
Happy reading 💐
Hyra sedang sedang berdiri menatap indahnya langit di luar kamar nya
"Gue bosen banget, kangen deh sama temen-temen eskul di SMA gue dulu, gue Kangen main basket. Kabur aja kali ya gue keluar main basket, tapi gue gak bawa bola basket nya, oh ya kan bunda hari ini mau kesini gue suruh bawa aja deh sama bunda". Batinnya
"Hyra!! Gapain bengong disini keserupan ntar, ih serem," Ucap rani
"Ran!! Bener-bener ya lu, ngagetin gue aja."
"Hehehe maaf, abisnya kamu bengong kenapa sih?"
"Gapapa,"
"Hyra ayok ke mesjid bentar lagi adzan Dzuhur," Ajak Dinda
"Kalian duluan aja ya, gue ntar nyusul," Ucap hyra
...........
Hyra sedang berada di ndalem menunggu keluarga nya yang sebentar lagi akan tiba.
"Itu kayak suara mobil ayah deh," Gadis itu berlari keluar
"Hyra jangan lari-lari," Ucap gus Fachrul yang melihat gadisnya itu berlari ke halaman ndalem
"Abang!!" Hyra langsung memeluk saudara laki-laki nya, selama empat tahun mereka berpisah dikarenakan Abangnya yang kuliah di luar negeri
"Ooh gitu Kangen nya sama Abang doang. Ayah sama bunda gak di peluk nih?"
"Hehehe, kangen juga dong sama ayah bunda," Ucap nya sembari memeluk kedua orang tuanya
Fachrul apa kabar nak?" Tanya ayah, bunda
"Alhamdulillah sehat, mari masuk ayah, bunda, Abang."
"Assalamualaikum," salam mereka
"Waalaikumsalam salam," Jawab ummi, Abi yang berada di dalam
"Ayo duduk dulu, ini minum sama cemilan nya silahkan," Ucap ummi
"Terimakasih."
"Bunda," Panggil hyra
"Kenapa sayang," Jawab bunda
"Bosen di sini hyra Kangen main basket tau, disini gak ada basket bund, hyra ikut bunda pulang ya hari ini."
"Disini ada silat ra, kamu kan juga suka silat."
"Iyaa, hyra ada ikut silat tapi hyra pengen main basket bunda, kan biasanya kalo di rumah hyra selalu main basket. basket itu bagian dari hidup hyra bunda, hyra tak bisa tanpa basket bundaku tercintah."
"Semuanya saya permisi sebentar," Gus Fachrul pergi masuk ke kamarnya untuk menghubungi seseorang
.........
Ayah bunda gak pulang ini udah sore lho."
"Nggak Ra kita nginep disini."
"Ara," Panggil Gus Fachrul
"Ada apa Gus."
"Ikut saya yuk."
Kemana?" Tanya nya
"Katanya pengen main basket."
"Yaudah ayoo ikut saya, kita pergi naik mobil."
"Ayah, bunda kita pamit ya."
"Assalamualaikum."
............
"Udah sampe ayo turun Ra."
"Ini Rumah siapa Gus?"
"Awas aja sampe Gus Fachrul macem-macem sama saya," ucap Hyra sambil mengambil sebuah botol spray di tasnya, "Saya ada bawa ini lho Gus," Gadis itu menunjukkan botol spray yang sudah di isi dengan air cabe
"Ra kamu gapain sih."
..........
"Wah ada lapangan basket, ayo Gus main basket!"
"Ayoo."
"Yey yey basket basket basket."
"Satu lawan satu ya Gus."
"Sip."
"Uuh capek ya gus, tapi seru kan Gus, saya pengen punya suami yang suka main basket deh Gus, ntar saya bisa sering main basket sama suami saya, pasti seru banget, apalagi kalo anak-anak saya juga ikut main," Ucap gadis itu sambil membayangkan betapa serunya bermain basket bersama keluarga kecilnya.
Gua Fachrul tersenyum mendengar khayalan gadis nya itu
"Yang kamu pengen bakal jadi kenyataan sebentar lagi Ra, sabar sedikit lagi," Ucap lelaki itu
"Maksudnya."
"Udah ayo pulang, atau kamu mau kita nginap disini kebetulan ada satu kamar yang udah ada kasurnya."
"Suami bukan saudara bukan ngajak nginap di satu rumah berdua doang lagi, dasar Gus cabul."
"Ra astagfirullah, bentar lagi kita juga bakalan satu rumah berdua."
"Hah?"
"Udah ayo pulang."
"Gak mau pulang, mau ke mall Gus."
"Bentar lagi Maghrib lho Ra, kita pulang aja ya, besok aja ke mall nya."
"Nggak, mau nya sekarang, kalau Gus gak mau ke mall hyra gak mau pulang, biarin aja Gus di marahin sama ayah bunda, ummi Abi gara-gara hyra gak pulang," Ucap nya sembari melipat kedua tangannya
"Allahuakbar, yaudah ayo, tapi kita mampir ke masjid dulu bentar lagi adzan Maghrib."
"Abis itu ke mall kan Gus?" Tanya nya sembari menatap dekat mata Gus Fachrul
"Iya sayangku," Gus Fachrul langsung bergegas masuk ke dalam mobilnya
"Gus Ngomong apa tadi!" Teriaknya
hyra bergegas masuk ke dalam mobil
"Gus ngomong apa tadi?"
"Saya gak ngomong apa-apa kok."
"Gus pikir saya budek apa, kayaknya tadi yang ngomong setan deh," Ucap nya memasang wajah cemberut
...........
Hyra dan Gus Fachrul mampir di masjid untuk melaksanakan sholat Maghrib
"Ra,Turun sudah sampai."
"Iya!" Gadis itu menjawab dengan nada tinggi
"Astagfirullah Ara kok gitu jawab nya."
"Apa sih Gus, perut hyra sakit banget ini Gus."
"Sakit kenapa Ra, kamu punya maagh atau lambung atau apa Ra," Gus Fachrul benar-benar sangat khawatir dengan keadaan gadisnya itu
"Kayaknya hyra haid deh Gus, kan seharusnya besok bukan hari ini, sakit banget Gus," Ucap nya sembari menangis
"Sebentar ya Ra kamu tunggu di sini, saya mau beli obat pereda nyerinya dulu."
"Gausah Gus, Gus sholat aja, hyra bisa pergi sendiri kok."
"Kamu yakin?" Ucap nya sembari menatap dua kelopak mata indah gadisnya itu
"Yakin Gus," Gadis itu turun dari mobil berjalan menuju ke warung terdekat dari masjid itu
"Ara!" Panggil Gus Fachrul,
Gus Fachrul berlari menuju hyra mengikat jaket miliknya di pinggul gadis itu untuk menutupi darah haid yang tembus
"Kenapa gus?" Tanya hyra
"Jaketnya jangan di lepas ya,"
"Iya Gus,"
...........
"Gus udah selesai sholatnya?" tanya hyra
"udah, keadaan kamu gimana?"
"Alhamdulillah udah jauh Lebih baik Gus."
"tapi ini jaket Gus jadinya kotor," ucap gadis itu sembari menunduk merasa malu dan bersalah
"hey, liat ke sini, gak masalah jaket saya kotor atau rusak Ra, yang penting itu kamu," ucap Gus sambil memegang dan menatap Hyra
"makasih.'
"ini ada baju gamis kamu pakek ya."
"baju siapa ini gus?"
ini baju saya beli buat istri saya, udah kamu pakek aja."
"wih gila, udah punya istri Gus, kapan nikahnya?" gadis itu tampak kaget
"udah lama."
"siapa Gus istri Gus?"
"yang nanya."
"hah?"
"udah cepetan ganti baju Ra."
"iya-iya tungguin."
"siap sayangku."
"lama-lama Gue stres sama ni orang."
...........
hyra mengetuk kaca mobil beberapa kali "assalamualaikum Gus, pintu mobilnya kenapa di kunci sih Gus, kan saya cuma bentar ganti baju nya," ucap hyra
"oh iya saya lupa."
"gak jelas, yaudah ayo Gus ke mall, let's go," ucap gadis itu sangat bersemangat
"safety belt nya di pakai Ra," ucap Gus Fachrul pasalnya lelaki itu melihat hyra tidak memakai safety belt nya padahal roda mobil sudah berputar
"males."
"kamu pakai Sekarang atau saya yang pakai kan."
"iya iya saya bisa pakai sendiri Gus, udah nih."
"nah bagus."
...........
hyra dan Gus Fachrul sudah sampai di mall.
"Gus mau beli ice cream, boleh gak? nanti hyra ganti uang nya."
"boleh, ayo kita beli eskrim."
"yey terimakasih."
"kamu mau rasa apa Ra?"
"vanilla."
"Vanilla nya dua ya mbak," ucap Gus Fachrul pada penjual eskrim tersebut
mereka memilih untuk menghabiskan ice cream nya terlebih dahulu sebelum bermain di Timezone.
hyra sangat menikmati ice cream vanilla itu hingga tidak menyadari ice cream tersebut mengenai hidungnya.
"ayo Gus udah habis nih ice creamnya," ajak gadis itu yang tak sabar bermain
Gus Fachrul menggeleng tersenyum saat melihat mulut dan hidung gadis nya yang belepotan.
tangan Gus Fachrul menyentuh bibir gadis itu, "sini dulu."
gadis itu terdiam sejenak melihat perlakuan Gus nya itu.
Hyra menepis tangan Gus Fachrul, "apa sih Gus, gak sopan banget, saya mau pulang aja lah, saya pulang sendiri!"
see you in the next chapter💐