
...----------------...
..."Kemarin.......
...Hari ini.......
...Besok.......
...Lusa........
...Waktu tetap berjalan sebagaimana mestinya...
...Kemarau......
...Hujan.......
...Musim juga berganti sebagaimana mestinya...
...Tetapi tidak dengan perasaanku yang masih tetap melaju dengan rasa dan orang yang sama...
...Semua beralur dan terikat dengan takdir...
...Lantas apakah takdirku dan takdirmu akan bersatu menjadi takdir kita????"...
...----------------...
Perasaan dan logika memang terkadang berbanding terbalik dengan keadaan ataupun peristiwa yang terjadi,Sama halnya dengan yang dirasakan Rega saat ini.Semalaman hati dan fikiranya kacau menghantuinya hingga pagi berganti.Gejolak hasrat jiwanya yang sedang berbunga-bunga dengan sikap Elang yang mulai terbuka kini justru hancur seketika dengan perdebatan hatinya sendiri.Entah apa yang sebenarnya terjadi tapi Rega masih berharap bahwa Elang memang benar menyukainya.
Beragam pradugapun muncul dihatinya.
Siapa Aku baginya????
sejuta pertanyaan dibenak Rega semakin membuat hatinya tak karuan.
Rega masih bermalas-malasan di kamarnya dengan dilanda kegalauan Ia masih terus saja melihat layar ponsel untuk menunggu kabar Elang.Hati kecilnya bergemuruh menahan sesak karena peristiwa yang terjadi tapi Logikanya tetap bisa berfikir jernih,hingga hal yang dinantikan akhirnya datang.
Elang memberinya pesan.
Elang
Pagi...
Rega dimana???
^^^Rega^^^
^^^Ya....Di rumah^^^
Elang
Udah sarapan??
^^^Rega^^^
^^^Udah^^^
Elang
Tumben jutek, kenapa????
^^^Rega^^^
^^^Gapapa Tuan Pewaris Wijayandhanu Group, selamat atas hubungan kalian^^^
^^^🙏🙏🙏^^^
Elang
Jangan kemana-mana Abang kesana sekarang!
Rega masih diam dikamarnya dan mengabaikan pesan Elang dengan santainya, tetapi sungguh di hatinya penuh harap agar Elang segera datang dan menjelaskan semua kepadanya.Elang yang merasa curiga dengan sikap Rega yang aneh langsung bergegas menuju rumah Rega.Kekhawatiranya semakin menjadi saat Rega menyinggung statusnya tentang Wijayandhanu Group.Tanpa berfikir panjang Elang menuju apartemen Rega dengan terburu-buru.
Selang 30 menit kemudian Elang sudah tiba di depan pintu apartemen Rega.Jarak yang lumayan jauh dari tempat Elang tidak dijadikan penghalang baginya untuk segera menemui Rega.Dengan mengendarai motor kesayanganya Elang menempuh waktu dengan sangat cepat.
Dipencetlah bel apartemen Rega berkali-kali.
Rega yang mengetahui itu adalah Elang segera membukakan pintu dan mempersilahkan Elang untuk masuk.
Rega bersikap dingin kali ini, padahal biasanya setiap kali Elang datang Rega selalu sumringah.Tanpa banyak bicara dan terkesan menjauh Rega menatap Elang dengan sinis, menunggu Elang membuka pembicaraan.Bibir Rega kelu padahal ingin sekali dia berteriak memaki Elang tetapi Hatinya sesak hingga sulit sekali terucap sampai pada akhirnya Elang membuka pembicaraan.
Dengan nada lirih dan lembut Elang mengawali perbincangan mereka.
"Rega????" Ucap Elang dengan lembut.
Rega menjawab dengan dingin
"Ya... kenapa???"
Elang paham betul dengan sifat Rega yang sedikit kekanakan Ia mencoba membujuk Rega dengan sabar
"Abang tau Rega marah tapi coba kasih Abang kesempatan buat jelasin" Ucap Elang.
Masih dengan intonasi dingin sembari menahan air mata yang hampir tumpah dipelupuk matanya Rega menjawab
"Apa yang perlu dijelasin sih bang... semuanya udah jelas kan??? kenapa selama ini abang ga pernah bilang ke Rega??? Rega malu bang!"
Melihat ekspresi Rega yang menupahkan segala perasaan dan kekesalanya Elang merasa sangat bersalah, Elang menatap mata Rega yang mulai meneteskan air matanya.
Elang tau kekecewaan Rega terhadapnya tetapi Elang tak tinggal diam, Dia mencoba menjelaskan dengan penuh kelembutan.
"Rega dengerin Abang, Maaf Ga...
Abang ga ada maksud bohongin kamu
Terus ga ada gunanya juga abang kasih tau kamu siapa abang sebenernya.
Buat apa sih status dan materi dipublikasi Ga... justru itu makin buat orang mau deketin kita dengan maksud dan tujuan tertentu, Rega cukup kenal Elang yang seperti ini dan apa adanya ga perlu berpikir siapa Elang yang sebenarnya karena bagi Abang cukup Rega yang tau sejatinya Elang seperti apa tanpa menilai materi dan status sosial dan ekonomi.Dan satu hal lagi yang perlu Rega tau Reichel Lee itu memang sudah seperti saudara bagi abang,
Abang sama sekali ga ada hubungan Ga..
Abang cuma jemput dia dan bahas bisnis Ayah udah gitu doang gada hal lain dan tolong mulai sekarang Rega jangan langsung percaya dengan berita di media, ya memang aku akui kalau opini publik mengarah ke hubungan kami tapi Rega tolong percaya Abang kali ini." Terang Elang dengan gamblang sembari memegang tangan Rega yang dingin dan gemetar.
"Abang tau ga gimana rasanya Rega nahan kesel nahan nangis liat berita kek gitu???
Abang mikir ga sih gimana rasanya dibaperin cowok yang disayang terus tiba-tiba ada isu kalo cowok itu punya pacar???
Ya emang sih bang Rega ga sebanding kalo dibandingin sama Reichel, tapi kan Rega juga punya rasa yang harus Rega perjuangin sampai ada kejelasan.Tolong Abang ngertiin Rega" Ucap Rega sembari tersedu menahan tangis yang semakin tak terbendung.
Elang semakin merasa bersalah, Kembali dengan sabar Dia menjelaskan kepada Rega
"Maaf Ga.... Maaf kalo sikap ku keterlaluan sampe buat kamu begitu dalam terjebak perasaan, Demi Tuhan kamu bukan permainan Ga" Ucap Elang dengan tetap menggenggam kedua tangan Rega.
Pernyataan Elang membuat Rega semakin menjadi-jadi dan hanyut dengan perasaanya sendiri, sedikit kelegaan terpancar di mata Rega karena Elang mengatakan dan mengakui kesalahanya bahkan Elang dengan terbuka menjelaskan apa yang terjadi tetapi Rega masih bertanya-tanya sebenarnya bagaimana perasaan Elang terhadapnya.
Dengan tegas Rega bertanya.
"Kalo bukan permainan Siapa Aku Bagimu????" Ucap Rega dengan tatapan Tegas kepada Elang.
Elang mengerti maksud pertanyaan tersebut adalah meminta pengakuan perasaan Elang terhadapnya.Segera Elang merendahkan duduknya dan menatap Rega begitu dalam.
Pandangan mata Elang sangat tenang tapi hatinya berdebar kencang.Sorot matanya memancarkan perasaan yang begitu dalam dan akhirnya Elang berani mengakui perasaanya kepada Rega.
"Aku bukan tipe lelaki yang banyak bicara
Aku harap kamu bisa menerka dari bagaimana caraku menyikapi kehadiranmu, seharusnya kamu sudah bisa memahami caraku mencintaimu berbeda dengan yang lain.
Kamu masih bertanya siapa kamu bagiku Ga?????
Dengar baik-baik Rega Reswati Bharada
Maukah kamu menjadi kekasihku??? kesayanganku ???
dan cintaku???
dengan apa adanya diriku baik dalam suka maupun duka dan kuat dengan segala konsekwensi yang terjadi di massa mendatang???
jawab aku Rega!" Ucap Elang dengan mengharapkan cintanya dibalas oleh Rega.
Jantung Rega berdetak kencang seakan tak percaya ini benar-benar terjadi.Untuk pertama kalinya Rega memiliki perasaan begitu dalam kepada seorang pria dan akhirnya perasaan Rega berbalas.Seperti bunga yang baru mekar begitulah hati Rega saat ini.
Masih dalam keadaan tak percaya apakah ini mimpi atau nyata, Rega memandang Elang lebih dalam, sorot mata Elang nampak begitu menghanyutkanya hingga tanpa basa-basi Rega menjawab dengan frontal.
"Aku mau Bang....." Teriak Rega sumringah.
Elang merasa sangat bahagia, perasaanya kini menyeruak hingga debar jantungnya semakin tak menentu,Ia masih mencoba meyakinkan apakah ini benar-benar nyata terjadi.
Elangpun kembali bertanya.
"Serius???" Tanya Elang dengan menggenggam tangan Rega semakin erat.
"Rega serius bang" Jawab Rega dengan sangat cepat.
Sungguh inikah bahagia cinta yang sesungguhnya???
Elang tesenyum menatap Rega dan mengusap air mata Rega dengan lembut.
"Kalo serius sini peluk Abang" Pinta Elang sembari meregangkan kedua tanganya.
Rega segera memeluk Elang dengan eratnya.
Elang membalas pelukan Rega dan mencium kening Rega.
"Makasih Bang....." Ucap Rega yang masih dalam kehangatan pelukan Elang.
"Gak perlu bilang makasih, Jalan Tuhan memang unik dan istimewa untuk orang yang sangat istimewa sepertimu.
Mulai sekarang ingat statusmu bukan hanya pacar Elang dan milik Elang tapi kamu Segalaku Ga.....
Apapun yang terjadi ingat Ga... ada Elang yang selalu siap kapanpun dan berusaha ada bagaimanapun kondisinya." Tegas Elang mendominasi kepemilikan hatinya.
Rega sangat bahagia dengan senyum manisnya,Akhirnya mereka menjadi pasangan yang sangat ideal.
"Rega sayang Abang Elang" Bisik Rega di telinga Elang.
Elang bahagia dengan tingkah Rega yang lucu dan apa adanya itu.
"Abang tau itu... Kok pacar Elang buluk banget sih, Hayooo belum mandi yah???
peluk-peluk pacar kok belum mandi sih".
Ledek Elang menjahili Rega,Paras Rega memang sangat cantik meskipun tanpa make-up sekalipun,Elang memang senang sekali menjahili Rega,baginya Rega seperti anak kecil yang menggemaskan.
"Ihhhhh abang mulai deh, baru aja Rega seneng sekarang udah dibikin kesel lagi, Rega udah mandi bang!!!!" Gumam Rega dengan nada merajuk manja khasnya yang sangat membuat Elang tergila-gila.
"Hehehehhe... yaudah gih siap-siap kita keluar yuk.." Jawab Elang sembari mengelus rambut Rega.
"Mau kemana bang???"
Tanya Rega dengan Lembut.
"Kemana aja asal Rega seneng"
Jawab Elang sembari tersenyum bahagia menatap kelasihnya.
Rega segera bangkit tetapi tanganya masih digenggam erat oleh Elang.
Elang memang tampak enggan melepaskan Rega walau sebentar,bagi Elang kehadiran Rega adalah kebahagiaan paling sempurna di hidupnya saat ini.
"Ok tunggu ya bang" Jawab Rega sembari melepaskan genggaman Elang.
"Iyah jangan lama-lama" Protes Elang yang seakan tidak rela ditinggal Rega.
"Ok sayang" jawab Rega sembari mendaratkan ciumanya di pipi Elang.
Elang tersenyum bahagia.Tuhan memberinya anugrah terindah berupa kehadiran Rega yang kedepanya akan selalu ada untuk menghiasi hari-hari Elang.Kebahagiaan Elang sangat terlihat dari senyumnya yang nampak sangat lepas.
Setelah Rega selesai bersiap mereka berdua pergi menikmati hari pertama mereka menjadi pasangan kekasih, Rega yang terlihat kuat ternyata sangat manja dihadapan Elang, dan nampak sekali Elang begitu menikmati sikap Rega terhadapnya.Mereka berjalan-jalan menghabiskan waktu bersama dengan perasaan bahagia luar biasa.
...***************...
...~Bersambung~...