MY GUS MY HUSBAND

MY GUS MY HUSBAND
episode 7



HAPPY READING 💐


Hyra berjalan sendiri di malam hari gadis itu tidak menyangka seorang Gus bisa melakukan hal seperti itu "gak sopan banget itu Gus padahal dia kan udah punya istri". Ucap Hyra


Gus Fahrul tidak Diam diri dia mencari keberadaan gadisnya itu.


"Kamu di mana Ra, Andai saja kamu tahu saya ini siapa kamu". gumamnya sendiri


Di Ujung Jalan terlihat seorang gadis memakai gamis berwarna mocca persis seperti gamis yang dibelikan oleh gus Fachrul untuk Hyra, Gus Fahrul melajukan mobilnya menuju gadis itu. Dan berhenti tepat di hadapan gadis itu.


Gus Fachrul langsung turun dan menghampiri gadis nya itu.


"Ara kamu benar-benar membuat saya khawatir, masuk mobil kita pulang, tidak ada bantahan cepat".


"gak mau, saya bisa pulang sendiri!".


tidak ingin berdebat Gus Fachrul langsung Menggendong gadis itu.


"Gus". teriak hyra


"kita pulang sekarang Ara".


.........


Mereka sudah tiba di ndalem Hyra langsung turun dari mobil berlari masuk ke ndalem


"assalamualaikum".


"waalaikumsalam". terlihat semua anggota keluarga sedang berkumpul di ruang tamu


"ummi tau gak tadi Gus Fachrul gak sopan banget megang-megang bibir Hyra. hukum aja mi, masa Gus begitu malu-maluin".


gadis itu menceritakan semuanya tentang kejadian tadi kepada ummi Gus Fachrul. mereka hanya tersenyum mendengar cerita gadis itu.


"Ara". tegur Gus Fachrul, Gus Fachrul sangat malu mendengar gadis itu bercerita tentang hal yang tidak seharusnya di ceritakan.


"maaf semuanya, seperti nya sudah saat nya Ara tau semuanya".


Gus Fachrul memperlihatkan Vidio ijab Kabul tersebut kepada Hyra


"Bismillahirrahmanirrahim"


"ya, Fachrul Zayn al baqi, Ankahtuka wa zawwajtuka makhtubataka binti almahyra faugiyya alal mahri 500 dirham haalan".


"Qobiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkuur haalan".


Deg!


Gus Fachrul melantunkan dengan satu tarikan nafas dengan lantang dan tegas menggunakan bahasa arab.


gadis itu menagis terisak berlari keluar setelah melihat Vidio ijab qobul tersebut, gadis itu merasa di bohongi selama ini karena mereka merahasiakan pernikahan itu dari diri nya.


"mereka jahat banget sama gue".


"Fachrul permisi mau menyusul Ara".


bunda menahan pundak menantu nya itu "jangan di kejar dulu nak, biarin dia memenangkan diri nya".


..........


gadis itu pergi ke rumah yang pernah ia datangi bersama Gus Fachrul, gadis itu memilih bermain basket daripada memikirkan hal yang baru saja dia ketahui tadi.


"gue penasaran sama isi rumah ini, kata Gus rumah ini yang akan di tempati sama istrinya nanti, berarti istrinya yang di maksud kemaren gue dong".


gadis itu melihat betapa mewah nya isi-isi di dalam rumah itu, Hyra melihat sebuah kotak perhiasan berwarna merah dengan sebuah surat di bawah kotak itu.


"to Hyra anantasia putri, mungkin saat kamu baca surat ini kamu sudah mehgatahui bahwa saya adalah suami kamu, saya minta maaf karena saya merahasiakan pernikahan ini dari kamu, Juju sayang ini bukan kemauan saya. saya meminta maaf sedalam-dalamnya, saya berharap kamu mau memaafkan saya, saya berharap kamu mau memberi saya kesempatan untuk memperbaiki semua nya, saya harap kamu bersedia menjadi pendamping hidup saya, saya mencintai kamu karna Allah". gadis itu terisak membaca surat tersebut


di tempat lain Gus Fachrul tidak bisa tenang memikirkan gadis nya yang pergi begitu saja.


"Ara maafkan saya". lirih nya


Gus Fachrul mengambil kunci mobil ia memilih untuk menyusul gadis nya.


"dia pasti ke rumah itu".


saat sudah sampai Gus Fachrul terlebih dahulu berlari ke lapangan basket apakah benar istrinya berada disini, Gus Fachrul menemukan sebuah tas selempang wanita persis seperti yang di pakai oleh Hyra sebelum ia pergi.


"ini tas Ara dia pasti ada di sini".


tok... tok.. tok..


"Ara saya tau kamu berada di dalam, Ara tolong buka pintunya".


gadis itu berlari untuk membuka pintu saat mendengar Gus Fachrul memanggil nya, gadis itu langsung memeluk tubuh kekar lelaki itu, sambil menangis terisak.


"jahat". ucap nya sambil memukul dada bidang suami nya itu


"maaf Ara". lirih nya


"kenapa rahasiain ini dari aku sih".


"saya terpaksa, kamu boleh mukul saya kamu boleh tampar saya kalo itu bisa membuat kamu puas".


"aku maafin tapi beliin ice cream dulu". ucap nya terisak


"benar kamu sudah memaafkan saya".


"beliin ice cream, burger, ayam bakar, capuccino, sama pizza dulu baru di maafin. laper".


"oke saya belikan Sekarang tunggu disini ya cantik".


pipi gadis itu memerah saat mendengar tutur kata lelaki itu "iya sana cepet".


"kenapa itu pipi nya merah".


"apa sih gak ada, gak jadi aku maafin nih".


"jangan dong, bercanda sayang".


"yaudah sana".


"assalamualaikum istriku".


lagi-lagi pipi gadis itu memerah.


"jawab salam itu wajib".


"waalaikumsalam suamiku". setelah berucap itu Hyra langsung menutup pintu rumah


selama di perjalanan Gus Fachrul tidak henti-hentinya tersenyum.


.........


Gus Fachrul sudah tiba di rumah dengan membawa banyak pesanan istrinya.


"assalamualaikum".


"waalaikumsalam masuk aja pintu gak di kunci".


terlihat lelaki itu menenteng banyak kresek membeli semua makanan yang di inginkan oleh gadis nya itu.


"wih banyak ya". ucap gadis itu


"iyalah kan kamu pesen nya banyak Sayang". tutur nya


"yaudah sini sayang makan bareng".


"saya beli semua nya cuma satu porsi Ara kamu aja yang makan ya".


"apa sih, kan kita bisa makan satu porsi berdua sayang". tutur gadis itu


"tapi tangan kanan saya sakit". ucap nya dengan muka memelas


"masa sih, tangannya baik-baik aja kok, bilang aja mau di suapin".


"itu kamu tau".


mereka berdua menghabiskan malam nya di rumah tersebut.