My Most Beautiful Ex

My Most Beautiful Ex
eps.2 memikirkan mu



disebuah ruangan persegi tampak seorang lelaki yang sedang bermain game dan berhenti karena terpikir sesuatu,"bela sedang apa ya??"


"ah kenapa aku jadi memikirkan si nenek lampir cerewet". ya laki laki itu adalah rey, Rey yang saat itu sedang asik bermain game dikamar nya, tiba tiba teringat wajah imut bela,mata yang bulat, hidung yang sedikit mancung, pipi cabi, rambut pendek sebahu terlihat sangat menggemaskan.


"rasanya aku ingin mendengar suara cerewetnya nenek lampir, apa aku telepon saja, tapi ini sudah malam pasti ia sudah tidur". ia pun berpikir sesaat, lalu mulai mencari nomor telepon bela.


"mana lagi nomornya,,,,,,nah ketemu".


"telepon".


"nggak".


"telepon,ngg,,,, yah ke pencet harus ngomong apa ya, oke rey tenang!!".


Rey berbicara sambil menghitung jari tangan pada itungan ke 5 itu keputusannya, tapi sebelum ke 5, tangannya tak sengaja memencet nomor bela dan akhirnya ia meneleponnya, Rey memang ingin mendengar suara bela tapi rey bingung harus berkata apa.


Tut Tut Tut Tut🎶 suara hp Rey


"kenapa lama sekali, dasar kebo pasti dia udah tidur".


* * * *


dilain tempat, tepatnya dikamar bela, bela yang saat itu baru saja tertidur harus terbangun lagi karena hpnya berbunyi menandakan ada panggilan masuk.


tring tring tring tring🎶 hp bela berbunyi keras.


"yaelah baru juga otw mimpi udah ada yang gangguin, siapa sih malem malem gini ganggu gue, pake acara nelpon emang gak bisa besok lagi gitu kaya ada hal penting aja." dilihatlah layar hpnya dan bertuliskan "cowo rese".


"ni cowo bisa gak sekali aja nggak gangguin gue, pasti hidup gue tenang".


belapun menggeser tombol berwarna hijau yang berarti ia menerima telepon rey.


"eitss,,,,, salam dulu napa, lo kalo ngomong gak ada Titik komanya ya".


"iya assalamualaikum,mau apa Lo nelpon malam malam gini".


"Waalaikumsalam, gak ada apa apa sih cuma gabut aja".


"hidup Lo gak ada kerjaan banget ya, emang harus gitu nelpon gue malam malam cuma buat ngilangin gabut Lo". jawabannya dengan ketus.


"hehe ya maaf, gue kira Lo belum tidur soalnya baru jam segini,ehh gue lupa Lo itukan hobinya tidur sama makan pantes gendut". ntah kenapa mengganggu bela membuat Rey senang.


"apaa lo bilang gue gendutt,, dasar cowo rese nyebelin banget si Lo udah gangguin gue ngatain lagi, udah ah gue mau tidur ngantuk, good bye". belapun mematikan telepon nya.


"dasar orang gak waras, gangguin orang tidur hanya karena gabut kurang kerjaan banget, kalo anak kucing udah gue jewer dah, tapi sayangnya dia anak manusia secara badannya aja besar gimana cara jewernya coba,, hhaha bela bela ". gumam bela yang tampak kesal karena mimpi indahnya terganggu.


"tunggu dulu woy, yaelah ni bocah belum selesai ngomong udah dimatiin aja, lagian kenapa gue nelpon dia sih"


"tau ah bingung gue, mending sekarang waktunya bobo cantik, eh salah bobo ganteng maksudnya secarakan gue ganteng,haha". Rey berbicara memuji dirinya seakan ia ganteng.


tapi memang ganteng, hehe🤭


reypun membaringkan tubuhnya diatas kasur yang bergambarkan spiderman lalu mematikan lampu dan menatap langit langit kamarnya, suasana hening yang membuatnya tenang sehingga perlahan lahan namun pasti ia terlelap tidur menuju alam mimpi.


* * * *


sore itu bela berdiri didepan gerbang sekolah menunggu angkot untuk pulang ke rumahnya, ia pulang sore karena ada tugas dari guru BP untuk membantu menyalin absensi orang orang yang suka bolos dan suka minggat.


"aduh udah sore gini kenapa belum ada angkot lewat, trus gue harus pulang gimana masa jalan kaki kan gak mungkin tapi kalo gue tetep disini ntar keburu magrib gimana dong".