
"Gak tau, Pak. " Jawab Naya enteng.
"Kamu mau bapak manggil orang tua kamu!! " Ancam Pak Herman.
"Gak, dan gak akan pernah. " Tegas Naya.
"Heehh.. NAYA KAMU TUH BENAR-BENAR GAK TAU SOPAN SANTUN YA SAMA ORANG YANG LEBIH TUA!! " Marah Pak Herman.
"Maaf.. Pak. Lebih baik bapak cepat catat saya ke catatan BK deh, saya gak mau pelajaran kesukaan saya keganggu. " Ucap Naya.
"Ya sudah.. Bapak, sudah mencatat kamu. Dan ini peringatan terakhir kamu, jangan pernah kamu telat lagi!! " Ucap Pak Herman.
"Saya gak janji, pak. " Sahut Naya santai.
"NAYA.. " Teriak Pak Herman. Tetapi tidak didengar oleh Naya, karena ia segera keluar ruangan BK.
~ Kelas XI-1
Sesampainya Naya didepan kelas nya, tanpa mengetuk pintu Naya langsung memasuki kelasnya tidak perduli apakah ada guru atau tidak.
"Nay!! " Ucap seorang perempuan dengan suara cempreng nya.
"What? " Tanya Naya santai sambil berjalan kearah kursi nya.
"Lo dari mana aja tadi?? Kok lama? " Tanya perempuan tadi sambil duduk di kursinya yang berada di sampingnya Naya, --Aulia.
"BK." Jawab Naya santai.
"Lagi?? " Tanya Aulia.
"Untung gurunya gak masuk, kalo masuk bisa dapat hukuman double lo. " Lanjut Aulia.
"Gak duli. " Jawab Naya sambil menelungkupkan kepalanya di meja.
"Serah lo deh Nay.. " Ucap Aulia pasrah.
Aulia yang melihat kelakuan sahabat nya hanya bisa pasrah, karena kalau di bicarakan secara baik pun hanya akan membuat mood nya makin tambah hancur.
# Skip jam istirahat
Tak terasa sudah istirahat pertama, sedangkan dari jam pertama sampai jam ketiga kelas XII-1 sedang tidak ada gurunya disebabkan ada urusan keluarga.
"Nay, lo ke kantin gak? " Tanya Aulia.
"Gak, gue pengen ke perpus. " Jawab Naya lalu meninggalkan semua sahabatnya.
Setelah melihat Naya keluar kelas Aulia kembali berbicara..
"Naya sebenarnya kanapa sih? " Tanya Aulia agak khawatir.
"Lo kayak gak tau aja Naya tiap bulannya pasti ada aja yang buat mood nya rusak, entah itu hal kecil ataupun besar. " Jawab Restu agak lemah.
"Iya Au, lebih baik kita diamin aja dulu, nanti juga baikan kok. " Sahut Maya.
"Eemm.. " Jawab Aulia lesu.
"Yaudah ke kantin yok. " Ajak Maul.
"Ayo." Jawab mereka bertiga.
Setelahnya mereka langsung keluar kelas dan berjalan ke arah kantin. Selama di perjalanan selalu ada saja pujian dan cibiran pada mereka..
'Ck! Ganjen banget sih tuh perempuan dekat-dekat sama most wanted sekolah ini! '
'Ihh, jijik banget gue sama mereka berdua, udah gak cantik ganjen lagi. '
'Cantik banget sih mereka berdua'
'Sumpah, pengen gue gebet tu orang'
'Kak Rafi udah makan belum?? '
Dan sebagainya.. Tetapi mereka tidak memperdulikannya, dan terus berjalan ke kantin.
~ Kantin
Sesampainya di kantin mereka mencari tempat untuk duduk, sampai akhirnya melihat meja kosong di pojok dekat jendela, dan langsung mengarah ke lapangan basket.
"Eh? Siapa yang mesen nih?? " Tanya Maul.
"Gue aja.. Mau pesan apa? " Kata Restu.
"Tumben.. Gue nasgor spesial sama jus manggo. " Ucap Maul.
"Gue somay sama lemon tea. " Ucap Aulia.
"Gue jus melon aja. " Ucap Maya.
"Lo gak makan May? " Tanya Restu. Dijawab gelengan oleh Maya.
"Oke, gak ada yang yang dipesan lagi? " Tanya Restu memastikan. Dan di jawab gelengan oleh mereka bertiga.
Saat mereka menunggu Restu, ada bunyi telpon dari Maul, Maul pun mengangkat nya yang bertulisan 'teman es ku'.
"Halo bro apa kabar? " Tanya Maul
'Baik, lo? ' Ucap orang di seberang sana.
"Gue baik kok, kanapa lo tiba-tiba nelpon gue?... Dan lo gak mungkin nelpon gue kalo lagi ada pengen apa-apa.. " Tegas Maul.
'Iya emang, Naya.. Naya kenapa gak aktif. Lo pasti sama dia kan? ' Ucap penelepon.
"Naya? Gak aktif? Masa? Biasanya dia aktif kok, Put.. " Jawab Maul dengan agak bingung.
'Terus lo gak sama dia gitu? ' Ucap lelaki itu-- Hadi Saputra, tegas.
"Gak Put, Gue di kantin sedangkan Naya di perpus. " Jawab Maul.
'Bisa gak lo ketempat Naya, gue pengen ngomong! ' perintah Putra.
"Enak banget lo merintahin gue, gue lag..! " Ucapan Maul yang nyaring terpotong oleh seseorang.
"Beri-in sama gue! " Ucap Naya sambil mengangkat tangannya untuk meminta HP Maul.
"Ck, nih..! " Sahut Maul.
Naya langsung mengambil HP Maul untuk mendengarkan orang diseberang sana..
"Kenapa? " Tanya Naya kepada orang itu.
'Lo kenapa gak angkat telpon gue?! ' Kesal Putra.
"HP gue mati. " Jawab Naya singkat plus datar.
'Terus lo di mana? Kok gak sama Maul?!! ' Tanya Putra kesal.
"Perpus, malas! " Sahut Naya ikut kesal.
"Ul, pesanin gue jus alpukat! " Titah Naya kepada Maul. Dijawab anggukan oleh Maul.
'Lo kok merintahin orang sih!! Kan lo punya kaki Aya, kenapa lo gak pesan sendiri aja?! '
"Harusnya gue yang nanya kek gitu Put, lo tuh kenapa? Nelpon gak jelas, marah-marah sama gue. Kalo lo punya masalah bilang jangan marahin gue!!! " Ucap Naya sambil setengah teriak.
Setelah mengucapkannya Naya langsung mematikan sambungan telpon nya.
TBC..