
hai aku Hanifa
Usiaku saat ini 17 tahun. aku ialah gadis yang biasa-biasa aja. tidak terlalu kaya. tidak terlalu miskin. Aku mungkin disebut 'golden children' karna ... ya aku ini beda sekali dengan keluargaku. kenapa? ya ... karna dari warna kulitku aja udah beda apalagi cantiknya, kan??. ha ... impianku agar bisa menikahi pria yang mencintaiku apa adanya.
Saat aku berusia 15 tahun. orang tua ku sudah tak mampu menyekolahkanku. Ya ... aku jadi nganggur sekolah deh. tapi, aku berusaha agar bisa sekolah lagi.
Saat itu aku selalu mencari pekerjaan dimulai dari cuci baju orang, jualan koran, dan kurir pengantar surat. pada saat itu, aku benar-benar sudah putus asa sekali karna impianku agar bisa sekolah itu hampir tak bisa ku capai.
Lalu orang tuaku bilang kepadaku, 'suatu saat pasti kamu akan bahagia' kalau ku pikirkan, tak mungkin dehh aku bahagia. Lihat aja dari penampilanku. baju kumal, rambutku juga kumal. tapi ada satu yang ku bangga kan ialah wajahku. katanya, wajahku ini cantik sekali lohh ... tapi entahlah. entah benar atau tidak ucapan mereka itu, tapi aku tak terlalu memikirkan ucapan mereka itu.
Masuk ke umur 16 tahun. hidupku bertambah sedih. Ayahku sakit keras. mana ibuku tak ada uang untuk berobat ayah. jadi terpaksa aku maling karna ku pikir itu adalah cara yang paling mudah untuk mendapatkan uang dalam waktu dekat.
Tapi ... hari itu bagiku adalah hari yang sangat indah karna aku, ketemu dia ... dia ... dia yg bernamakan Adrian itu. Dari namanya saja, bagiku bagaikan pangeran.
kenapa aku berkata seperti itu??
karena disaat aku dikejar oleh sekelompok orang, karena aku maling obat-obatan untuk ayahku. dia yang menolongku saat itu. makanya aku bilang pangeran.
Saat aku dikejar oleh sekelompok orang, aku tak sengaja menginjak kakinya. lalu dia berkata, "Au! Apakah kau sedang dikejar-kejar? kalau begitu ikut aku." saat itu aku tak tau apa-apa, jadi terpaksa aku ikut dengannya. Saat itu juga, dia menarik tangan untuk yang pertama kalinya karna tak pernah ada yang memegang tanganku selama ini kecuali teman-temanku.
Hatiku berbunga-bunga dan perasaanku berkata bahwa dia mungkin pangeran aku yang inginkan. mungkin itu adalah pertemuan pertama kami.
Tapi setelah kejadian itu kurasa itu juga merupakan hari yang menyedihkan buatku. karna ... ayahku telah meninggal dunia dan yang tersisa hanyalah aku, adikku dan ibuku.
kemudian ...
16 tahun umurku yang sudah terlewat 6 bulan. tepatnya bulan oktober ibuku juga sudah menikah lagi dan adikku ikut ibuku. jadi aku tinggal sendiri dirumah dan menatap seekor kucing yang kunamai dengan nama 'Rai'.
Untuk aku makan sehari-hari, untungnya ibuku selalu memberikan uang pas kepadaku. untuk makan pagi, siang, sore dan malam. Yah, walaupun kutinggal dirumah sendiri, tapi aku tidak merasa takut akan hal itu. karna setiap aku sendiri, aku selalu membayangkan dan memikirkan wajah 'Ardian' dan itu membuatku cukup senang.
Aku senang sekali...
.
.
.
.
.
.
Apakah kalian pernah terpikirkan, bagaimana aku bisa tau namanya adalah Ardian?? Mari aku ceritakan.....
Kisah pertama...
Flashback dulu ya.... *agar nyambung ceritanya*
Umur 16 tahun, bulan april.
"Apa?!! Ayah, ayah masuk rumah sakit?" Teriak hanifah, "apa penyakit yang diderita oleh ayah?"
"kata ibu penyakit ayah, penyakit jantung" jawab adikku.
"Hah! jantung?"
"Iya kak.. tapi sayangnya ibu tak ada uang untuk berobat ayah kak. Apa yang harus kita lakukan, kak?" Tanya adikku.
"Dik. kakak punya ide, tapi kakak harap adik tak menirukan kelakuan kakak ini ya, janji?."
"Baiklah, janji" Sorak adikku gembira.
"Tapi, apa yang kakak lakukan?... Hm!! Maling ya?"
"Eh! Ti-tidak kok. ngapain maling, kan gak guna. hahaha ..."
"Dik.. kakak terpaksa melakukan perbuatan maling ini demi bapak kita sembuh. walaupun resikonya tinggi, kakak sanggup menerima resiko itu dengan lapang dada kok," Ucapku dalam hati.
"Dik ... kamu jaga dirumah aja dulu ya, kakak mau melakukan sesuatu.. Ingat jangan keluar rumah saat kakak tidak ada" Ujar Hanifa memberikan sebuah larangan kepada sang adiknya.
"Ya.."
----------"saatnya aku beraksi.."
Dipinggir jalan simpang apotek..
Wah ... apotek yang macam istana aja, besar sekali sihh. mungkin inilah reaksi orang seperti ku ke apotek yang besar seperti ini, Batinnya sambil melihat-lihat situasi yang aman untuk maling obat-obatan.
Ehh ada satpam, untung satpamnya cuma 1. sebaiknya aku memastikan lebih dahulu sebelum bertindak, batinku.
Hanifah merasa situasinya sudah aman, hanifah mulai melakukan aksinya..
"Iya nak, ada apa?"
"Bolehkah aku melihat obat yang cocok untuk penyakit jantung?" Sambil melirik kanan-kiri.
"Ini nak" memberikan obat itu kepada hanifah.
"Oh.." Hanifah kemudian mengambil obat itu lalu berlari secepat mungkin untuk kabur dari apotek itu. Semoga.. aku bisa kaburr....!!!
"Eh!! Satpan! satpan! tolong kejar!" kata karyawan itu.
Hanifa pun dikejar oleh satpam apotek itu.
~~Dan... kejadian itu terjadi...
"Ehh sorry" ia pun tak sengaja menginjak kaki seorang pria tinggi.
"Au!! Aduh.. duh.. sepertinya kakiku bengkak."
"Sorry-sorry"
melihat kebelakang "kau sedang dikejar-kejar ya?"
"hm.."
"Kalau begitu, ayo ikut aku. aku akan membantumu untuk kabur" pria itu langsung menarik tangan Hanifah dan membawanya kebelakang ruko-ruko yang ada disampingnya.
Eh!!.Sungguh.. sungguh.. ini.. Kenapa, kenapa pria ini membantuku untuk kabur? Apakah ia fans ku kali ya?, tanya batin hanifah.
Skip----------------- Balik ruko
"Kau!" Pria itu langsung menutup mulut Hanifa dengan tangannya.
Untung aja kamu ganteng, kalau enggak, lah ku pukul juga pipi kamu ya. Biar aku kalem kayak gini, aku bisa jadi seperti singa tau gak!, Ucap batin Hanifah sambil melirik wajah pria itu dengan tatapan yang sinis.
"Huh.... sepertinya situasi kita sudah aman," Kata pria itu sambil melepaskan tangannya dari Hanifah.
"Hah, bukannyaterima kasih, tetapi kamu malah menatap sinis padaku." Pria itu mengucapkan kalimat itu sambil cengar-cengir.
"Iya lah! isss pegang tangan orang aja. Fans ya??"
"Idih... mending aku fans sama 'Lisa blackpink' dari pada kamu!"
"Aku tau kok kamu malu kan kalau kamu itu sebenarnya fans sama aku, yakan? yakan? udahlah ngaku aja deh. Kenapa kau menolongku?? apakah ada alasan lain?" Ucap Hanifah terus terang.
"1.) Jujur ya, aku lebih fans sama 'Lisa Blackpink' dari pada kamu, lagian siapa juga yang fans ama kamu, kenal aja kagak. 2.) Karna kasian aku ngeliat muka kamu, tau gak. 3.) Alasan lain? ada, mau memasukkan kamu ke penjara karna maling."
"Kau! Yaudahlah yang waras ngalah. tangkap aja aku, tapi dengan 1 syarat ya. syarat nya antar obat ini ke adikku. nanti aku tunjukkan jalan kerumah ku." Ucap Hanifah kesal.
"Ish ... gak bisa diajak bercanda kali kamu ini, siapa juga yang ingin menangkap kamu?? aku? kalau aku ingin menangkap kamu, kenapa aku menolong kamu?"
"Eh? Iya ya.."
"Makanya jangan pikiran negatif dengan orang. gunakan akal positif dulu, baru berprasangka buruk kepada orang" Ujar pria itu dengan bangga.
"Heh! Kok aku dengarnya seperti ngehina ya? apa kuping aku yang salah ya?"
"Eh... Btw siapa nama kamu?"
"Hanifah."
"Oh.. oh ya namaku adalah Ardian"
"Gak nanya.. Hahaha.."
"Yaudalah yang waras ngalah aja. Mau ku antar pulang gak?"
"Oh gak perlu dehh"
"Ayolah.. nanti mana tau kamu dijalan ketemu satpam yg ngejar kamu tadi"
"Iya ya. Kamu antar aku pakai apa?"
"Jalan kaki gak apa-apa kan?"
"Oh.. Gak apa-apa kok"
------------------ Skip depan rumah hanifah...
BTW.. SILAKAN BERI SARAN DAN KRITIK NYA AGAR SAYA BISA LEBIH BAIK KEDEPANNYA. TERIMA KASIH...