
* * * *
"bela kita ke kantin yu gue udah laper nih", ria.
"kalian duluan aja gue selesain tugas ini dulu tanggung nih nanti gue nyusul deh", bela.
"yaudah kita duluan ya", intan.
"hmm", bela.
setelah selesai dengan urusannya bela berjalan keluar kelas untuk menyusul teman temannya ia berjalan menyusuri koridor sekolah dipertengahan jalan ia melihat Rey yang sedang berbincang dan tertawa dikelilingi ciwi ciwi, sebenarnya rey saat itu sedang menunggu angga.
"ngapain lagi tu cewek cewek ngerubungi si rey apa bagusnya coba, gue aja kalo deket sama dia udah kaya orang stres"
Rey yang menyadari keberadaan bela langsung melirik dan mengedipkan sebelah matanya dengan gaya so cool.
"dih so narsis lo", kata bela, lalu ia menunjukan muka terjeleknya namun menurut rey ekspresi itu terlihat sangat menggemaskan, bela melanjutkan langkah nya untuk pergi ke kantin karena perutnya mulai demo.
"kenapa lo?," tanya intan saat bela sampai dikantin.
"nggak gue aneh aja sama cewek cewek yang suka ngerubungi cowo rese itu, apa menariknya coba", bela.
"maksud Lo si rey", intan.
"ya siapa lagi yang suka gangguin gue setiap hari kalo bukan dia", kata bela, lalu ia memesan makanan karena perutnya lapar.
"bi bela pesen baso sama teh manis ya", bela.
"sip neng", bibi.
"ini teh manisnya neng", bibi.
"makasih ya", kata bela yang langsung meminum teh tersebut.
"yey lo kan tau sirey itu ganteng, apalagi kalo deket deket sama dia pasti bikin nyaman gue juga mau deh sama dia tapi sayangnya gue udah punya bebeb", Jawab intan, sedangkan ria hanya menyimak dan menikmati makanannya.
"nyaman dari mana nya yang ada bikin stres tau, ehh ria Lo kenapa sih diem mulu", bela.
"gue gak ngerti kalian ngebahas apa yang gue ngerti ini makanan enak banget,hehe", ria.
intan dan bela hanya saling pandang lalu mereka menepuk jidatnya bersama.
"gue kira dari tadi lo nyimak ria,, makanan Mulu yang Lo urusin", bela.
"Lo juga sama bel kalo urusan makan gak bisa nahankan", ria.
"hehe", bela.
"makasih bi",belapun menyantapnya.
kemudian datang rey bersama angga, mereka langsung duduk bergabung dimeja bela, dan rey langsung menyeruput teh manis punya bela.
"woyy teh manis punya gue tuh kenapa Lo minum, kalo mau pesen sana", bela.
"kalo pesen sendiri rasanya gak enak tapi kalo minta punya lo rasanya enak pake banget", rey.
"beda darimananya, kan orang yang membuatnya juga sama bibi itu", bela.
"pokoknya beda", rey.
"terserah, gue waras gue ngalah", ketus bela.
"pasti kalian dari tadi ngomongin gue yah, secara guekan ganteng Lo juga pasti klepek-klepekan sama gue", kata rey sambil menunjuk ke arah bela.
"Gerr lo, sorry gue gak minat sama lo mending sama pak satpam daripada harus sama lo", ketus bela.
"ihh kalian berantem mulu nanti saling suka beneran loh", ria.
"nggak akan", jawab rey bersamaan dengan bela.
"cie cie", intan.
"udah ah berisik tau, ehh iya sekarangkan waktunya kak candra main basket pasti cape, gue beliin minum ah", bela.
"lo masih aja ya ngejar ngejar kak candra bel", intan.
"iyalah Karena cinta butuh perjuangan siapa tau kalo dipepet trus dia jadi suka sama gue hehe", bela.
"huhh terserah lo aja deh tapi hati hati sakit hati ya", intan.
"hmm gue yakin gak bakalan sakit hati bentar lagi juga jadian, udah ah gue mau beli minuman dulu buat dia", jawab bela dengan percaya diri lalu ia pergi membeli minuman dan langsung menuju lapangan, disana terlihat kakak kelas yang ia puja puja ingin istirahat, ia langsung menghampiri nya dan memberikan minuman yang ia bawa.
"hay kak", bela.
"hay bela", candra
"ini kak minuman untuk kakak pasti hauskan", kata bela sambil memberikan minumannya.
"makasih, tau aja lagi haus hehe", Candra menerima minuman yang diberikan bela karena memang ia merasa haus.
rey yang ingin kembali ke kelas menghentikan langkahnya karena melihat bela sedang berbincang dengan kakak kelasnya.