My husband is my boss

My husband is my boss
dua



seperti hari hari biasa,aurel yang tengah bersiap untuk datang ke kantor milik sang ibu,namun lagi lagi kepalanya terasa pusing dan pucat tapi ia berusaha untuk tidak menampakkannya.


skip...


"pagi semua."ucap aurel yang ada di meja makan.


"pagi,."jawab mereka bersamaan.


"aurel,kok kamu pucat sih,kamu sakit nak."tanya sang ibu yang mulai khawatir.


mendengar perkataan dari kerlin,semua ikut menoleh ke aurel.


"gak kok ma,aurel gak apa apa cuam mungkin bedak aurel aja yang tebal."elak aurel.


"kamu serius rel,."tanya papanya yang ikut khawatir.


"serius kok,lagian hari ini aurel juga bakalan masuk kerja."jawab aurel bersemangat.


"yaudah kalau begitu,papa sama mama jam 11 bakaln ke bandara,kalau bisa kalian antar mama.sama papa ya."harap kerlin.


"ya ma."jawab ketiganya kompak.


setelah selesai sarapan,amanda,alea,dan aurel bergegas menuju kekantornya.


aurel emang berniat untuk naik angkutan umum bersama saudaranya.


tak lama kemudian,aurel sampai di perusahaan mamanya yang bernama sanjaya grup,emang mamanya sudah memberi tahukan kepada seluruh karyawan tersebut,bahwa aurel akan menggantikannya.


sampai di dalam,aurel disambut ramah oleh karyawan tersebut.


begitu juga dengan amanda,yang juga di sambut ramah oleh keryawan di lerusahaan sang ayah


lain dengan alea,yang di tahan oleh satpam di sana,


huh,makin lama kepala gue makin sakit,."keluh aurel dari dalam ruangan.


tak terasa,jam sudah menunjukkan pukul 10.30,aurel bergegas untuk menjumpai orang tuanya di bandara.


"sella,keruangan saya sekarang."ucap aurel dari telpon.


tak lama kemudian,sella selaku asisten mamanya dulu.


"permisi bu,ada apa ya manggil saya."tanya sella.


"saya akan pergi sebentar,tolong kamu cek beberapa berkas yang belum sempat saya liat ya."ucap aurel lembut.


"baik bu."balas sella.


"saya pergi dulu."ucap aurel meninggalkan ruangannya.


sama halnya dengan amanda dan alea,mereka juga akan menuju bandara untuk mengantarkan orang tuanya.dan berpamitan sebelum mereka berangkat.


"kak manda,alea."ucap aurel.


"apaan."tanya alea sebal.


"ih,sumpah sebel gue,masa iya gue baru datang di butik mama,langsung di tahan oleh satpam,padahal udah gue bilang gue anak daei nyonya kerlin sanjaya,yang akan menggantikan mama,ehh dia malah nyuruh kasih ktp,kan sebel."ucap alea dengan sebal


amanda dan aurel tertawa mendengarkan cerita dari alea.


"yaudah yuk,cari mama sama pap."ajak amanda.


"yuk."jawab aurel dan alea.


skip....


setelah keberangkatan mama dan papanya,mereka kembali ke kantor masing masing,sedangkan aurel masih menunggu angkot atau taxi yang akan lewat.


skip....


tak lama kemudian,aurel sampai di kantornya.


setelah sampai di ruangannya,aurel menelfon sella untuk membawa semua berkas yang harus ia tandatangani.


"halo sella,kamu keruangan saya sekarang,dan bawa berkas berkas yang saya tinggalkan tadi."perintah aurel dengan suara yang tenang.


"baik bu."jawab sella singkat.


tak berapa lama,sella datang dengan membawa beberapa berkas yang sempat ia tinggalkan tadi.


tok...tok(anggap aja suara ketukan pintu)


"masuk."ucap aurel singkat


"permisi bu,ini berkas yang ibu minta,."ucap sella ramah dan tenang.


"am,sella,jangan panggil saya dengan sebutan 'ibu' saya masih muda."ucap aurel bercanda.


"teruas saya mau bilang apa ya bu."jawab sella bingung.


"panggil aja mbak aurel,ya mella."ucap aurel tenang.


"baik bu,,ehh mbak."ucap sella cengengesan.


"ya udah,terima kasih ya sella."ucap aurel


"sama sama mbak,saya permisi dulu ya."pamit sella.


aurel memeriksa berkas berkas tersebut dengan seksama,hingga akhirnya ia lupa memberi kabar pada kakak kakaknya jika ia akan pulang agak telat.


22.00 wib.


"huh,selesai juga,udah malam lagi,pasti kakak sama alea cemas."khawatir aurel.


aurel bergegas meninggalkan kantornya dan berjalan hingga ada ojek yang lewat.


sekitar setengah jam aurel berjalan,namun tak ada kendaraan yang berlalu lalang,ya karena sudah larut malam,akhirnya ia berjalan hingga jam 23.00 wib,ia sampai di mansion keluarganya,dan tentu,kakak dan kembarannya,menunggu hingga mereka terlelap di ruang tamu.


karena tak tega membangunkan sang kakak,aurel pun ikut tidur dengan mereka di ruang tamu.