
"Sam!" Julie begitu terkejut temannya itu datang menolong Annabele. "Pergi dari sini, Sam. Aku tidak ingin melukaimu!" perintah Julie.
"Apa kamu pikir aku akan membiarkanmu melukaiku? Salah!" Sam mengeluarkan kuku-kuku tajamnya.
Julie terkejut melihat perubahan itu, baru tahu jika ternyata Sam yang dianggapnya sebagai manusia biasa adalah seorang vampir.
Annabele yang berada di belakang Sam, juga terkejut ketika melihat pria itu mengeluarkan kuku tajam.
"Jauhi Anna!" perintah Sam dengan mata menyorot tajam ke arah Julie.
Julie menyeringai mendengar perintah Sam, tak menyangka jika ternyata banyak yang melindungi Annabele, membuat rasa dendam, cemburu, dan amarah akan gadis itu semakin membumbung tinggi.
"Kalau aku tidak mau, kamu mau apa? Membunuhku? Bisa kamu coba!" Julie memancing reaksi Sam.
Sam memang bersiap, tapi ada hal yang tidak bisa dilakukannya, membuatnya terlihat ragu untuk menyerang terlebih dahulu.
"Benda yang diberikan Cristian, apa kamu membawanya?" tanya Sam melirik sekilas ke arah Annabele.
Annabele yang masih dalam keadaan syok mengetahui fakta-fakta yang mencengangkan, hanya bisa mengangguk untuk menjawab pertanyaan Sam.
"Saat aku berhasil menangkapnya, tusuk jantungnya! Aku tidak bisa membunuhnya, jadi kamu yang harus membunuhnya. Apa kamu mengerti?" tanya Sam setelah memberi perintah. Ia tak ingin Annabele ragu membunuh Julie, karena seharusnya gadis itu sadar jika temannya itu bukanlah teman yang dikenalnya dulu.
Saat Sam sedang memberi perintah pada Annabele, Julie mengunakan kesempatan itu untuk menyerang. Ia langsung mengarahkan cakarnya ke tubuh Sam, tapi tentu saja dapat ditepis pria itu.
Sam mencoba menahan gerakan Julie agar bisa menangkap serta memberi kesempatan pada Annabele untuk menusuk jantung Julie, tapi ternyata Julie bergerak lebih gesit, bisa terus menghindar dari serangan Sam. Mereka saling membalas serangan, mengarahkan cakaran demi cakaran ke tubuh. Julie mengincar tepat jantung Sam, tapi pria itu tidak bisa melakukan hal yang sama karena ada sebuah ikatan yang tidak bisa dilanggar. Sam hanya bisa menghajar dan melukai, tapi tidak bisa membunuh.
Julie mengayunkan tangan, kuku-kuku tajamnya menggores wajah Sam hingga menciptakan sebuah luka di sana. Sam menangkap tangan Julie, mencengkeram pergelangan begitu erat, sebelum akhirnya memutar tangan gadis itu dan menguncinya di belakang tubuh, saat satu tangan Julie berusaha menyerang agar Sam melepas, pria itu kembali menahan tangan Julie yang lain, sampai akhirnya berhasil menahan kedua tangan di belakang tubuh dan membekuk gadis itu.
"An, sekarang!" teriak Sam setelah berhasil mengunci Julie agar tidak bisa bergerak.
Annabele mengarahkan belati itu, bersiap menusukkan ke jantung Julie. Namun, melihat tatapan mata Julie yang berubah, membuat Annabele mengurungkan niatnya.
"Anna, kamu tega membunuhku?" Julie yang dipaksa berlutut dengan kedua tangan tertahan di belakang tubuh, memperlihatkan kesedihan di matanya.
"An, sekarang!" perintah Sam.
Annabele menggelengkan kepala, takkan sanggup membunuh teman yang sudah menemaninya selama ini.
"Aku tidak bisa melakukannya, Sam. Tidak bisa." Annabele merasa ingin menangis, bagaimana bisa dirinya membunuh Julie.
"An, dia bukanlah Julie yang kamu kenal! Jika kamu tidak membunuhnya sekarang, maka dia yang akan membunuhmu!" teriak Sam meyakinkan Annabele untuk segera menusuk jantung Julie.
"Benar, An. Kenapa kamu tidak membunuhku? Bukankah mudah membunuhku, sama seperti saat kamu membuat Bastian mati. Kamu membunuhnya, bagaimana tidak bisa membunuhku? Ayo, bunuh aku! Bunuh aku, jika kamu sanggup!" teriak Julie seakan memprovokasi, sedangkan dibalik itu sedang membuat Annabele bingung dan semakin merasa bersalah.
"Diam kamu!" Sam membentak dan menekan punggung Julie karena sadar jika tengah membuat Annabele bimbang.
Julie tertawa, tahu kalau Annabele pasti takkan sanggup membunuhnya. Ia merasa menang ketika melihat kebimbangan dan juga rasa bersalah di mata Annabele.
Tangan Annabele terlihat bergetar, tak sanggup mengingat tentang kematian Bastian. Ia menunduk menatap tangan yang memegang belati, haruskah dia benar-benar menjadi seorang pembunuh, meski tahu jika Julie bukanlah Julie yang dikenalnya lagi.
Sam melihat ketakutan dan penyesalan di mata Annabele. Ia menurunkan kewaspadaan karena mencemaskan kondisi Annabele.
Ketika sadar kalau Sam lengah. Julie dengan cepat menggerakkan tubuh agar lepas dari tangan Sam yang menahannya, begitu terlepas ia langsung mengayunkan cakar hingga mengenai dada Sam dan membuat goresan besar di sana. Melihat Sam yang terjatuh, Julie pun lantas beralih ke arah Annabele dan menyerang gadis itu untuk membunuhnya.
Kuku-kukunya yang tajam tepat mengarah ke dada Annabele, hingga suara tusukan terdengar ngilu di telinga. Annabele dan Julie berdiri tepat saling berhadapan, keduanya saling tatap sejenak dengan posisi seperti itu.