coaster jatuh.


"Argk!!!" teriakku takut.


"HUUU!!!!" TERIAK ARDIAN.


"AKU TAKUT SEKALI!!!"


"TIDAK!!!"


"ARK!!!" sepertinya aku menangis ketakutan


Teriakku keras sekali. roller coaster berputar naik turun.


Ugh!! aku mau muntah. HUMP!!


aku menahan muntah ku.


Akhirnya roller coaster berhenti.


"Silakan lewat sini pak" kata petugas.


aku turun dari roller coaster dan mencari kamar mandi.


*Huwekk!!!* bunyi muntahku jatuh.


"Hah.. pusing sekali kepalaku. sepertinya aku tadi menangis."


Ardian menghampiriku.


"Kau tadi menangis. jadi aku yang memenangkan taruhan ini" sombongnya.


"Ya ya.. aku tau kok bakal aku yang kalah." *Hump!* aku mau muntah lagi.


"Kamu seperti tampak tidak sehat. mau aku gendong?"


"Tak perlu. aku masih bisa berjalan sendiri"


jalan ku loyo. pandangku seolah-olah berputar. perasaanku tidak enak.


tiba-tiba saja aku terjatuh. Ardian menghampiriku lalu menggendongku. mataku setengah sadar. aku merasa pandanganku mulai menggelap.


Sepertinya aku pingsan. maaf Ardian, aku tidak bisa menemanimu bermain lagi di festival. andai aku tak pingsan.


.


.


.


"Ugh. kepalaku sakit sekali" aku terbangun.


Didepan ku sudah ada Ardian yang menungguku sambil tertidur. aku melihat tangan kiriku di impus. sepertinya aku dirawat di rumah sakit.


aku mengulus rambut Ardian.


Rambutnya halus sekali.. matanya juga indah.


Ardian terbangun


"Ah. hanifah kamu sudah bangun ya, maaf membuatmu jadi seperti ini" maaf Ardian.


"Eh tidak apa-apa. lagian baru pertama kali aku bermain roller coaster, seru juga ya main roller coaster."


"Untuk seterusnya aku tidak akan pernah mengajak kamu main roller coaster lagi"


"Kenapa? kan seru"


"Aku tidak mau membuatmu seperti ini lagi"


"Pliss ayolah.. plis"


"Sekali tidak tetap tidak."


Ardian mengelus kepala ku.


"Hey kamu kira aku kucing ya!"


"Iya habisnya kamu imut banget"


"Heh!" aku menepis tangannya dari kepalaku.


"Ardian, sepertinya aku sudah merasa baikkan"


"Yakin? nanti pusing lagi?"


"Yakin!"


"Sebelum pergi dari sini, jangan lupa ya taruhan kita tadi" senyum sinis Ardian "kamu harus turuti perintahku"


"Apa!! Tidak!" Teriakku keras.


Tak lama dari itu aku dan Ardian pergi dari rumah sakit. saat perjalanan dalam mobil tiba, aku melihat jam pada radio mobil.


Hah! sudah jam 13.45! bentar lagi.


"Hm. sudah jam 13.45 apakah kita jadi juga menonton film horor itu?"


"Jadi."


"Huhf.. aku ingin memberikan kamu sebuah tantangan." sombong ku.


"Yang benar? nanti kamu kalah lagi."


"Benar. kan nanti kita menonton film horor, nah tantangan dariku adalah jangan menutup atau mengalihkan pandanganmu saat ada adegan yang serem, seperti saat hantu muncul. dan tantangan ini khusus untuk kamu. hehehe" Ketawa jahatku.


"Aku merasa seperti dirugikan"


"Hehf!"


Kami sampai juga di bioskop...


Hai Guys.. gimana untuk eps hari ini? apakah ada rasa rasa gitu? eh.. setelah membaca dan mengamati eps kali ini, kalian bisa beri saran dan kritik nya serta semangat kalian untuk novel ini. tunggu eps berikutnya ya..