My Best Friend's

My Best Friend's
BAGIAN : 8



Tanpa memperdulikan banyak orang yang memperhatikan mereka, lelaki yang disebut Putra itupun langsung menghampiri teman nya.


"Ada yang pengen gue bicarain sama lo! " Ucap Putra tanpa basa-basi lagi.


"Duduk dulu lo nya, " Jawab teman sekaligus orang kepercayaan nya.


Putra pun langsung mendudukkan dirinya di kursi seberang temannya atau Adrian Pratama yang biasa dipanggil Rian.


"Gue pengen pulang ke Indonesia 2 minggu lagi, lo paham kan?! " Ucapan Putra membuat Rian yang sedang meminum minumannya tersedak begitu keras.


"Uhuk.. Uhuk.. LO JANGAN BERCANDA PUT! " Ucap Rian sedikit berteriak, "lagian kita masih ada urusan disini! " Lanjutnya.


"Gue tau Yan, makanya gue ngajakin lo kesini buat mempercepat urusan kita Yan! " Ucapan Putra membuat Rian semakin serius membahas tujuan Putra.


"Lalu apa alasan lo Put, semisal ditanyain sama bokap lo? " Tanyanya lagi.


"Alasan gue? Lo tau kan gue gak bisa dengar ade gue nangis, " Langsung dijawab anggukkan oleh Rian.


"Nah, tadi dia nelpon gue buat cepat pulang, " Ucap Putra mulai melemah.


"Huuhh, baiklah besok kita mulai ngerjain project nya, lo paham kan Put? " Pertanyaan Rian langsung dijawab anggukan dan senyum dari Putra.


"Tumben senyum, biasanya aja enggak? " Ucap Rian sambil menaik-turunkan alisnya.


"Gue senang aja bisa dapat teman, sekaligus kepercayaan yang benar-benar paham masalah gue, " Ucap Putra pelan.


"Ngeliat lo kayak gini ngebuat gue pengen cepat pulang ken Indo buat ketemu yang lain, " Lanjutnya dengan senyum semakin mengembang.


~ Kembali ke Indonesia


Saat ini sudah istirahat kedua di Flower High School. Tetapi Maya, Naya, dan Aulia masih didalam kelas mereka, sedangkan Maul dan Restu sudah menuju kantin sekolah.


"Kita gak ke kantin nih? " Tanya Aulia.


"Gak, males, " Jawab Maya dan Naya barengan.


"Tapi gue laper, " Rengek Aulia.


"Ke kantin sana, " Sahut Maya sedangkan Naya memainkan HP nya dengan santai.


"Gak ada teman, " Rengek Aulia lagi, namun kali ini tidak ditanggapi oleh kedua temannya.


"Kok gue bisa punya temen kayak mereka ya?, " Gumam Aulia sangat pelan namun didengar Maya dan Naya.


"Mana gue tau, " "Gak tau, " Jawab Naya dan Maya barengan


"Kok kalian dengar sih? " Heran Aulia.


Maya dan Naya berpandangan, dan mengatakan..


"Lupa dia, "


"Lupa apaan gue? " Bingung Aulia


Lagi.


"Lo lupa apa telinga kami tuh tajam, hah? " Kata Naya membuat Aulia menepuk keningnya sendiri.


"Lupa gue, " Sambil cengar-cengir.


Setelahnya Maya dan Naya melanjutkan main HP mereka masing-masing, dan membiarkan Aulia bergumam tidak jelas.


#Skip pulang sekolah


Semua murid sibuk membereskan peralatan sekolah mereka untuk pulang ke asrama masing-masing. Begitu pula dengan Maya, Naya, Aulia, Restu, dan Maul.


"Nay, jadi gak bahas yang tadi? " Pertanyaan Aulia dijawab anggukan oleh Naya.


"Dimana bahasnya? " Tanya Aulia lagi.


"Oke." Sahut Aulia.


"Kalian mau bahas apa sih? " Tanya Restu yang dari tadi kebingungan.


"Iya nih gue gak paham, " Ucap Maul setuju.


"Nanti, besok gue bilangin sama kalian, " Kata Aulia.


"Yaudah deh, pulang yuk! " Ucap Restu.


"Ayoo! " Jawab Maul dan Aulia, sedangkan Maya dan Naya hanya menganggukkan kepala.


#Skip Asrama Maya & Naya


Sekarang Aulia, Maya dan Naya sudah memakai baju santai, dan mereka sedang duduk diatas kasur Maya.


"Jadii..? " Tanya Aulia.


Naya menceritakan semuanya mulai dari Rey menyeretnya sampai Naya meninggalkan Rey, tetapi Naya tidak menceritakan tentang ia menangis di Rooftop.


"What lo ditembak kak Rey?! " Pekik Aulia.


"Emm, iya, " Jawab Naya seadanya.


"Terus lo nolak kak Rey? " Tanya Maya.


"Iya, kan gak mungkin gue terima, " Ucap Naya tenang.


"Gila lo Nay, seorang ketos lo tolak gitu aja?! " Ucap Aulia entah itu takjub, kesal, atau entahlah.


"Terus harus gimana, gue terima tapi gue siksa, fans nya dia yang ngamuk. " Jawab Naya kesal.


"Hehehe, iya juga ya, " Aulia sambil nyengir.


"Kita main game yukk?! " lanjutnya, karena merasa cerita nya sudah selesai dan Ia sangat bosan.


"Ayo, game apa?" tanya Naya.


"Gimana kalo TOD? " Tanya Maya.


"Ayokk!! " seruan Aulia bersemangat.


"Yaudah main diruang tamu aja, " Ucap Maya lalu beranjak menuju ruang tamu di kamar asrama mereka, diikuti oleh Aulia dan Naya.


Saat diruang tamu Aulia dan Maya menunggu Naya, yang mengambilkan botol di dapur.


"Nih botol nya, " Ucap Naya memberikan botol nya ke tangan Maya.


Mereka bertiga duduk melingkari botol. Dan Maya mulai memutar botol nya, dan botolnya berhenti tepat ke arah Aulia.


"Okeh, TOD? " Tanya Naya semangat.


"Truth aja deh, " Jawab Aulia, membuat Naya lebih semangat, dan saat ingin menanyakan sesuatu langsung dipotong Maya.


"Gue duluan, " Ucapnya.


"Lo lagi suka sama siapa Au? " Lanjutnya.


"Emm, sama siapa yahh? " Bingung Aulia.


"Oh iya, gue lagi dekat sama kakel sih. Tapi gue gak punya rasa suka sama dianya. " Jawan Aulia mengidikkan bahunya.


"Oke Maya udah kejawab, sekarang gue yang nanya! Aulia Zulfa Nazwarni Felixian, apa lo beneran gak punya perasaan sama Kak Naufal? " Tanya Naya serius, bahkan Naya sampai mengucapkan nama lengkap Aulia beserta marganya.


TBC..