My husband is my teacher

My husband is my teacher
Episode 10



Pesta sudah selesai sejak 30 menit yang lalu dan Lily belum menampakan batang hidungnya, Liine dan Candy berusaha menghubungi Lily namun Lily tidak mengangkat satu panggilan dari mereka berdua. Raizel yang melihat wajah kekhawatiran Candy lantas bertanya, "kamu kenapa?" Tanya Raizel.


"Ah gak apa-apa kok kak." Sahut Candy, ia tidak ingin melibatkan kakaknya ke dalam masalahnya.


"Kamu tidak pulang ke rumah? Nanti orangtua kamu nyariin kamu." Tanya Raizel kepada Liine.


"Anu pak, ini saya mau pulang kok." Sahut Liine karena bingung mau jawab apa kepada Raizel dan Raizel hanya menganggukan kepalanya lalu menjauh dari sana.


"Gimana nih Can?" Tanya Liine, "gue juga gak tau." Sahut Candy, "atau Lily udah pulang ke rumah terus ketiduran makanya dia gak angkat telpon dari kita." Tebak Candy yang berusaha berpikir positif tentang menghilangnya Lily dari pestanya secara tiba-tiba.


"O iya, ya. Bisa aja benera apa kata lo." Sahut Liine yang berusaha berpikir positif mengenai Lily.


"Ya udah gue pulang dulu. Salam buat Bonyok ama Mr. Raizel dari gue." Pamit Liine dan di balas sahutan kata "oke" dari Candy.


Setelah Liine pergi Raizel menghampiri sang adik, Candy. "kamu kenapa sih dari tadi?" Tanya Raizel heran.


"Enggak kok, kak aku ke kamar dulu. Bye." Pamit Candy dan lansung pergi meningalkan Raizel di ruang tamu yang sempat menjadi ruangan pesta ulang tahun Candy tadi.


Raizel tak ambil pusing, ia lantas pergi menaiki tangga menuju kamarnya yang ada di lantai dua. Saat ia memasuki kamar nya ia langsumg merebahkan tubuhnya di atas. Hari ini ia sangat lelah karena harus menjemput Nyonya dan Tuan besar Di ke Amerika hanya untuk menghadiri pesta ulamg tahun sang adik yang ke 17 tahun.


Entah mengapa ada yang berbeda hari ini di kamarnya ia merasa ada orang lain di kamarnya, tapi hal itu langsung di tepis dari pikiran nya dan hanya menganggap itui sebuah halusinasi saja dan ia mulai tertidur dengan keadaan baju yang belum di ganti dan kamar yang gelap karena Raizel tak suka cahaya terang saat berada di kamar.


Malam telah lewat dan sekarang pagi telah datang. Kamar yang awalnya sunyi senyap berubah menjadi sedikit bising akibat suara dering handphone. Sang empu handphone lantas terusik dengan suara dering handphone nya tersebut dan mau tak mau ia harus bangun.


"Iya?" Ucap sang empu, Raizel.


"Pagi, ini gue Muzaka." Sahut orang yang menelpon Raizel.


"Hmn." Raizel hanya membalas deheman saja.


"Liat aja nanti, ntar gue usahain." sahut Raizel lalu langsung memutuskan sambungan telpon itu secara sepihak.


Raizel meletakkan handphone nya ke atas meja yang ada di samping tempat tidurnya tanpa bangkit dari rebahannya, lalu ia merentangkan tangannya dengan posisi yang sama, yaitu rebahan. Tapi entah mengapa ada yang mengganjal, saat ia merentangkan tangannya ia menyentuh sesuatu. Raizel terpaku saat ia merasakan ia menyentuh sebuah rambut yang panjang dan lembut. Rsizel tampak berpikir dengan tangan yang masih berada di sela-sela rambut tersebut. Tampa pikir panjang lagi, Raizel dengan segera beranjak dari tidurannya dan langsung melangkah ke arah saklar lampu yang ada di kamarnya


Tak


Betapa terkejutnya Raizel saat kamarnya sudah terang benderang ia mendapati seorang gadis tertidur lelap di atas kasurnya dengan nyenyaknya. Gadis itu masih mengenakan dress mini, apakah gadis itu salah satu tamu undangan pesta sang adik tadi malam? Pikir Raizel.


Raizel tak dapat mengenali siapa gadis yang ada di atas kasurnya itu karena wajahnya yang tertutupi helaian rambutnya yang panjang. Raizel mulai melangkahkan kakinya mendekat kearah gadis itu, entah mengapa ia merasa panas dingin karena ia takut kalau-kalau orang tua nya masuk dan mengira sudah teerjadi sesuatu.


Raizel menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah gadis itu secara perlahan dan untuk kesekaliannya ia terkejut dan membelelakan matanya saat mengetahui siapa gadis yang tidur di atas kasurnya itu. Dia, gadis yang selalu membuat onar di sekolahan, dia gadis yang suka menjailinya dan dia adalah Leousy Lily Iskandar!


Tok tok tok


"Kak, buka pintunya dong!" Teriak Candy yang ada di luar kamarnya. Raizel langsung menolehkan kepalanya ke sumber suara, bisa gawat nanti kalau adiknya tau. Lalu Raizel menutupi seluruh tubuh Lily dengan selimut yang ada hingga tubuh Lily tak nampak lagi.


Raizel melangkahkan kakinya kearah pintu lalu membukanya, "ada apa?" Tanya Raizel datar bersikap seperti biasa.


"Pinjem laptop dong kak."


"Punya kamu mana?"


"Rusak." Sahut Candy dengan cengirannya.


Raizel menghela napas, "sebentar." Raizel masuk ke dalam kamarnya lagi lalu mengambil laptop yang ada di mejanya.


"Nih, tidak ada yang lain lagi kan?" Candy mengangguk lalu pergi setelah mengucapkan kata terima kasih kepada Raizel.