My Boyfriend Is A Vampire

My Boyfriend Is A Vampire
MBV 53



Sam terkejut dengan yang terjadi. Ia bangun dan ingin menghindarkan Annabele dari Julie, tapi sayangnya terlambat.


"Julie, maaf."


"Jangan pikir kamu menang."


Annabele menghunus belatinya dari jantung Julie. Ia mundur perlahan dengan kelopak mata menggenang, ketika harus terpaksa menusuk temannya itu.


Julie melirik dada yang ditusuk oleh belati perak itu, sebelum dirinya melihat ke arah kuku, di mana ia juga sempat menggores dada Annabele.


"Aku mungkin akan binasa, tapi rasa sakit yang aku rasakan, takkan sesakit yang akan kamu rasakan." Julie tersenyum miring, hingga kemudian merasakan tubuhnya mati rasa. Perlahan, bagian tubuhnya menguar bagai abu yang tertiup angin.


Sam melihat Annabele yang gemetar dengan air mata yang mengalir. Gadis itu menangis, karena telah benar-benar membunuh temannya sendiri.


Annabele menjatuhkan belati ketika melihat Julie menghilang, hingga kemudian menyentuh dada yang terasa perih karena ternyata terkena goresan cakar Julie. Annabele limbung dan tak sadarkan diri.


Sam yang melihat Annabele terjatuh, langsung berlari dan menangkap tubuh gadis itu. Ia langsung membuka sedikit kemeja gadis itu, untuk melihat seberapa parah luka yang didapat.


"Bertahanlah!" Sam membawa Annabele pergi dari sana.


-


-


Puluhan tahun yang lalu.


Sam baru saja kembali dari mencarikan kebutuhan Bella. Ia langsung menuju kamar gadis itu, tapi sayangnya tak mendapati di sana.


"Bella!" teriak Sam.


Sam mencoba mencari keberadaan Bella. Ia memang tidak bisa merasakan keberadaan gadis itu, seperti vampir atau manusia lain. Sam merasa jika Bella memiliki kemampuan yang bisa membuatnya tak bisa dipengaruhi oleh kekuatan bangsa vampir.


"Bell--" Sam berhenti meneriaki nama adik manusianya itu, karena melihat Bella yang sudah berdiri di ambang pintu dengan senyum lebar.


"Dari mana kamu? Bukankah aku bilang untuk tidak keluar!" Sam langsung menginterogasi.


"Maaf, aku hanya jalan-jalan sebentar." Bella langsung menghampiri kakaknya itu, merangkul lengan dan mengajak masuk.


"Benar hanya jalan-jalan?" tanya Sam memastikan.


Bella mengangguk kecil, masih terus merangkul lengan sang kakak.


"Apa Kakak membawakan yang aku minta?" tanya Bella.


Sam menoleh pada Bella, sadar jika gadis itu sedang mengalihkan pertanyaannya. Namun meski begitu, Sam tak pernah marah, karena sudah terlanjur menyayangi gadis itu.


Bella melepas tangan dari lengan Sam, lantas menatap pada kakaknya itu.


"Apa?" tanya Bella yang penasaran.


Sam mengeluarkan sesuatu dari saku, kini tangannya menggenggam sebuah jepit rambut berbentuk mawar.


"Apa kamu menyukainya?" tanya Sam.


"Ini sangat cantik." Bella terlihat begitu senang mendapat jepit rambut itu.


"Biar aku pakaikan." Sam menyematkan jepit itu di rambut Bella, terlihat indah ketika berpadu dengan rambut sedikit bergelombang berwarna cokelat Bella.


-


-


Beberapa hari kemudian, Sam kembali kehilangan Bella. Ia mencari keberadaan gadis itu, hingga melihat Bella tengah bersama seorang pria yang tak lain adalah Cristian. Sam tahu Cristian adalah vampir dari klan lain, dan hal itu membuat Sam merasa tak senang.


"Kamu dari mana, Bella?" tanya Sam ketika adiknya itu baru pulang.


"Hanya jalan-jalan sebentar," jawab Bella yang terus berbohong untuk menutupi hubungannya dengan Cristian.


"Kamu berbohong padaku, Bel!" bentak Sam yang merasa tak senang.


Kedua pundak Bella sampai bergidik ketika mendengar Sam membentak.


"Aku tidak bohong," lirih Bella yang takut melihat tatapan Sam.


"Kamu menemui seorang pria, dan dia dari bangsa vampir. Apa kamu ingin membahayakan nyawamu?" tanya Sam masih dengan nada tinggi karena emosi.


Bella terkejut mendengar Sam mengetahui hubungannya dengan Cristian. Sedangkan Bella sudah menutupinya selama berbulan-bulan, bahkan sering berbohong dan meminta Sam mencarikannya sesuatu, agar bisa bertemu Cristian secara diam-diam.


"Aku mencintainya, aku tidak berniat bohong, hanya takut Kakak marah." Bella mencoba menjelaskan.


"Jauhi dia! Jangan lagi berhubungan dengannya, jika kamu masih menganggapku sebagai Kakakmu!" perintah Sam begitu tegas dan tidak bisa dibantah.


Bella cukup terkejut ketika Sam memintanya menjauhi Cristian, sedangkan mereka telah membuat janji akan terus bersama.


"Kenapa aku harus menjauhinya?" tanya Bella yang tak mengerti. Menatap dengan rasa tak percaya ketika harus dipaksa meninggalkan pria yang disukainya.


"Karena dia sudah memiliki takdirnya, dan kamu akan dianggap menjadi penghalang. Kamu dan dia tidak akan bisa bersama, aku mohon demi keselamatanmu, jauhi dan tinggalkan dia."