My Best Friend's

My Best Friend's
BAGIAN : 7



Sesampainya mereka dibelakang sekolah, Naya langsung menghempaskan pegangan tangan Reyhan.


"Kak, kakak boleh ngajak orang tapi kakak harus tau batasan, setidaknya gak usah megang tangan gue! " Ucap Naya kesal, bahkan sangking kesalnya Naya mengunakan kata 'gue' kepada Reyhan.


"Maaf Nay, " Jawab Reyhan sambil tertunduk.


"Huuh... Yaudah kakak mau bicara apa? " Ucap Naya setelah membuang napas kasar.


"Nay, sebenarnya.. " Reyhan menggantung ucapannya. Sedangkan Naya hanya mengangkat sebelah alisnya.


"Aku, suka.. Sama kamu, " Ucap Reyhan dengan muka memerah.


"Kak, lebih baik kita anggap ini gak pernah terjadi, " Jawab Naya sambil meninggalkan Reyhan sendirian, tetapi sebelum Naya semakin menjauh Reyhan menarik tangan Naya dan mengatakan..


"TAPI KENAPA NAYYY?!!! " Ucap Reyhan dengan suara semakin meninggi.


"Kenapa? Ini bukan urusan kakak! " Ucap Naya dengan nada dinginnya, dan langsung menghempaskan tangan Reyhan kembali serta meninggalkan Reyhan benar-benar sendirian.


Saat di Koridor Naya bukannya langsung kembali ke kelas tetapi Ia malah pergi ke Rooftop.


~Rooftop


Sesampainya di Rooftop Naya menelpon seseorang..


'Tuuutt.. Tuuutt.. ' (anggap aja suara menyambung kan telpon)


'Halo? ' Ucap orang diseberang sana.


"Kakak.. Hiks.. " Ucap Naya sambil terisak, sedangkan orang diseberang sana mendengar isakkan Naya malah langsung panik.


'Dek, lo kenapa? ' Ucap orang itu.


"Kakak bisa cepat balik gak?.. Hiks.. "


'Bisa, kalo lo beri gue alasannya! '


"Adek mohon.. Hiks.. kakak cepat pulang, " Ucap Naya semakin terisak sampai-sampai Ia kini sudah terduduk dilantai Rooftop.


'Baiklah, gue pulang kira-kira 2 minggu lagi, nanti gue telpon lo buat jemput gue, '


"Iya, " Ucap Naya lebih bersemangat.


'Yaudah kembali ke kelas sana! ' Perintah orang itu.


"Iya, " Jawab Naya lalu mematikan sambungan telpon nya. Naya langsung membersihkan bekas tangisannya, lalu segera berjalan kembali menuju kelasnya.


~ Kelas XI-1


Saat sampai dikelas Naya dapat mendengar keributan yang dibuat oleh teman-teman sekelasnya dari balik pintu, lalu saat Naya membuka pintu semuanya langsung terdiam ditempat dan dengan memasang wajah takut, dan semuanya diam sampai..


"Kalian kenapa? " Tanya Naya kebingungan karena teman-temannya tiba-tiba terdiam.


"LAH.. KIRAIN IBU NAYY!! " Ucap semua teman-temannya barengan, ya kecuali Maya sih..


"Oohh, " Jawab Naya sekenanya.


Setelah menjawab Naya langsung duduk ketempat duduk nya dan memainkan handphone nya.


Dan kelas pun kembali ribut, begitupun dengan Aulia yang dengan asiknya Ia  bernyanyi-nyanyi tidak jelas, tapi tak lama Aulia langsung duduk kembali ketempat duduk nya yang berada di samping Naya.


"Nay, tadi lo kemana? " Tanya Aulia membuat Maya membalikkan tubuhnya dan bertanya lagi kepada Naya.


"Bukannya lo tadi sama kak Reyhan? " Tanya Maya.


"Bisa diam gak sih lo Au! " Kesal Naya karena Aulia begitu berisik.


"Jadi? " Tanya Maya.


"Nanti aja jelasinnya waktu di asrama, " Jawab Naya santai.


"Kok nanti sih Nayyy,? " Ucap Aulia gemas.


"Yaudah gak usah gue ceritain, " Kesal Naya (2)


"Eh, iya deh nanti aja, waktu di asrama. Tapi kok lo ketemu kak Reyhan? " Dengan polos Aulia malah menanyakan masalah yang sama dengan Naya.


"Aulia!! " Sekarang Naya tak lagi menahan rasa kesalnya kepada Aulia, saat mendengar suara Naya yang sedikit nyaring tapi begitu dingin membuat Aulia terdiam dan meminta maaf pada Naya.


"Maaf Nayyy, " Ucap Aulia sambil menyatukan kedua tangannya seperti orang yang sedang memohon. Tapi Naya hanya menjawab dengan deheman, dan Aulia tak menyerah..


"Nayy, maafin gue y.. " Ucapan Aulia terpotong karena ucapan Naya.


"Au, pliss diem, " Ucap Naya tajam. Dan Aulia pun duduk dengan diam tanpa berbicara lagi.


Aulia memang paling takut kalau Naya sudah badmood, apalagi kalau Naya memarahinya.


Sedangkan ditempat yang berbeda seorang laki-laki dengan marahnya meninggalkan teman nya yang sedang asik main game padahal waktu sudah menunjukkan 9.30 P.M. waktu New York.


"Hey, Put, what are you doing? "


"Shit, shut up I'm so angry! " Jawannya dengan marah.


"But, why? " Tanya temannya lagi.


"Adek gue nangis! " Ucapnya kesal. (pakai Bahasa Indonesia aja/anggap aja mereka pakai bahasa Inggris😅. Males nerjemahin soalnya.)


"Emang adek lo diapain? "


"Gak tau! "


"Lo gak nanyain gitu? "


"Enggak! Gue pengen nemuin seseorang, terserah lo mau pulang atau tetap disini?! " Tanyanya ngegas.


"Gue disini aja deh, numpang nginep, hehe. " Jawabnya sambil nyengir.


"Terserah, gue pergi dulu, " Ucapnya sambil mengambil jaket kulit kesayangannya.


Setelah itu laki-laki itu pun keluar apartemen nya dan menuju ke parkiran. Saat diperjalanan menuju parkiran Ia menelpon seseorang..


"Ketemuan di kafe tempat biasa! " Perintahnya.


' ... '


"Gak usah banyak bacot lo! " Jawannya dan langsung mematikan sambungan telpon.


# Skip Kafe


Sesampainya dikafe lelaki itu langsung memasukinya, dan langsung mencari orang yang ingin ditemuinya..


"WOY, Putra! " Teriak seorang lelaki dari meja paling ujung, membuat mereka menjadi pusat perhatian..


TBC..