
...Happy reading💐...
Dua hari berlalu hari ini kyai, ummi, Gus Fachrul, ning Zahra, Ning zizah dan Gus Adzam, sedang bersiap-siap, Sehabis sholat subuh mereka akan segera pulang kembali.
"Udah siap semuanya?" Tanya Abi
"Udah bi," Sahut mereka
"Kita pamit ya ham," Selama berada di Jakarta keluarga kyai Ibrahim menginap di rumah ayah hyra.
"Iyaa hati hati him, kami besok sekeluarga insyaallah kesana mau jengukin hyra."
"Kenapa gak hari ini aja ham biar bareng kita," Sahut umi Fatimah.
"Gak bisa mah nanti sore ada urusan kerjaan,"
"Ya sudah kalau begitu, di tunggu besok," Ucap kyai
"Fachrul ayah titip hyra ya, jaga dia baik baik," Ucap ayah sembari memegang bahu Gus Fachrul.
"InsyaAllah yah."
..................
"Hyra kamu gak nyuci udah seminggu tu pakaian kotor numpuk," Ucap melan sembari menunjuk ke arah tumpukan baju kotor milik hyra.
"Kan bisa di laundry."
"Aku Kemaren mau ngeloundry kesana tapi katanya mesin cuci nya rusak, jadi gak bisa ngeloudry deh," Ujar Melan
"Serius?"
"Iya serius."
"Gimana dong cuciannya. aku gak pernah cuci baju sendiri," Ucapnya dengan wajah memelas.
"Hah! Kamu serius ra," Sahut mereka serentak
"Iya!"
"Yaudah ayo, aku ajarin nanti sekalian aku mau nyuci baju juga," Ajak melan.
Hyra dan melan berjalan menuju kamar mandi, sedangkan Dinda dan Rani tidak ikut karena sedang menambah hafalan. lagi pula mereka sudah cuci baju kemaren.
"Terus kita sekarang kita ngapain," Tanya hyra begitu polos
"Kamu lihat aku ya, basahin dulu semua pakaian nya terus kamu sabunin terus di sikat terus di bilas," Melan menjelaskan secara rinci sambil memperatekkan nya.
"Oh gitu."
.................
Mobil kyai Ilham sudah memasuki gerbang area ndalem.
"Alhamdulillah sudah sampai," Ucap kyai
Saat dua Gus itu mengeluarkan koper dan barang-barang lainnya dari dalam bagasi mobil santri yang lewat di depan ndalem turut membantu membawakan koper ke dalam ndalem, "Biar kita bantu gus, kyai,ummi."
"iya,Terimakasih ya."
"Sudah semua kyai kita izin pamit ya mau masuk kelas."
"Iya terimakasih ya sekali lagi."
Sedangkan Gus adzam dan Gus Fachrul sudah duluan pergi dari ndalem mereka ada jam mengajar pagi ini. sudah dua hari mereka tidak mengajar jadi tidak mungkin jika hari ini mereka tidak mengajar lagi, walaupun ada guru pengganti tetapi tetap tidak enak dengan guru pengganti karena mereka sudah ada jam mengajar sendiri, tidak enak jika terlalu lama merepotkan mereka.
Hari ini Gus Fachrul memasuki kelas hyra, dari awal masuk kelas Gus Fachrul sering sekali melihat ke arah hyra
"Baik saya absen dulu," ucap Gus Fachrul sambil mengambil pulpen dari saku bajunya, "ALMAHYRA FAUGIYYA,"
Saat menyebut nama hyra Gus Fachrul begitu lama menatap gadis itu. Dan itu membuat hyra sangat bingung
"Hadir," sahutnya. Itu Gus kenapa liatin gue gitu banget ya, terpesona kali ya sama kecantikan gue. Eh tapi si Gus kan alim banget gak deh kayaknya, ah gak tau lah seterah, batinnya
"Baik apakah ada yang ingin menyetor hafalan hadist. Dua hari yang lalu saya ada suruh hafalkan hadist tentang pacaran Kan?."
"Saya Gus udah hafal," Dinda maju kedepan untuk menyetor hafalan nya gadis itu selalu maju paling pertama jika tentang menghafal hadits ataupun ayat Al Qur'an.
"Baik silahkan Dinda".
Sesudah Dinda hyra pun maju untuk menyetor hafalan nya. Untung saja Hadist itu tidak terlalu panjang, jadi gadis itu mudah untuk menghafal, "Saya Gus".
Sudut bibir Gus Fachrul sedikit tertarik,
"Baik silahkan hyra."
Begitu hyra membaca basmalah terdengar suara yang begitu merdu masuk ke telinga Gus Fachrul.
masyaAllah merdu sekali suara kamu cantik, batin Gus Fachrul
Kring..... Kring.....
Bel Jam pergantian pelajaran pun berbunyi.
"Baik jam mengajar saya sudah habis, besok hari terakhir menyetor hafalan bagi yang belum. Assalamualaikum."
..............
Sekarang sudah waktunya jam makan siang. hyra, Dinda, Rani,melan sedang berjalan menuju ruang makan santri.
"Guys aku ke toilet dulu ya mau buang air kecil," Di tengah perjalanan tiba tiba Hyra ingin buang air kecil.
"Iya Ra kita tunggu di ruang makan ya."
Hyra berlari menuju toilet di mesjid karna itu yang lebih dekat, hyra yang sedang berlari tidak sengaja menabrak Gus Fachrul.
"Aduh ya Allah Gus, Minggir Gus saya buru-buru."
Dikarenakan di tempat itu sepi karena para santri sedang makan siang, Gus Fachrul menarik tangan hyra.
"Kamu kenapa lari-lari gitu nanti kalo jatuh Gimana."
"Lepasin tangan saya Gus, saya kebelet, mau buang air kecil."
Gus Fachrul langsung melepas tangan gadis itu, "Oh yasudah sana."
Gus Fachrul tersenyum melihat tingkah gadis itu.
"Sudah?" Tanya Gus Fachrul, lelaki itu tidak pergi dia menunggu hyra di dekat toilet itu
"Lah gus ngapain disini,ngintipin saya ya. Wah mata keranjang, saya aduin umi ya awas aja." Setelah mengucapkan itu hyra bergegas pergi dari tempat itu
See you next chapter guys💐
Vote and komen ya🥰