
pagi ini adalah pagi yang membosankan bagi seorang arabella yang bangun kesiangan dan tidak sempat sarapan, apalagi jika bertemu rey tambah membosankan menurutnya, ia memang sedikit tidak suka dengan cowo itu, bela akui rey memang ganteng tapi sikapnya yang mudah dekat dan akrab dengan perempuan membuat bela berfikir bahwa rey playboy dan suka mainin perempuan, jadi dia selalu bersikap dingin, galak,namun cerewet, tapi anehnya walaupun bela bersikap seperti itu rey selalu ingin mengganggunya.
"uhh,,, gara gara bangun kesiangan gak sempet sarapankan, yaudalah ke kantin dulu cari sarapan". baru beberapa langkah saat bela ingin keluar, benar saja ia berhadapan dengan rey yang berjalan masuk. "kenapa sih pagi pagi gini harus ketemu cowo rese tambah badmood aja" batin bela.
"awas dong rey gue mau keluar jangan halangin jalan gue", bela.
"dih siapa juga yang pengen ngehalangin jalan lo", Rey.
"lah itu lo berdiri dihadapan gue",Bela.
"ya karna gue mau masuk",Rey.
"gue juga mau keluar", Bela.
merekapun kembali berjalan namun keduanya melangkah kearah yang sama saat bela berjalan ke arah kiri reypun ke arah kiri dan saat rey ke kanan belapun ke kanan.
"Reyhan!!!" teriak bela dengan nada cemprengnya
"apaan sih telinga gue masih berfungsi dengan baik, gak perlu teriak teriak bela", kata Rey sambil menutup telinganya.
"lo jalan yang bener dong jangan ngikutin gue mulu", bela berkata dengan memasang wajah kesal sambil mengangkat tangan ke pinggang.
Rey tersenyum usil , "tadi gue jalannya bener, tapi pas liat Lo gue jadi gagal fokus abisnya Lo cantik banget deh hari ini".
"apaan sih", kata bela kemudian mendengus mengelilingi tubuh rey," hmm,,,,, gue cium bau bau yang tak sedap nih biasanya kalo udah puji puji gue kek gini pasti ada mau nya, ya kan ngaku lo", lanjutannya.
"tau aja Lo, gue cuma mau bilang bantuin kerjain tugas mtk yaa biar ga kena omelan Bu ai yang bikin pusing tujuh keliling", Rey.
bela berlalu menuju kantin dengan melambaikan tangannya, tetapi rey tetap mengikuti setiap langkah bela.
"ahh lu gak asik, kasihanilah temanmu yang tampan ini siapa lagi yang mau bantuin gue hiks hiks hiks", Rey pura pura menangis tanpa air mata.
"gue bingung deh,,, lo yang katanya itu ganteng, banyak yang suka, punya banyak gombalan receh, tapi buat tugas aja kenapa orang lain yang harus ngerjain, kali kali otak Lo pake mikir yang bener napa ,dasar malas".
"bukan malas, tapi di otak gue cuma ada nama Lo jadi gak bisa buat mikir yang lain", Rey tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya.
"au ah gelap, ngomong sama lo cuma buat gue naik darah", Bela.
"gimana??bantuin gue yaa, Lo kan tau kalo Bu ai ngomel udah kaya ustadz lagi ceramah, ngomongnya juga pake rumus panjang kali lebar ditambah suaranya keras banget kaya pake toa masjid", rey memasang wajah memelasnya.
Tanpa rey sadari Bu ai sudah berada dibelakangnya menguping yang dibicarakan rey, kala itu Bu ai yang akan memesan beberapa kue ke pihak kantin untuk disajikan dalam penyambut tamu kepala sekolah mendengar namanya disebut sebut kemudian mendekati asal suara.
bela yang akan menjawab terkejut
"hayoh pagi pagi Udeh ada yang berduaan aja nihh", kata intan yang baru datang ke kantin bersama ria.
"iya nih tumben kalian adem ayeum biasanya kaya tom&Jerry berantem terus kerjanya" , Ria.
* * * *
happy reading 😇
mohon maaf masih banyak kekurangan karena ini novel pertama saya.