
Mendengar perkataan Wijay membuat Rega merengut dan berusaha mengalihkan pembicaraan, memang di hatinya masih ada sedikit rasa kesal atas perlakuan Wijay dulu.
"Wkwkkwkwk abis semua cowok sama sih deketin Rega cuma ada maunya aja yah balik Rega maininlah .Semua cowok juga sama manis di awal doang ujung-ujungnya ninggalin, dan semua cowok juga sama bilang sayang tapi nyakitin wkwkwkwk basi tau cowok tuh". Ucap Rega
Wijay bertanya-tanya dengan penjelasan Rega tersebut "Maksud Rega????" ucap Wijay.
R"Heheheh gapapa kan hampir semua cowok yang deketin Rega cuma ada maunya aja ka..., oh iya kak setau Rega bukanya kakak udah dijodohin ya?" Sambung Rega dengan nada santai.
Wijay sedikit heran dengan ucapan Rega "Maksud Rega dijodohin gimana?" Ucap Wijay
Rega kembali menyeletuk "Oh Rega salah ya??? Rega kira kakak dijodohin Papi sama Anelya makanya kakak kuliah disana biar bisa dijauhin dari Rega, Tapi maaf kalo Rega salah berarti info yang Rega dapet salah haha" sambung Rega dengan nada setengah menyundir.
"Ga...???? emmm maafin kakak ya Ga??" sambung Wijay dengan nada memelas.
Rega pun menjawab "Maaf kenapa lagi kan kakak ga salah"
"Kakak salah Ga... kakak banyak salah Sama Rega, kakak udah ambil keputusan yang keliru" Sambung Wijay
"Udahlah jangan dibahas lagi kak... lebih baik kakak jaga jarak dari Rega, sebentar lagi kakak kan jadi kakak ipar Rega" Ucap Rega dengan nada Tegas.
Dengan lantang Wijay berkata "Tapi AKU CINTA KAMU Ga!!!!!!!" Tegasnya.
Pernyataan Wijay sontak membuat Rega kaget "Apaaa??????" ucapnya.
Wijay memeluk Rega dan tanpa sadar meneteskan air mata dan berkata "Ga... Aku cinta kamu dari dulu Ga!! tujuan aku ambil kuliah disana aku mau sukses Ga aku mau buat kamu bahagia makanya aku mau kuliah disana,ngembangin bisnis disana!!!
tapi aku salah ternyata yang Papih kamu jodohin Anelya bukan kamu ga!!! Aku tersiksa ga! perasaan aku ke kamu ga pernah berubah dari dulu sampe sekarang ga!!!"
Wijay terlihat sangat tulus namun semua tetap tidak mengubah pemikiran Rega.
"Kak.... Dulu aku fikir kamu bakal selalu ada buat aku , pas aku tau kamu pergi aku masih berfikir kamu akan kembali buat aku tapi waktu aku dapet kabar kalo kakak udah tunangan sama Anelya saat itu aku tau kalau takdirku bukan bersamamu, Kak ... yang lalu biarlah berlalu aku yakin kamu pasti bahagia nanti, Cukup ka... kalo kedatangan kakak buat bahas luka yang dulu lebih baik kakak sekarang temui Anelya... Rega takut nanti ada salah paham lagi". Ucap Rega dengan wajah murung.
"Tapi Ga... kakak serius sayang sama Rega... kita mulai dari awal lagi ya Ga... kakak bakal tanggung jawab dan bilang sama Papih kalo kakak sayang cintanya sama Rega". Tegas Wijay yang tanpa Ragu menyatakan itu.
Rega yang mulai tidak nyaman dengan keadaan itu segera melepaskan pelukan Wijay.
"Kakak fikir segampang itu??? apa kakak ga mikir kalo kakak nglakuin itu Papih sama Anelya ga akan tinggal diem dan imbasnya Ke Rega lagi... ???Kalo kakak beneran sayang sama Rega lebih baik kakak gausah muncul lagi di kehidupan Rega.
Cari kehidupan kakak sendiri dan cukup anggep Rega Adik kakak aja".Ucap Rega dengan nada tegas dan meneteskan air matanya.
"Ga...!!! Aku serius ga!!! aku cuma sayang kamu!!" Jelas Wijay.
...Tanpa menghiraukan Wijay diam-diam Rega mengirim pesan pada Elang...
***Rega**
Bang.... Abang bisa pulang kesini ga Rega ga nyaman Bang... Maafin Rega tadi pagi. Tolong Rega bang.
Elang
Iya... sekalian gw mau ngobrolin masalah di kantor tadi
Rega
Cepet Bang....
Elang
BAWEL!!!!!
Merasa diabaikan oleh Rega Wijay Terus menyatakan perasaanya, digapailah tangan kanan Rega.
"Ga....!!!! Rega dengerin kakak ga sih??" Ucap Wijay
"Maaf kak Rega sibuk ada masalah kantor yang perlu Rega urus, maaf lebih baik kakak pulang dulu sekarang atau mau Rega pesenin hotel???" jawab Rega.
"Ga perlu ga, aku bisa pesen sendiri, yasudah kalau Rega sibuk kakak pamit pulang nanti kalo ada apa-apa Rega bisa hubungin kakak" Sambung Wijay.
"Iyah kak, ayo Rega anter ke depan" Ucap Rega.
Rega mengantar Wijay ke depan, dengan tatapan kosong wijay merasa dirinya ditolak terang-terangan oleh Rega yang sangat dicintainya.
Belum sempat membuka pintu untuk mengantar Angkawijaya ke depan ternyata di depan pintu sudah ada Anelya yang berdiri menahan geram,Hingga tepat saat membuka pintu kembali terjadi pertikaian".
Anelya menampar Rega dengan sangat keras "Cewek murahan!!!!!!!! Brengsek!!!
Lo kan udah tau Kak Wijay itu tunangan gw kenapa masih aja Lo deketin!!!!!
Gatell!!! Teriak Anelya.
Wijay yang kaget dengan kehadiran Anelya mencoba melerai pertikaian "Berhenti Nel cukup!!!! aku sendiri yang mau nemuin Rega!!! cukup Nel!!!" Ucap Wijay.
"Huffttt baru aku bilang kan kak nanti bakal jadi salah paham ehhh udah kejadian" Ucap Rega.
Anelya yang masih kesal dengan Rega menjambak rambut Rega dengan sekuat tenaga "Brengsek.... Kamu lagi Kak... udah tau aku nunggu di bandara dari tadi malah ke rumah si gatel ini!!! Dasar *****!" Teriak Anelya.
"Cukup Nel cukup.... Liat Rega masih Luka!!! ini salah aku Nel cukup! " Teriak Wijay
"Diem kamu kak...! cewek kayak gini harus dikasih pelajaran!!!" Ucap Anelya.
Rega justru tertawa dengan perlakuan Anelya kepadanya, bahkan Rega tidak berteriak sedikitpun "Hahahahahah apa yang lo lakuin ke gue ga akan nyakitin gue Nel.... Hal yang gue lakuin ke kalian pasti berkali kali lipat sakitnya dari jambakan Lo yang lemah ini..." Ucap Rega dengan Menarik rambutnya dengan keras dari genggaman Anelya dengan mudah.
"Brengsek Lo, emang Ibu sama anak ga beda jauh, Ibu Lo itu ***** jual cinta kesana sini makanya Papih Lo benci sama Ibu Lo dan justru nikahin Bunda!!! Hahahah dasar *****!" celoteh Anelya memprovokasi Rega.
Rega mulai geram "Tutup Mulut Lo sekali lagi lo jelekin mendiang Mamih gue ga segen-segen sama kalian!!!
Dan Lo kak wijay urus tuh tunangan Lo dan jangan pernah nemuin gw lagi!!!, Bajingan memang pantas dengan Penjilat!" ucap Rega dengan Lantang.
Wijay merasa tersinggung dengan ucapan Rega Ia pun langsung angkat bicara "Jaga bicaramu Ga!!!! bahasamu keterlaluan!!" Teriak Wijay.
"Kakak baru tua kan busuknya dia??? begitulah Rega yang selama ini kakak bangga-banggain!!!" Sambung Anelya yang memperkeruh suasana.
"Kenapa??? kalian ga terima??? gw hidup sendiri mandiri tanpa belas kasihan orang lain! tanpa menjilat harta orang lain! dan tanpa ngorbanin cinta demi harta dan kekuasaan!!! sendiri gue mampu! sendiri gue bisa! Kalian belum pernah ngerasain neraka kan??? Ehhh tenang gue bakal buat hidup kalian jauh lebih sadis dari neraka!! camkan itu Angkawijaya!!!!" Teriak Rega.
plakkk...... terdengar suara tamparan yang sangat keras, ternyata seorang Angkawijaya berani menampar Rega dengan sangat keras hingga Rega terjerembab di lantai.
Rega menitihkan air mata tanpa bicara tidak menyangka Wijay yang selama ini Ia kenal lembut justru sangat kasar terhadapnya.
"Rasain Lo!!! bacot tu dijaga makanya!! hahhahaha" Ucap Anelya yang terus menyudutkan Rega.
Wijay terlihat sangat menyesal dengan apa yang dilakukanya. "Ga.... maafin kakak, kakak ga bermaksud nampar Rega" Ucap Wijay.
Tanpa mereka semua sadari ternyata nampak Elang di depan mereka.
Elang yang baru sampai disuguhi peristiwa tersebut sontak saja segera menghampiri Rega.
"Ga......!!!" Teriak Elang yang mengkhawatirkan kondisi Rega segera menghapiri Rega.
Rega yang mengetahui itu adalah Elang langsung memeluknya. "Abang...." Ucap Rega sambil menangis sesak.
Elang sangat kesal dengan perlakuan Wijay kepada Rega
"Berani Lo nampar Rega Lo berurusan sama Gua!!!!!" Tegas Elang.
Dengan diliputi rasa bersalah Wijay masih berusaha meminta maaf kepada Rega
"Ga... maafin kakak" ucapnya.
"Lo bilang maaf???? sini gua bales tamparan Lo ke Rega sampe separah itu Lo nyakitin Rega dasar Bajingan!!!" Teriak Elang.
"Anda ini siapa ikut campur urusan Saya dengan Rega!!!" Sambung Wijay yang heran dengan sosok Elang.
"Gua Elang... Lo nyakitin Rega berarti Lo berurusan sama Gua dan Lo lagi cewek tengik!!!! belum cukup Lo nampar Rega sekarang Lo bawa cowok banci ini buat nampar Rega, kombinasi pecundang macam apa kalian ini???" Tegas Elang sambil menggendong Rega.
Wijay kaget dengan perkataan Elang
"Apa???? Nel kamu nampar Rega kapan???
dan Lo jangan sebut Anelya cewek tengik! Dia tunangan Saya!!!" Ucap Wijay.
"Oohhh bagus.... pasangan serasi dengan IQ minimalis..." Jawab Elang.
Rega merasa akan terjadi pertengkaran besar bila Ia tak segera melerai, menyadari hal itu Rega langsung memohon kepada Elang untuk segera membawanya masuk
"Abang.... cukup...Ayo masuk ngladenin mereka ga ada gunanya Bang" Ucap Rega.
"Pergi Lo semua apa mau gue panggilin security?? dan Lo juga ga... gausah trima tamu model mereka nanti gue minta Security buat blacklist mereka tiap kali mau nemuin Lo" Sambung Elang.
"Bajingan cowok ini lagi, Kak ayo kita balik" Ucap Anelya dengan kesal.
Wijay masih mencoba memohon maaf kepada Rega "Ga... maafin kakak" ucapnya tetapi semua percuma,
Rega masih mengabaikan Wijay dan terus memeluk Elang.
"Pergi Lo...!" Teriak Elang.
Anelya segera menggandeng Wijay dan mencoba menariknya untuk pulang "Kak udah si Ayo balik" ucapnya
"Tapi Nel... aku harus bawa Rega kerumah sakit dulu" sambung Wijay
"Gausah!!! Rega urusan Gue...!!! Urus aja tunangan Lo yang gila itu!" Jawab Elang.
Elang membawa Rega masuk ke dalam villa sementara Angkawijaya yang menyesali perbuatanya pulang dengan Anelya dengan penuh rasa penyesalan.
...****************...
...~Bersambung~...