
maaf ya kalo lama up nya π
~
~
setelah cukup lama diruang ganti akhirnya alin keluar dengan memakai pakaian kekurangan bahan itu " sekarang bahkan aku terlihat seperti ******* " batinku saat melihat diri di kaca yang ada dikamar ini " anda sangat cantik nona " ucap salah satu pelayan tadi yang lainnya mengganggukan kepala membenarkan apa yang dikatakan rekan nya " baik nona kami keluar dulu " ucap pelayan itu sambil melenggang pergi . sesaat setelah kepergian pelayan tersebut aku hanya bisa diam sambil melihat keseliling kamar ini hingga aku melihat ada foto seorang pria dengan wajah datar " apakah dia orang yang membeliku kenapa wajahnya tidak asing ya mungkin hanya perasaan ku saja " pikirku setelah cukup lama diam aku akhirnya tertidur .
~
diruangan regan dia sedang menunggu pelayannya tak lama pintu ruangannya diketuk " masuk " ucapku " maaf tuan saya mengganggu anda nona sudah dibersihkan dan sekarang nona tertidur dikamarnya tuan " ucap pelayan itu , aku hanya diam tidak merespon " kalau begitu saya permisi tuan " ucap pelayan itu lagi " hmmm" jawabku dan pelayan itu melenggang pergi , setelah beberapa saat aku berdiri dan keluar dari ruang kerja ku menuju tempat dimana disana ada gadisku yang sedang tertidur pulas saat aku membuka pintu aku terkejut melihat dia tertidur disofa aku melangkah mendekatinya dan mengankatnya ala bridal style ke kasur king size miliku aku lihat dia merasa terganggu saat aku mengangkatnya tadi aku meletakkannya dengan pelan agar dia tidak terganggu setelah itu aku duduk dipinggir kasur sambil memperhatikan wajahnya yang manis bibirnya yang mungil makin membuatnya terlihat cantik , cukup lama aku memandanginya tak lama mata cantik itu terbuka matanya menyesuaikan cahaya yang masuk kemata nya setelah itu ia mengedarkan pandangannya dan pandanganku dan ia bersitubruk cukup lama kami saling pandang sampai dia membelakkan matanya dengan terkejut dan dia langsung meringkuk kearah pinggir ruangan kamar menyiratkan ketakutan diamatanya .
~
~
~
" nama " ucapan regan hanya di balas gelengan oleh gadis mungil dihadapannya sebenarnya regan tidak perlu bertanya lagi karna ia sudah tau siapa nama gadisnya ini " kutanya sekali lagi siapa namamu jika kau tidak menjawab akan ada hukumannya " ucap regan dengan senyum miring dan tatapan tajam andalan nya . gadis itu mendongak dengan tatapan takut2 terhadap regan lalu menjawab " alinka putri tuan " jawabnya dengan suara kecil bahkan bisa nyaris dibilang terdengar seperti bisikan namun masih bisa didengar oleh regan lalu regan menatap lekat2 gadis mungil dihadapannya ini "apakah aku begitu menakutkan " pikir ku" maaf apa aku membuatmu ketakutan "ucap regan setelah mengucapkan hal yang benar2 tidak terduga lebih tepatnya bagaimana bisa seorang regan yang terkenal kejam berwajah datar mengatakan hal seperti itu " aku akan keluar istirahatlah aku tau kau pasti sangat lelah perjalanan kesini sangat jauh dan melelahkan aku akan bicara padamu besok pagi" setelah mengucapkan itu regan pergi dari ruangan itu , kepergian regan membuat alin merasa senang walau hanya sebenta karna besok ia akan bertemu kembali dengan pria itu ia sangat ketakutan entah apa yang akan ia hadapi besok ia harus menyiapkan mentalnya untuk besok karna ia tahu regan bukan orang sembarangan .
~
23 feb 2020π
maaf kan jika banyak typo π
every time we pass I really like itβ‘