
...****************...
......................
..."Cinta itu omong kosong...
...tapi tidak dengan KAMU...
...Bahagia itu diciptakan...
...tapi tidak dengan bahagiaku dan KAMU...
...Semua doktrin terpatahkan karena KAMU...
...Entah Tuhan menciptakan Kamu untuk siapa tapi bagiku sekarang kamu adalah definisi indah yang sesungguhnya...
...Semua begitu cepat.......
...Beralur semestinya tapi lebih instan...
...Bahkan sampai detik ini aku masih tidak mengerti,...
...Mengapa Kehadiranmu mengubah pola fikirku???"...
......................
...****************...
"Ga???? lama banget sih dandanya"
"Bentar lagi bang tungguin."
"Jalan sama abang aja udah kek mau ke kondangan lama banget dandan"
"iya maaf nih udah kelar" jawab Rega menghampiri Elang
"Ngapain sih dandan segala emang mau pemotretan apa"
"Ihhh Abang kan ini first time ngedate sama pacar akoooh yang ganteng ini ya harus cantik dong"
"Yaudah ayok jalan, kita naik motor aja ya?"
"Ok bang jalan kaki juga gapapa asal sama abang"
"Ehhh serius gapapa mau jalan kaki??? yaudah ayok kita jalan"
"Ihhhhh abang... ayok asal Rega gendong ya?"
"Ogah!.... "
"Jahat gendong pacarnya gamau"
"Yaudah nih pake helmnya gausah jalan kaki encok punggung abang nanti gendongin kamu"
"Hahahahah Let's go!!!!" Ucap Rega sumringah.
Rega dan Elang akhirnya bisa jalan-jalan layaknya pasangan muda pada umumnya, Rega pasrah kemanapun Elang membawanya pergi karena bagi Rega hanya bersama Elang Ia bisa merasakan ketenangan.Hingga akhirnya mereka berhenti di suatu tempat yang membuat Rega takjub.
"Bang... kita mau kesini????" dengan senyum dan hati yang takjub Rega memandangi tempat yang akan mereka singgahi.
"Iyah yuk kita masuk ... banyak hal yang bisa kita jadiin pelajaran kalo kita masuk"
Elang menggandeng tangan Rega dengan lembut.
Setibanya di pekarangan tempat itu kehadiran mereka ternyata telah disambut ramah oleh anak-anak dengan sumringah mereka bergantian menyalami Elang sambil menyebut namanya.
"Abang Elang datang asyiiikk" ucap anak-anak itu.
Sungguh pemandangan yang sangat mengharukan. Rupanya Elang membawa Rega ke Panti Asuhan. Tempat yang sangat berarti untuk anak-anak kesepian tanpa orang tua.
"Adik-adik kenalin ini namanya kakak Rega, cantik kan???" ucap Elang
"Selamat datang kakak Rega, kakak Rega cantik sekali" ujar anak-anak dengan kompak.
"Terimakasih semuanya" Rega menjawab dengan malu-malu perlakuan anak panti disini sangat sopan sekali.
Tak selang beberapa lama Ibu pengasuh panti keluar menyambut mereka
"Eh nak Elang,ayo masuk nak... ini siapa cantik sekali??? Ucap Bu panti seraya menggoda Elang yang belum pernah membawa wanita ke panti.
"Salam kenal Bu Saya Rega" Sambung Rega.
"Salam kenal juga nak saya Lisna, nak Rega ini cantik sekali ya Lang? Akhirnya Elang kesini bawa pacar juga"
"Ah Ibu ini bisa aja, oh iya bu Gladis mana???" tanya Elang.
"Gladis ada di dalam main piano ayo bawa masuk nak Rega juga Lang, sekalian diajak jalan-jalan keliling panti Ibu mau nyiapin makan buat kalian semua dulu ya, ibu tinggal dulu." ucap Bu Lis dengan ramah.
"Ah iya bu, Ayo Ga..." Sambung Elang dengan menggenggam tangan Rega.
Rega tersenyum dan mengikuti Elang yang mengajaknya berkeliling area panti, ruangan demi ruangan mereka jelajahi.Panti ini sangat luas berbeda dengan panti biasanya.Di panti ini semua fasilitas sangatlah lengkap dengan nuansa segar pepohonan yang menghijau dan rindang.Desain dan ornamen disini juga sangat unik, dengan dominan warna pastel membuat suasana semakin nyaman.
Elang terus menggenggam tangan Rega dengan lembut, detail setiap ruangan dan fungsinyapun Elang jelaskan dengan rinci kepada Rega.Pantas saja Panti ini dinamakan "PANTI GARUDA", Rupanya ini adalah panti yang dibangun sendiri oleh Elang.
Elang dengan sejuta rahasianya selalu membuat Rega terkagum-kagum.
Setelah berkeliling lama mereka beristirahat sebentar bersama anak-anak panti yang lain.
"Ga... bentar abang mau ke Bu Lis yah ada beberapa hal yang mau abang diskusiin, sebentar doang ya"
"Iyah bang, lama juga gapapa kok Rega tungguin" jawab Rega dengan santai.
"Bentar kok sayang" ucap Elang sembari mengelus kepala Rega
"Ecieeeeyyyyyyy Kakak Rega sama bang Elang pacaran" ucap Yayan salah satu anak panti yang sangat ceria sekali.
Wajah Rega memerah dengan senyum di bibir manisnya,kepolosan Yayan membuat Rega tak berkutik.
"Hushhhh masih kecil ga boleh bilang pacar-pacaran Abang bilangin Bu Lis nih biar Yayan suruh minum banyak susu biar cepet gede abisnya bahas pacar-pacaran mulu udah kaya orang gede aja" Ucap Elang meledek Yayan yang tidak suka susu.
"Huuu Bang Elang beraninya ngadu huuuu, Kakak Rega Bang Elang tuh". Rengek Yayan yang manja.
"Udah udah, Abang jangan gitu dong sama anak kecil kok diladenin ih, sanah katanya mau ngobrol sama Bu Lis kan, Rega gapapa kok disini sama anak-anak", ucap Rega mencoba menenangkan suasana.
"Yaudah iyah abang kesana dulu ya, Yayan awas loh kalo nakalin Kak Rega." ledek Elang ke Yayan.
"Ih apaan yayan kan anak baik, mau temenan sama kak Rega, lagian enak main sama kak Rega cantik baik lagi ga kaya bang Elang udah galak ngaduan huuuu" sambung Yayan dengan polosnya.
"Oke oke gamau main sama abang lagi ya?? yaudah abang ga akan kesini lagi" canda Elang
Sambil menangis Yayan meminta maaf kepada Elang, Ia tak bermaksud menyinggung Elang, sifat polosnya menganggap gurauan Elang adalah hal serius.
"Bang Elang maafin Yayan, jangan tinggalin Yayan bang, maafin Yayan, Yayan sayang sama bang Elang, disini kita semua cuma punya Bu Lis sama Bang Elang, maafin yayan bang"
Melihat kasih sayang Yayan yang tulus kepada Elang membuat Rega terharu sekaligus geram kepada Elang karena sudah membuat Yayan menangis karena candaanya.
Rega memeluk Yayan yang terus menangis,
Yayan adalaha anak disabilitas dengan cacat fisik pada kaki kirinya hingga Ia selalu menggunakan tongkat, meskipun dengan kondisinya yang sangat memilukan Yayan adalah anak yang paling ceria dengan paras cantik lucu nan menggemaskan usianya baru 6 Tahun tapi sikapnya sangat dewasa dibandingkan anak seusianya.
Sambil meneteskan air mata Rega memarahi Elang
"Abang nih apaan sih, sama anak kecil becandanya kelewatan kan kasian yayan bang, abang kan gak ngerasain hidup sendirian kaya Yayan! Abang cepet minta maaf".
Elang justru tersenyum melihat Rega yang menangis seperti itu, Elang pun mengelus rambut cantik yayan sembari berkata
"Abang ga akan tinggalin Yayan dan kalian semua, maafin abang ya Yan???
tadi abang cuma bercanda, udah jangan nangis gitu dong anak baik nanti ga cantik lagi lihat tuh nanti kaya Kak Rega kalo nangis kaya nenek lampir tau, Udah yah jangan nangis lagi Abang juga sayang kalian semua, sekali lagi maafin abang ya Yan???" ucap Elang berusaha menghibur Yayan.
"Yan maafin kok Yan kan sayang abang dan yan juga minta maaf ya bang??? Yan janji jadi anak baik bang" jawab Yayan sesenggukan.
"Iyah sayang....Yan main sama Kak Rega dulu yah???" Ucap Elang sembari mencium kepala Yayan yang sangat menggemaskan.
"Ok Abang" Jawab Yayan yang mulai tersenyum kembali.
"Sekarang Rega tau kan yang hidup sendirian bukan cuma Rega??? coba liat Yayan dan anak-anak panti lainya disini.Hidup mereka jauh lebih keras dibanding Rega apalagi Yayan dengan kondisi seperti itu, Harusnya kita malu Ga sama mereka.Mereka masih kecil tapi mereka bisa ikhlas menerima takdir Tuhan yang getir.Dengan kepolosan dan keceriaan mereka itu yang buat abang selalu bersyukur dan semangat ngejalani hidup yang gak seberat jalan hidup mereka, ambil hikmahnya ya sayang jangan pernah ngerasa sendiri karena Tuhan selalu ada untuk kita dimanapun berada, udah jangan nangis lagi yah Rega masih punya Abang kan???? Abang kesana dulu yah sayang jangan nangis lagi ok??" sambil mengelus kepala Rega Elang beranjak pergi menuju Bu Lis.
Mendengar kalimat bijak Elang membuat Ia tersadar, rupanya Elang sengaja membawanya kemari supaya Rega berfikir ujian yang Ia hadapi masih belum seberapa berat dibandingkan apa yang sudah dialami anak-anak panti disini. Bersyukurlah Rega memiliki Elang yang selalu membuatnya bangkit dan perlahan memahami arti hidup.
Rega menyeka air matanya dan menemani anak-anak panti bermain dengan senang hati.
...****************...
...~Bersambung~...