MY GUS MY HUSBAND

MY GUS MY HUSBAND
episode 3



Tok..... tok...... tok........


"Assalamualaikum".


"Waalaikumsalam silahkan masuk om tante". jawab seorang pemuda tampan dari dari dalam


"Diaa kan cowok yang hampir gue tabrak kemaren". Gumamnya dalam hati


"Silahkan duduk dulu om tante, saya panggilkan Abi ummi dulu". Pemuda tampan yang bernama Fachrul bergegas menuju ke kamar Abi ummi nya yang berada di lantai dua dirumah nya


Tok... Tok...


"Assalamualaikum ummi, Abi ada tamu dari Jakarta yang sedang menunggu di ruang tamu".


"Waalaikumsalam". Jawab ummi Abi


"siapa mas". Tanya ummi


"Mas juga gak tau mii".


"Apa mungkin Ilham dan istrinya Mii, tapi ini masih jam 7, mereka bilang selamalam akan sampe sekitar jam 8 pagi kesini".


"Kita lihat saja dulu bi". Ajak ummi


"Yasudah ayoo".


Mereka bertiga berjalan menuju ruang tamu


"Assalamualaikum Ilham, Annisa".


"Waalaikumsalam him, Fatimah, apa kabar sudah lama sekali kita tidak bertemu".


"Alhamdulillah sehat". Jawab Abi dan ummi


"Kalian gimana kabarnya". Tanya balik ummi Fatimah


"Alhamdulillah kita baik". Ucap bunda Annisa


"Silahkan duduk".


"ini Hyra bukan adiknya Fauzan".


"Hehehe iya pak, eh maksudnya kyai". Cengir Hyra


"masyaAllah sudah besar ya".


"Iya kyai, kan gak mungkin kecil terus hehehe". Ucap Hyra cengengesan


"Hyra!". Tegur ayah bunda bersamaan


"Iya ayah bunda".


"Abang nya hyra apa kabar sekarang". Tanya kyai


"Dia setelah lulus SMP dari pesantren ini aku sekolahkan ke Turki kebetulan adik saya ikut suaminya tinggal disana dan lanjut kuliah di sana". Jawab ayah hyra


"Ini cowok siapa sih dari tadi disini Mulu ya, gak pergi pergi semoga aja dia gak ngenalin gue, eh tapi kan gue kamaren pakek helm pasti gak ngenalin deh, tapi kemaren kaca helm nya ada gue turunin apa nggak ya, aduh gue lupa lagi". gumamnya dalam hati, Hyra terus melirik lelaki itu, ia terlihat sangat gelisah gadis itu takut jika laki laki itu akan mengadu ke bunda nya


"Ini Fachrul bukan?." Tanya ayah sambil memegang bahu pemuda itu


"Iyaa om".


"masyaAllah tampan sekali".


"Terimakasih om".


"Oh ya him seperti yang sudah kita obrolkan di telpon kemaren tujuan aku kesini untuk menitip Putri ku di pesantren ini, apakah bisa".


"Tentu saja bisa ham".


"Rani tolong kesini sebentar nak". Panggil kyai pada salah satu gadis yang sedang membersihkan halaman depan ndalem


"Tolong kamu antar hyra ke kamarnya ya".


"Baik kyai, ayo hyra". Hyra dan Rani berjalan menuju kamar yang akan di tempati gadis itu selama berada di pesantren ini


"Nah ini kamar kita berempat Ra, kasur yang di atas sebelah kanan itu kasur kamu, kalo di bawah kasur aku, yg di kiri kasur Melan dan Dinda". Ucap Rani sambil menunjukan satu persatu kasur yang berada di kamar tersebut


"Apa Lo bilang berempat?, gila mana bisa gue tidur nyenyak di sini".


"Di pesantren emang gini Ra, tapi seru kok, kamu pasti nanti bakal nyaman disini".


"Seterah Lo deh mau ngomong apa, gue capek mau tidur, gue gak mau kasur yg di atas gue mau yang di bawah aja".


"Yaudah kamu tidur di kasur aku". Pasrah dinda


.............


Di ndalem kedua perempuan paruh baya tersebut Annisa dan Fatimah sedang memasak di dapur ndalem untuk makan siang, sedangkan suaminya sedang membicarakan hal yang sangat serius.


"Jadi gimana ham janji kita dulu semasa SMA?".


"Aku masih ingat him tapi kamu tau anak aku hyra sangat susah di atur dia keras kepala, aku takut Fachrul tidak akan tahan dengan kelakuan dia".


"Insyaallah aku yakin Fachrul bisa ham".


"Baik kalo begitu kita segerakan, tapi aku minta tolong rahasiakan ini dari Hyra, 3 bulan saja, apakah bisa him?, Kalo Hyra tau dia pasti tidak akan mau".


"InsyaAllah bisa, nanti aku bicarakan lagi dengan Fachrul".


Kini sudah menunjukkan pukul 12 siang, para suami istri itu menuju ke meja makan ndalem


"Ayo duduk kita makan dulu".ucap ummi Fatimah


"Fachrul mana mi". Tanya Abi pasal nya lelaki itu tidak melihat putra bungsunya berada di meja makan


"Itu Fachrul". Tunjuk Bunda Annisa ke arah Fachrul yang sedang menuruni anak tangga


"Habis makan kita sholat Zuhur berjamaah bersama para santri ya". Ucap Abi Ibrahim


Azan sudah berkumandang para penghuni pondok pesantren tersebut bergegas menuju mesjid untuk melaksanakan sholat berjamaah.


Brak!


"Aduh Lo kalo jalan liat liat dong, jalan pakek mata".


"Maaf, saya jalan nya pakek kaki bukan pakek mata, lagi pula itu salah kamu sendiri gapain kamu lari lari". Setelah mengucapkan itu Gus Fachrul bergegas pergi dari tempat itu


"Sialan tu orang". Umpat hyra


"Hustt hyra kamu yang sopan sama Gus, gak boleh ngomong gitu". Tegur Rani


"Yaelah". Hyra langsung pergi meninggalkan Rani begitu saja


"Heh! Lo gausah bawa-bawa orang tua gue!". Setelah mengucapkan itu hyra langsung pergi dari tempat itu


...........


Setelah sampai di mesjid hyra mendengar bacaan surah Al- Fatihah yang sangat merdu


"Ran siapa tu yang jadi imam?, Bagus banget suaranya".


"Itu Gus Fachrul yg tadi__". Belum sempat menyelesaikan ucapannya hyra sudah menjawab


"Ooh".


"Yaudah, di pakek terus mukenanya Ra sholatnya udah mulai dari tadi".


"Iya iya Lo duluan aja".


"suaranya bagus banget ya, adem gue denger nya, tapi ngeselin sih itu Gus". Batin hyra


Tanpa sadar senyum di bibir hyra terukir


Sedetik kemudian


"Apaan sih ih mending gue sholat". Gumamnya sendiri


............


Setelah sholat Zuhur selesai bunda dan ayah hyra pamit pulang ke Jakarta


"Ayah sama bunda pulang dulu ya dek, InsyaAllah beberapa hari lagi Abang udah pulang ke Indonesia, nanti ayah, bunda sama Abang jeungukin kamu kesini". Ucap ayah


"Iya ayah,bunda, peluk dulu". Ujar gadis itu yang menunjukkan wajah melasnya


"Jangan nakal nakal disini ya Ra!, Awas aja kalo sampe bunda dapat informasi kalo kamu bikin ulah".


"Gak janji ya Bund, hehehe".


"Astagfirullah punya anak perempuan satu, susah banget di atur".


"Yaudah ayah, bunda pamit ya, assalamualaikum". Ayah mengucap salah sembari mengelus kepala putrinya


"Dadah....". Hyra melambaikan tangannya


"Yah pisah sama ayah bunda". Butiran air mata hyra membasahi pipinya yang tembem


"Hyra jangan sedih, kan Minggu depan ayah bunda kesini lagi jengukin hyra, disini kan ada ummi, hyra boleh anggap ummi kayak ibu kandung hyra, jangan sedih lagi ya".


........


Hyra sedang duduk di rumput kering halaman belakang pesantren seorang diri, sambil melihat bintang-bintang yang ada di langit. Malam itu cuaca cerah, sehingga banyak bintang bertebaran di langit. Hyra memikirkan sahabatnya Kayla yang berada di Jakarta dia sangat,merindukan gadis tersebut, di saat hyra sedang asyik dengan lamunan nya tiba tiba Gus Fachrul datang menghampiri


"Assalamualaikum, masuk ke kamar kamu ini sudah larut malam!". Hyra terkejut dengan kedatangan Gus nya


"Apa sih pak ngagetin aja, mending pergi deh sana ganggu ajaa".


"Masuk ke kamar kamu sekarang atau kamu dapat hukuman dari saya menghafal surah Yasin". Tegas Gus Fachrul tanpa melihat ke arah hyra sedikitpun


"Ngomong sama siapa sih pak?, Sama tanah?, Dari tadi nunduk mulu".


"Katakanlah kepada orang-orang mukmin laki-laki hendaklah mereka itu menundukkan sebagian pandangannya dan menjaga ***********." (Q.S An-Nur, 30-32)


Setelah mengucapkan itu Gus Fachrul bergegas pergi dari tempat itu Karna tidak ingin menimbulkan fitnah berduaan dengan yang bukan mahramnya.


............


"Hyra bangun udah subuh". Dinda, Rani dan melan terus saja membangunkan hyra tapi gadis itu benar- benar  sangat susah di bangunkan


"Ni orang tidur apa mati sih, susah banget di bangunin". Heran nya bergumam sendiri


"Husstt, gak boleh ngomong gitu". Tegur Dinda


"Bangun Ra". Rani membangunkan hyra sembari memercikkan air ke wajahnya


"Huaa, gapain sih subuh subuh bangunin gue, gue masih ngantuk".


"Udah waktunya sholat Subuh Ra".


"Duluan deh ntar gue nyusul".


"Bener ya, jangan sampai Nggak ke mesjid buat sholat bisa di hukum sama ustadzah Nurul kamu".


"Hmm".


Sholat subuh sudah selesai namun hyra sama Sekali tidak terlihat di mesjid tersebut.


"Ran, Hyra kayak nya masih tidur di kamar". Bisik Dinda ke rani


seorang ustadzah datang melakukan kontrol terakhir di setiap kamar, dan melihat hyra masih tidur di ranjangnya.


"Heh kamu anak baru bangun". Ustadzah Nurul membangunkan nya sembari menyiram air ke wajah hyra, ustadzah itu memang terkenal galak di pesantren tersebut


"Apaan sih nyiram nyiram, kurang ajar Lo". Hyra membalas perlakuan ustadzah Nurul dengan menyiram teh yang masih hangat, buatan melan tadi


"Keterlaluan kamu ya!, Nanti jam tujuh pagi jumpai saya". Ustadzah itu merasa sangat kesal dan pergi begitu saja meninggalkan hyra


..........


"Assalamualaikum, Hyra kamu disuruh ke ruang ustadzah Nurul". Ucap melan saat memasuki kamar


"Hufft, ada aja yang ngusik ketenangan gue".


"Assalamualaikum, gue udah datang kesini, sekarang Lo mau ngasih gue hukuman apa". Gadis itu pasrah saja dengan hukuman yang akan di berikan oleh ustadzah Nurul


"Kamu sapu dan pel masjid sampe bersih".


"Okee". Hyra pergi begitu saja dari tempat itu tanpa mengucap salam


.........


Lima hari sudah hyra lewati selama di pesantren, dan yang pasti dengan hukuman hukuman nya.


"Eh kyai ummi sama gus pergi ke Jakarta ya hari ini, katanya dua hari disana". Terdengar desas desus para santri


"Yah, gak bisa ngelihat Gus Gus ku yang ganteng selama dua hari dong". Ucap salah satu santriwati yang bernama Siska


"Dih norak Lo". Sindir hyra


Maaf amburadul banget ceritanya 😭


See you next part guys💐