My Holy Promise

My Holy Promise
Dia Yang Selalu Ada



Rega masih terduduk diam tanpa kata dipelukan Elang setelah kejadian memalukan yang dialaminya,Meskipun Elang berusaha menenangkan Rega dengan segala perhatianya Rega masih tetap diam.


Elang yang paham betul dengan sifat Rega beranjak bangkit dan hendak mengambilkan minum untuk mencoba membuat Rega tenang, Belum sempat Berdiri Rega kembali menarik tangan Elang.


"Abang mau kemana??? jangan tinggalin Rega bang" (merengek layaknya anak kecil) ucap Rega.


Elangpun menjawab "Mau ambil aer... bentar..."


Rega menarik tangan Elang "Jangan pergi bang...." ujarnya.


Sontak Elang kaget dan melepaskan tangan Rega "Ihhh apaan sih manja banget, ambil aer doang gue gak akan pergi kemana-mana caelahh gamau banget ya ditinggal gue..??? wkwkwkwk" balas Elang.


Rega kembali membalas "Cih... yaudah sono!"


"Yee... ngambek dasar bocah gitu doang manyun". ucap Elang seraya tersenyum


"Jih... siapa yang bocah coba, gue udah gede!" Jawab Rega malu-malu.


"Yakin udah gede??? kalo udah gede tu sih kenapa nangis???" Balas Elang menggoda Rega yang sedang merajuk


Rega kembali membalas "Yahh kan manusiawi bang!!! abang ihhhh nyebelin". ujar Rega.


"Hehehhhee... yaudah jangan nangis lagi, gue gasuka fans gue cengeng gitu" sambung Elang cengengesan


"Apaan sih Bang! PD mu kelewatan!" Jawab Rega sembari memanyunkan bibirnya.


Elang kemudian bertanya "Wkwkwkkwkw tapi Lu suka kan???" ujar Elang.


Kontan Rega langsung menyangkal "Ihhhhhh.... Narsis!" balas Rega.


"Yee... biarin! Eh ga... tadi di kantor ada sedikit problem sekertaris Lu udah ngabarin kan???" Sambung Elang mengalihkan pembicaraan.


Rega menjawab dengan santai "Iyah tau udah beres kok, Bang bentar lagi kan kantor ultah,buat acara ultah kantor gue udah ada rencana sih Bang" Ucap Rega.


"Rencana apa??? jangan yang macem-macem tapi". Balas Elang.


Kesal dengan jawaban Elang Rega pun menjawab ketus "Belum juga cerita malah di skak gitu, kalo ada orang ngomong tuh dengerin!" ujarnya.


Elang yang paham betul dengan sifat Rega segera menenangkan seraya tersenyum "Iya iya.... apa Nona Bos punya rencana apa??" ucapnya.


Rega kembali menyambung pembicaraan "Emmmm gimana kalo kita buat bazar amal???".


Elang pun menjawab "Bazar amal yang gimana dulu??".


Dengan semangat Rega Mencoba menjelaskan "Itu loh Bang kita buat acara lelang produk kita nah hasil dari pelelangan kita sumbangin gimana???". Tegas Rega


Elang kagum dengan ide Rega Ia berkata "Tumben Lu punya ide bagus, apa jangan-jangan abis ketiban vas otak Lu jadi encer...???".


Rega kembali kesal dan berkata "Sumpah yah kok ada cowok senyebelin Lu bang!!".


Elang yang merasa lucy kontan tertawa melihat Rega yang merajuk "Hahahaha becanda Ga....(mengelus kepala Rega), Gue setuju nanti tinggal Lu umumin aja ke karyawan". ucap Elang.


Rega memerah dengan perlakuan Elang dan dengan raut wajah yang malu dia berkata "Ok Bang, nanti mohon dibantu ya Bang??"


Elang pun membalas "Iyah bawel ah....".


Rega mulai merasa lapar dan tanpa ragu dia mengungkapkanya kepada Elang "Bang laperrr...." ucap Rega


"Dihhhh.. laper kok laporan sama gue???" balas Elang


"Beli makan yok bang... Abang kan baik" sambung Rega


Elangpun menjawab "Yaudah ayo, kita beli makan kemana???"


"Resto Seafood bang ayooo let's go!!" jawab Rega


Elang yang memiliki alergi terhadap seafood langsung menjawab "Emmm... Ga... gue alergi seafood kalo lu mau makan seafood gue temenin tapi ga ikut makan ya?".


Rega kaget mengetahui Elang alergi terhadap Seafood langsung tertawa dan berkata:"Hahahahahhahahaha Abang alergi??? wkwkwkwk ternyata seorang Elang Garuda punya kelemahan wkwkkwwk".


"Awas aja lu...! yaudah ayok gue anter". jawab Elang sedikit kesal


"Ada... tapi makanan pinggir jalan, Lu pasti gamau".jawan Elang.


"Mau.. ayok asal bersih tempatnya gue mau!". ucap Rega.


Elang mencoba meyakinkan dan bertanya "Yakin mau???".


"Iyah ah bawel cepet gue laper banget,naik motor Abang ya???".Jawab Rega.


Tanpa banyak bicara Elang bergegas mengajak Rega ke tempat Makan langgananya.


...Rega dan Elang mulai dekat dan saling terbuka satu sama lain, tanpa mereka sadari mereka sudah mulai nyaman dengan kehadiran masing-masing.Sifat Elang yang cenderung diam dan Sifat Rega yang manja dan banyak bicara memang sangat bertolak belakang....


...Setibanya di Tempat makan langganan Elang mata Rega terbelalak melihat keadaan sekitar, Ia terheran-heran dengan apa yang ada di hadapanya.Tampaklah sebuah warung makan yang tidak terlalu besar tapi sangat ramai. Namanya "Warung BAHAGIA", Dari awal Elang dan Rega tiba di parkiran banyak sekali anak-anak yang berlalu lalang di sekitar warung tersebut menyapa dan mendekati Elang, ditambah lagi mereka semua seolah-olah sangat hafal dan mengenal baik sosok Elang....


dengan rasa penasaran Rega memberanikan diri bertanya pada Elang. "Abang... Kok mereka semua bisa kenal abang???" tanya Rega.


Masih dengan ekspresi muka datarnya Elangpun menjawab "Mereka siapa???? maksud kamu Anak-anak???". Rega memanggutkan kepalanya yang menandakan apa yang dimaksud Elang benar demikian.


"Oh.... mereka anak-anak panti di depan, coba liat depan disono ada panti asuhan kan?? ," jawab Elang.


"Abang sering kesini?" Tanya Rega


"Iya... yok masuk" Jawab Elang sambil menggandeng tangan Rega memasuki Warung.


Memasuki warung Rega dibuat Takjub dengan keadaan warung makan yang sangat bersih, meskipun ramai kebersihan warung sangat terjaga ditambah lagi dengan lukisan-lukisan di warung yang terlihat unik, nampak sekali karya anak-anak. Rega semakin nyaman menikmati keadaan warung tersebut.


"Hey... malah ngelamun" Ucap Elang mengagetkan Rega yang melongo.


"Ehehehhe.. iya Bang abis unik si lukisan-lukisan itu..." Jawab Rega sambil menunjuk lukisan.


"Ohh.. itu??? itu karya anak-anak panti, Lucu kan??? Oh iya mau pesen apa?" Ucap Elang


"Em.. apa aja sih abang biasa pesen apa samain aja." Sambung Rega yang tidak tau menu di warung itu.


"Doyan pedes ga? doyan kwetiau ga?" Tanya Elang.


"Doyan kok bang, yang pedes banget ya" Jawab Rega


"Oh ok... bentar ya...." Sambung Elang.


Elang memanggil Ibu Warung dan beliau langsung menuju mereka.


"Eh... Mas Elang... ini Pacarnya toh oalaahhh cantik sekali serasi sama mas Elang??" Tanya Ibu warung seraya menggoda Elang.


"Ehehe.. Ibu ini bisa aja.. Bu Elang pesen yang biasa ya" jawab Elang tersipu malu.


Rega yang memperhatikan obrolan mereka nampak tersenyum malu.


"Ok mas... Aduhhh mba nya mau pesen apa??


baru kali ini loh mba mas Elang bawa cewek kesini" Ucap Ibu warung.


"Ehhhehehe masa sih Bu??? Saya pesen disamain kaya Elang aja bu" Jawab Rega malu-malu.


"Duhhh serius mba, pantesan ndak pernah bawa mba kesini wong mba nya cantik banget gini takut digondol orang kali mba.. hehehhehe ok mba saya buatin dulu ya". Celetuk Ibu warung.


"Ih... ibu ini udah dong jangan gosip terus Elang laper..." Ucap Elang mengalihkan pembicaraan.


"Ciey.... mas Elang malu-malu, bentar Ibu buatin ya ... sok dilanjut dulu pacaranya hehehe" ucap Ibu warung


Rega dan Elang berpandangan sekejap dan kembali mengalihkan pandangan mereka, di dalam hati Rega Ia merasa sangat berbunga-bunga karena dia adalah wanita pertama yang dibawa Elang ke warung favorit Elang tersebut.


Setelah menunggu lumayan lama akhirnya makanan mereka tiba, merekapun menikmati makanan tersebut. Rega sangat menyukai kwetiau goreng disitu ternyata rasanya memang sangat enak, pantas saja Elang sering kali makan ditempat itu.


Malam makin larut seusai makan Elang mengantarkan Rega pulang ke apartemen Rega. Hari yang melelahkan bagi Rega ditutup dengan kebahagiaan sederhana yang diberikan Elang. Bagi Rega Elang adalah secerca harapan baru yang membuatnya bangkit dari keterpurukan.


...****************...


...~Bersambung~...