
Sesampainya mereka dibelakang sekolah, Naya langsung menghempaskan pegangan tangan Reyhan.
"Kak, kakak boleh ngajak orang tapi kakak harus tau batasan, setidaknya gak usah megang tangan gue! " Ucap Naya kesal, bahkan sangking kesalnya Naya mengunakan kata 'gue' kepada Reyhan.
"Maaf Nay, " Jawab Reyhan sambil tertunduk.
"Huuh... Yaudah kakak mau bicara apa? " Ucap Naya setelah membuang napas kasar.
"Nay, sebenarnya.. " Reyhan menggantung ucapannya. Sedangkan Naya hanya mengangkat sebelah alisnya.
"Aku, suka.. Sama kamu, " Ucap Reyhan dengan muka memerah.
"Kak, lebih baik kita anggap ini gak pernah terjadi, " Jawab Naya sambil meninggalkan Reyhan sendirian, tetapi sebelum Naya semakin menjauh Reyhan menarik tangan Naya dan mengatakan..
"TAPI KENAPA NAYYY?!!! " Ucap Reyhan dengan suara semakin meninggi.
"Kenapa? Ini bukan urusan kakak! " Ucap Naya dengan nada dinginnya, dan langsung menghempaskan tangan Reyhan kembali serta meninggalkan Reyhan benar-benar sendirian.
Saat di Koridor Naya bukannya langsung kembali ke kelas tetapi Ia malah pergi ke Rooftop.
~Rooftop
Sesampainya di Rooftop Naya menelpon seseorang..
'Tuuutt.. Tuuutt.. ' (anggap aja suara menyambung kan telpon)
'Halo? ' Ucap orang diseberang sana.
"Kakak.. Hiks.. " Ucap Naya sambil terisak, sedangkan orang diseberang sana mendengar isakkan Naya malah langsung panik.
'Dek, lo kenapa? ' Ucap orang itu.
"Kakak bisa cepat balik gak?.. Hiks.. "
'Bisa, kalo lo beri gue alasannya! '
"Adek mohon.. Hiks.. kakak cepat pulang, " Ucap Naya semakin terisak sampai-sampai Ia kini sudah terduduk dilantai Rooftop.
'Baiklah, gue pulang kira-kira 2 minggu lagi, nanti gue telpon lo buat jemput gue, '
"Iya, " Ucap Naya lebih bersemangat.
'Yaudah kembali ke kelas sana! ' Perintah orang itu.
"Iya, " Jawab Naya lalu mematikan sambungan telpon nya. Naya langsung membersihkan bekas tangisannya, lalu segera berjalan kembali menuju kelasnya.
~ Kelas XI-1
Saat sampai dikelas Naya dapat mendengar keributan yang dibuat oleh teman-teman sekelasnya dari balik pintu, lalu saat Naya membuka pintu semuanya langsung terdiam ditempat dan dengan memasang wajah takut, dan semuanya diam sampai..
"Kalian kenapa? " Tanya Naya kebingungan karena teman-temannya tiba-tiba terdiam.
"LAH.. KIRAIN IBU NAYY!! " Ucap semua teman-temannya barengan, ya kecuali Maya sih..
"Oohh, " Jawab Naya sekenanya.
Setelah menjawab Naya langsung duduk ketempat duduk nya dan memainkan handphone nya.
Dan kelas pun kembali ribut, begitupun dengan Aulia yang dengan asiknya Ia bernyanyi-nyanyi tidak jelas, tapi tak lama Aulia langsung duduk kembali ketempat duduk nya yang berada di samping Naya.
"Nay, tadi lo kemana? " Tanya Aulia membuat Maya membalikkan tubuhnya dan bertanya lagi kepada Naya.
"Bukannya lo tadi sama kak Reyhan? " Tanya Maya.
"Bisa diam gak sih lo Au! " Kesal Naya karena Aulia begitu berisik.
"Jadi? " Tanya Maya.
"Nanti aja jelasinnya waktu di asrama, " Jawab Naya santai.
"Kok nanti sih Nayyy,? " Ucap Aulia gemas.
"Yaudah gak usah gue ceritain, " Kesal Naya (2)
"Eh, iya deh nanti aja, waktu di asrama. Tapi kok lo ketemu kak Reyhan? " Dengan polos Aulia malah menanyakan masalah yang sama dengan Naya.
"Aulia!! " Sekarang Naya tak lagi menahan rasa kesalnya kepada Aulia, saat mendengar suara Naya yang sedikit nyaring tapi begitu dingin membuat Aulia terdiam dan meminta maaf pada Naya.
"Maaf Nayyy, " Ucap Aulia sambil menyatukan kedua tangannya seperti orang yang sedang memohon. Tapi Naya hanya menjawab dengan deheman, dan Aulia tak menyerah..
"Nayy, maafin gue y.. " Ucapan Aulia terpotong karena ucapan Naya.
"Au, pliss diem, " Ucap Naya tajam. Dan Aulia pun duduk dengan diam tanpa berbicara lagi.
Aulia memang paling takut kalau Naya sudah badmood, apalagi kalau Naya memarahinya.
Sedangkan ditempat yang berbeda seorang laki-laki dengan marahnya meninggalkan teman nya yang sedang asik main game padahal waktu sudah menunjukkan 9.30 P.M. waktu New York.
"Hey, Put, what are you doing? "
"Shit, shut up I'm so angry! " Jawannya dengan marah.
"But, why? " Tanya temannya lagi.
"Adek gue nangis! " Ucapnya kesal. (pakai Bahasa Indonesia aja/anggap aja mereka pakai bahasa Inggris😅. Males nerjemahin soalnya.)
"Emang adek lo diapain? "
"Gak tau! "
"Lo gak nanyain gitu? "
"Enggak! Gue pengen nemuin seseorang, terserah lo mau pulang atau tetap disini?! " Tanyanya ngegas.
"Gue disini aja deh, numpang nginep, hehe. " Jawabnya sambil nyengir.
"Terserah, gue pergi dulu, " Ucapnya sambil mengambil jaket kulit kesayangannya.
Setelah itu laki-laki itu pun keluar apartemen nya dan menuju ke parkiran. Saat diperjalanan menuju parkiran Ia menelpon seseorang..
"Ketemuan di kafe tempat biasa! " Perintahnya.
' ... '
"Gak usah banyak bacot lo! " Jawannya dan langsung mematikan sambungan telpon.
# Skip Kafe
Sesampainya dikafe lelaki itu langsung memasukinya, dan langsung mencari orang yang ingin ditemuinya..
"WOY, Putra! " Teriak seorang lelaki dari meja paling ujung, membuat mereka menjadi pusat perhatian..
TBC..