
HAPPY READING 💐
Pada saat jam tiga malam gadis itu terbangun dan melihat Gus Fachrul sedang melaksanakan sholat tahajud
"masyaAllah, pemandangan yang sangat indah, kenapa dia gak bangunin gue sih gue kan mau sholat tahajud di imamin dia."
Saat Gus Fachrul sudah selesai melaksanakan sholatnya gadis itu langsung memanggil suaminya itu
"Gus, kenapa gak bangunin aku sih buat ikut tahajud juga."
"Kelihatannya kamu sangat lelah jadi saya tidak membangunkan kamu ya zawjati, lagi pula kamu kan belum mandi, memangnya kamu mau mandi jam segini."
"Iya juga ya, gak deh dingin banget pasti."
"Ara, Terimakasih ya."
"Untuk?"
"Untuk semuanya yang kamu berikan."
"Ooh iya sama-sama. Aku mau lanjut tidur deh, bangunin buat sholat subuh nanti."
"Na'am zawjati."
...
Sehabis sholat subuh Gus Fachrul dan Hyra pulang kembali ke pesantren dikarenakan Gus Fachrul harus mengajar dan Hyra juga harus bersekolah.
Selama di perjalanan hanya ada hening di antara mereka berdua, hingga akhirnya gadis itu memutuskan keheningan itu
"Gus." Panggil nya
"Na'am zawjati."
"Tolong tetap rahasiakan pernikahan kita sampai hari kelulusan aku ya."
Gus Fachrul menarik nafas panjang "baik," Jawabnya, walaupun sebenarnya berat.
Keheningan kembali menyelimuti dua pasangan itu hingga mereka tiba di ndalem.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam, kalian berdua kemana saja, kenapa ummi telfon tidak di angkat."
"Kalian membuat kita semua khawatir nak," Sahut bunda
"Hehehe handphone kita lowbet, jadi gak bisa hubungi kalian."
"Ayo duduk dulu kalian ceritakan, kalian kemana saja semalaman."
Ummi berjalan sambil merangkul menantunya, "kamu membuat ummi khawatir cantik."
"hehehe maaf mi," ucapku tersenyum manis
"jadi kita itu semalam tidur di rumah baru kita, kan aku pernah cerita sama ummi Abi dua bulan yang lalu aku membeli rumah untuk kami tempati berdua," ucap Gus Fachrul lalu mengelus kepala Hyra
"oh iya ummi sama Abi lupa, maklum sudah tua."
......................
"assalamualaikum," ucap Hyra memasuki kamarnya di pondok
"Hyra!, eh, waalaikumsalam."
"kamu kemana aja?" tanya rani
"kamu gapapa kan?" tanya dinda
"kamu semalam tidur di mana?" tanya melan
"aduh nanyanya satu-satu dong, aku pusing mau jawab yang mana dulu."
"jawab pertanyaan aku dulu, kamu kemana aja," ucap Rani yang cemas dari semalam karena sahabatnya hilang entah kemana
"aku_."
"apa!" potong rani
"nanti aja deh ceritanya masuk kelas yuk, bisa telat nanti kita," ucap Hyra yang belum siap untuk menceritakan semuanya kepada sahabatnya
"Yaudah deh, beneran tapi ya nanti ceritanya," ucap rani
"iya," jawab Hyra
.........
hari ini jam pertama yang masuk Gus Fachrul
"assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, baik semua kita mulai pembelajaran hari ini, silahkan buka buku halaman 135 di hafalkan hadist nya nanti akan saya panggil satu persatu kedepan."
setelah tiga puluh menit kemudian Gus Fachrul memanggil satu persatu muridnya
"almahyra faugiyya."
gadis itu berjalan dengan tatapan tajam menatap Gus nya
"Baik silahkan Ara."
"kenapa aku duluan yang di panggil sih," bisiknya
"karena kamu istri saya."
"oh gini ya nasibnya kalo jadi istri Gus, gak mau jadi lagi lah."
"kamu ngomong apa hmm, kamu saya kasih hukuman nanti, sana kembali ketempat kamu, habis sekolah langsung ke ndalem oke istriku."
gadis itu langsung cemberut ketika mendengar ucapan Gus Fachrul yang ingin memberinya hukuman.
......................
Gus Fachrul sudah menunggu istrinya di kamar, berjalan bolak-balik seperti setrikaan "lama sekali istri kecil saya."
pintu kamar terbuka "Ara sayang," panggil Gus Fachrul tersenyum manis, "eh ummi, kirain istri Fachrul."
"Ara Ara, Ara mu sedang memasak dibawah", ucap ummi sambil meletakkan jus mangga "diminum ini jus, buatan Ara mu."
"hehehe baik ummi."
"yasudah, tunggu saja sebentar lagi juga sudah siap memasaknya." ucap ummi sambil menarik ganggang pintu
malu aku, batin Gus Fachrul
"assalamualaikum," salam Hyra memasuki kamarnya dengan Gus Fachrul.
"waalaikumsalam, akhirnya yang di nanti-nanti," ucap lelaki itu dengan senyum manis nya dan matanya yang menyipit
"ada apa Gus nyuruh aku kesini."
"jangan panggil Gus lagi Ara."
"terus panggil apa?"
"ya terserah kamu."
"aku panggil papi ya," tawa Hyra pecah.
Gus Fachrul yang melihat tawa istrinya itu hanya tersenyum manis.
"yaudah aku panggil mas aja gimana?"
"boleh Ara," ucapnya tersenyum manis
"mas ada apa nyuruh aku kesini?" ucap Hyra sambil melihat muka tampan suaminya itu hidung yang mancung bibirnya yang tipis dan bola mata yang indah berwarna hazel. sempurna banget suami gue, batin Hyra
"memangnya tidak boleh saya menyuruh istri saya untuk menemani saya."
"boleh," ucap Hyra
"saya lapar," ucap gus Fachrul dengan muka memelas
"makanlah kalau lapar," cetus Hyra
"udah kenyang, jadi kenyang mendadak saya."
gadis itu tersenyum manis "yaudah aku suapin ya, sebentar aku ambilin makannya."
Gus Fachrul menarik tangan Hyra, "kamu mau ninggalin saya lagi, baru bentar kamu disini."
"mau ambil makan dulu mas."
"aku ikut Ara."
"ya Allah, yaudah ayo."
Gus Fachrul berjalan sambil memeluk dada dan menaruh dagunya di pundak Hyra.
ummi tak sengaja melihat putranya yang sedang bermanja pada istrinya di meja makan, "foto dulu deh kirim ke Abi," ucap ummi tersenyum manis.
"duduk mas makan dulu."
"di kamar aja makannya."
"yaudah ayo," Gus Fachrul kembali memeluk istrinya, "aku susah naik tangganya kalo di peluk gini mas."
Gus Fachrul melepaskan pelukannya "yaudah ayo."
"mimpi apa gue semalem, ini Gus jadi begini," gumamnya
Gus Fachrul berjalan di samping hyra, saat sedang menaiki anak tangga Hyra terpeleset karena ada tumpahan minyak, piring yang di pegang oleh wanita itu terjatuh suara pecahnya yang keras berhasil membuat Gus Fachrul kaget. wanita itu terguling hingga kebawah.
"Ara!"
see you next chapter guys 💐