
"kenapa bisa dipecat emang bunda ngelakuin kesalahan apa, kan gak mungkin ayah maen pecat sembarangan", bela.
bunda bela hanya menggelengkan kepala sambil menunjukan muka sedih yang dibuat buat.
"yaudah bela ke atas dulu mau bersih bersih udah gak enak ni badan", bela.
belapun naik ke lantai atas menuju kamarnya untuk bersih bersih.
"huhh segernya", setelah bela mandi dan berganti pakaian ia merebahkan diri ke kasurnya untuk beberapa saat lalu terdengar suara bundanya yang memanggil manggil untuk turun.
"bela cepetan turun makan malam udah siap", bunda bela.
"iya bun", bela langsung bergegas turun menghampiri bundanya yang sedang menata makanan.
"bunda masak apa", bela.
"masak kesukaan kamu sama ayah", bunda bela.
"ayah pulang jam berapa", bela.
"katanya sebelum makan malam berarti sebentar lagi", bunda bela.
ketika sedang berbincang dengan bundanya terdengar suara klakson mobil didepan rumah bela.
"bener bun pasti itu suara mobil ayah biar aku bukain pagarnya", kata bela yang dibalas dengan senyuman oleh bundanya.
"eh lupa akukan lagi marahan gara gara tadi dipecat gimana nih, yaudah pura pura marah lagi aja". batin bunda bela
belapun berlari menuju pagar rumah dan membukakan pagar untuk sang ayah.
"ayah emang bener tadi bunda dipecat sekarang bunda marah loh", bela.
"iya tadi bunda kamu pingsan karena kecapean ayah takut bunda kamu sakit mangkannya ayah pecat deh?", ayah bela.
"oh gitu, terus gimana bunda marah tuh", bela.
"nah sekarang tugas kamu bantuin ayah membujuk bunda kamu biar gak marah lagi", kata ayah bela yang dijawab anggukan oleh bela.
lalu ayah bela berjalan mendekati bunga dan memetik beberapa bunga itu bela yang melihatnya langsung bertanya, "ehh ayah ngapain, kenapa bunganya dipetik nanti bunda tambah marah".
"tanpa aku ngomong juga pasti ketahuan itukan bunga kesayangan bunda, huhh", batin bela.
ayah bela berjalan masuk ke dalam rumah diikuti bela dari belakang.
"bunda", ayah bela.
"apa!!", bunda bela.
"adudu masih ngambek nih,yaudah ayah minta maaf ya", ayah bela.
"tapikan bunda masih pengen kerja baru juga 3 tahun ngerasain kerja", bunda bela.
"ayah juga ngelakuin ini demi kebaikan bunda ayah takut bunda sakit karena kecapean, untuk masalah kerja udah biar ayah aja sebagai kepala keluarga yang berkewajiban mencari nafkah, bunda cukup ngelakuin kewajiban bunda sebagai istri dan ibu bagi bela, oke" ayah bela.
"sejak bunda kerja bela kesepian tau, walaupun ada mang ujang sama bi mina tapikan mereka sibuk ngurusin pekerjaannya jadi gak ada yang bisa diajak ngobrol", sambung bela yang ikut bicara dengan memasang wajah paling menyedihkan agar bundanya percaya.
mang ujang dan bi mina adalah sepasang suami istri yang dipekerjakan sebagai asisten rumah tangga.
"jadi kamu kesepian sayang kenapa gak bilang dari awal, maafin bunda ya yaudah bunda mau berhenti bekerja",kata bunda bela sambil mengelus kepala bela.
"jadi bunda maafin ayahkan", ayah bela.
"iya", bunda bela.
"makasih bunda", ayah bela langsung memeluk bunda dan melirik ke arah bela sambil tersenyum lalu mengacungkan jempolnya 👍 yang dibalas sama oleh bela.
"tuhkan apa aku bilang bunda itu perkataan sama perbuatan nggak pernah sejalan katanya mau nyuruh ayah tidur diluar baru juga segitu langsung luluh", batin bela.
"udah udah jangan pelukan terus gak nyadar apa anaknya jomblo", kata bela sambil mengerucutkan bibirnya.
"hehe, oh iya ayah punya sesuatu buat bunda", lalu ayah bela membawakan bunga yang tadi ia petik dihalaman rumah, "nih untuk bunda yang cantik".
"wah bunga, eh tapi kaya kenal ini kan", sambil mengingat bunda bela melihat dimana.
"ayah ganti baju dulu ya", kata ayah bela sambil berjalan menjauh sebelum kena semprot omelan bunda.
"AYAH,,,,,, inikan bunga bunda, dasar nggak modal banget sih romantis dikit ke", kata bunda setengah berteriak, bela yang melihat itu hanya menepuk jidatnya.