MY GUS MY HUSBAND

MY GUS MY HUSBAND
episode 9



HAPPY READING 💐


Gus Fachrul langsung membawa istrinya kerumah sakit terdekat, Gus Fachrul melajukan mobil dengan kecepatan tinggi, pria itu terus saja menyalahkan dirinya atas kecelakaan yang menimpa istrinya.


"Ara maafkan saya, semua salah saya, kamu terjatuh karena saya lalai menjagamu."


Tidak membutuhkan waktu lama sekitar lima belas menit Gus Fachrul sudah tiba di rumah sakit, lelaki itu langsung berlari sambil menggendong istrinya.


"Suster, dokter,' teriak Gus Fachrul


Seorang suster berlari sambil menolak brankar.


Gus Fachrul meletakkan istrinya di atas brankar dan membawanya berlari ke UGD.


Di tempat yang berbed ummi dan Abi sedang bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit setelah menelfon besannya yang berada di Jakarta.


"ngebut aja bi bawa mobilnya," ucap ummi yang khawatir dengan menantunya


"Ini udah ngebut ummi."


"Ya Allah semoga menantuku baik-baik saja," tutur ummi


"Aamiin," sahut Abi


Bunda dan ayah yang berada di Jakarta setelah menerima kabar dari besannya segera menyusul ke rumah sakit.


"Ya Allah anakku....," Lirih bunda


Saat di perjalanan bunda tidak henti-hentinya berdoa untuk keselamatan putrinya.


..........


"Fachrul," panggil ummi


"Bagaimana keadaan Hyra nak?" Tanya Abi


"Masih di tangani dokter bi," ucapnya dengan mata yang memerah akibat menangis dan rambut yang acak-acakan


Pintu UGD terbuka, Gus Fachrul langsung berlari menemui dokter yang menangani istrinya.


"Dok, bagaimana keadaan istri saya?"


"Istri bapak mengalami koma akibat benturan yang sangat keras di kepalanya."


"Koma..." Lirih Gus Fachrul


"Saya permisi pak, buk."


Ummi memeluk gus Fachrul, "sudah nak, kita berdo'a ya supaya Hyra cepat sadar dari komanya."


Bunda dan ayah sudah tiba di rumah sakit, mereka berlari menuju ruang rawat Hyra.


"Fachrul," panggil ayah saat melihat menantunya yang sedang membuka pintu ruang rawat Hyra.


"Bagaimana keadaan Hyra?" Tanya ayah


Lelaki itu terdiam sejenak, "Ara koma."


Bunda menangis terisak setelah mendengar jawaban Gus Fachrul.


"Kenapa bisa Hyra jatuh dari tangga Fachrul?" Tanya ayah


"Maaf ayah, bunda, saya lalai menjaga putri kalian. Ara terpeleset karena ada tumpahan minyak di tangga."


"Tumpahan minyak? Kok bisa nak ada tumpahan minyak di tangga," tanya bunda


"Fachrul juga tidak tau Bun, padahal sebelumnya saat kita turun tidak ada tumpahan minyak di tangga," Gus Fachrul terdiam, "Ini seperti ada yang menjanggal, Fachrul akan cari tau kenapa bisa ada tumpahan minyak di tangga itu."


"yasudah ayo kita masuk," ajak bunda


bunda langsung mencium kening putrinya, "anak bunda bangun yuk, jangan lama-lama tidurnya ya, gak kasihan sama kita semua yang khawatir sama kamu," ucap bunda sambil mengelus kepala putrinya.


"ya Allah berikanlah kesembuhan kepada istri hamba," pintanya


sehabis melaksanakan sholat Gus Fachrul kembali ke ruangan Hyra.


"assalamualaikum," ucap Gus Fachrul memberi salam


"waalaikumsalam," jawab yang berada di dalam ruangan itu


"apa ada perkembangan?" tanya Gus Fachrul


"belum nak," jawab bunda


"assalamualaikum Ara sayang, cantik bangun yuk, bangun, maafkan saya ya, saya janji hal seperti kemarin tidak akan pernah terulang lagi, saya janji akan menjaga kamu. sayang saya mohon jangan lama-lama tidurnya, hidup saya hampa tanpa kamu Ara," ucap Gus Fachrul, buliran air matanya jatuh mengenai tangan Hyra.


.......


"ummi, Abi, ayah, bunda pulang saja dulu, istirahat di rumah, biar Fachrul disini yang menjaga Ara."


"bagaimana Bun?" tanya ayah


"yaudah yah kita pulang aja dulu."


"kita juga pulang dulu mi, nanti kita balik lagi kesini, gantian sama Fachrul," ucap Abi


"yasudah ayo," ummi berjalan menuju menantunya, "Hyra sayang, ummi pulang dulu ya. kamu cepat bangun ya nak," ucap ummi dengan mata yang berkaca-kaca


"bunda sama ayah juga pulang dulu ya sayang," ucap ummi mengelus kepala putrinya


tidak membutuhkan waktu lama dua pulau menit mereka sudah tiba di ndalem.


Rani, Dinda dan melan sedang menunggu kyai dan Nyai untuk menanyakan kabar sahabatnya.


"maaf nyai izin bertanya, bagaimana kabar Hyra?" tanya dinda


"Hyra mengalami koma Din," sahut ummi


"innalilahi," ucap ketiga gadis itu serentak


"maaf ummi izin bertanya lagi apa boleh kita menjenguk Hyra?" tanya melan


"boleh mel, kamu pergi saja ke rumah sakit yang terdekat dari sini ya, Hyra di rawat di ruang ICU," ucap ummi


"baik nyai terimakasih, permisi." ucap melan


...........


sore harinya ketiga gadis itu sudah tiba di rumah sakit, tempat Hyra di rawat.


"assalamualaikum," ucap tiga gadis itu saat memasuki ruang istirahat Hyra


"waalaikumsalam," jawab Gus Fachrul


"bagaimana keadaan Hyra Gus?" tanya rani


"belum ada perkembangan," jawab Gus Fachrul


"yang tabah ya Gus, semoga Hyra secepatnya sadar," ucap Dinda


"Aamiin, saya tinggal sebentar ya, tolong jaga Ara," ucap Gus Fachrul lalu pergi meninggalkan ruang rawat itu.


"Hyra ini aku dinda disini juga ada melan sama Rani, kamu cepat bangun ya. jangan lama-lama tidurnya, kamu gak Kangen main sama kita, kita sebentar lagi mau lulus lho, cepat bangun ya," ucap dinda


...........


Gus Fachrul sedang melaksanakan sholat ashar di musholla rumah sakit.


"ya Allah ya Rabb, yang maha menyembuhkan berikanlah kesembuhan kepada istri hamba," pinta Gus Fachrul


sesudah melaksanakan sholat Gus Fachrul kembali ke ruang rawat Hyra, lelaki itu melihat ventilator Hyra terlepas. pria itu dengan cepat memasangkan memasangkan ventilator tersebut dan memanggil dokter.