
Tak lama Maul dan Restu datang membawa pesanan mereka. Restu yang melihat muka Naya yang kesal ingin bertanya, tetapi di larang Maul.
"Nih pesanan kalian.. " Ucap Restu.
Naya langsung mengambil minumannya, dan langsung meminumnya sampai habis. Lalu mengucapkan..
"Thank's, nih HP lo Ul. " Ucap Naya. Dan berlalu pergi entah kemana..
"Naya kenapa sih?? " Tanya Restu serius.
"Iya Ul, kenapa sih?? " Tanya Aulia ikut penasaran.
"Naya gak biasanya kalo badmood kek gitu, lo pasti tau alasannya! " Kata Maya ikut-ikutan.
"Res, kok lo ikut-ikutan sih! "
"Sebenarnya yang nelpon tadi itu.. Kakak nya Naya. " Ucap Maul, dan membuat Aulia dan Maya membulatkan mata. Sedangkan Restu hanya membulatkan mulut nya yang berbentuk 'O'.
"What? " Ucap Aulia.
"Naya punya kakak?... Demi apa? " Lanjut Aulia masih terkejut.
"Kalo mau tau rinciannya tanya Naya aja, jangan tanya gue. " Ucap Maul tegas.
"Kenapa gak lo aja Ul? " Tanya Maya yang penasaran.
"Gue udah janji sama Naya dan kakak nya. " Jawab Maul.
"Yaudah deh.. " Jawab Aulia lesu.
"Tapi.. Res lo tau soal ini? " Lanjut Aulia.
"Tau." Jawab Restu sambil mengangguk.
"Jadi yang gak tau masalah ini cuma kami berdua? " Tanya Maya intens.
"Gak tau.. Soal nya Naya gak pernah bilang sama kita berdua, kami aja tau nya dari kakak nya.. " Jawab Maul dan di angguki Restu.
Mereka langsung memakan makanan nya masing-masing.
Setelah mereka berlima selesai makan, mereka langsung ke kelas.
~ Kelas XI-1
Sesampainya mereka berempat di kelas, Naya sudah duduk di tempat duduk nya sambil memainkan HP nya. Saat Aulia ingin langsung menanyakan tentang kakak Naya, Naya langsung memotongnya..
"Gue gak bakal bilang kalian sekarang! " Ucap Naya.
DEG..
"Emang lo tau apa yang mau kita tanyain? " Tanya Maya memandang Naya tajam.
"Tau.. "
"Kalian mau pasti pengen nanya tentang kakak gue.. " Lanjut Naya.
"Terus kapan Nay?!! " Kesal Maya.
"Nanti kalo mood gue ada.. " Jawab nya pelan.
"Udah lah May, biarin Naya dulu.. Dia juga pasti lagi banyak pikiran. " Ucap Aulia menenangkan Maya.
"WOY HARI INI KITA JAM KOSONG... YEEEEEEYY" Ucap siswa Laki-laki bernama Erga Yudha Pratama -- Wakil ketua kelas.
"YEEYYYY" Ucap semua murid yang didalam kelas, kecuali Maya dan Naya mereka hanya duduk dan menatap layar handphone masing-masing.
Dan kelas yang sunyi sekarang berubah menjadi bising, ada yang bermain game, nyanyi-nyanyi gak jelas, make-up, dll. Sampai...
"Diharapkan yang mengikuti pemilihan ketua dan wakil OSIS segera menuju aula indoor! " Suara dari pengeras suara membuat Maya dan Naya berdiri, dan segera menuju aula indoor.
Di Koridor Maya dan Naya hanya diam sampai akhirnya Naya membuka suaranya. "May.. Maaf soal tadi.. " Ucap Naya sambil menundukkan kepalanya.
"Iya.. "
"Tapi kapan lo bakal cerita sama kita, Nay? " Lanjut Maya.
"Nanti deh kalo udah libur semester, kan kalian bakal kerumah gue.. " Ucap Naya menatap Maya sambil tersenyum.
'Kayaknya mood lebih baik deh' ucap Maya didalam hati.
"Iya Naay.. "
Lalu mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju aula sambil berbicara.
~Aula Indoor
Sesampainya Maya dan Naya di aula sudah banyak murid yang duduk dikursi yang sudah disediakan. Maya dan Naya segera duduk di sembarangan tempat karena OSIS sudah akan mengumumkan sesuatu..
"Baik, apa semuanya sudah berkumpul? " Tanya Reyhan.
Dan dijawab serentak oleh para murid yang mencalonkan sebagai ketua dan wakil OSIS.
"SUDAH KAK" Jawab semua murid kecuali Maya dan Naya mereka hanya mendengarkan.
"Baiklah, kakak disini ingin menyampaikan lebih lanjut tentang pemilihan OSIS.. " Ucap Reyhan serius.
Lalu semuanya mendengarkan dengan seksama..
"Pemilihan OSIS bakal diadain 2 minggu lagi, jadi.. Kakak mau kalian membuat visi, misi kalian mengapa murid yang ada disekolah flower high School harus memilih kalian. Masalah visi, misi ini akan dipresentasikan 1 minggu lagi, dihadapan semua murid, guru, dan kepsek. Setelah visi, misi selesai dilakukan, kalian boleh melakukan pembagian brosur yang berisi tentang visi, misi kalian. Tapi kalian boleh tidak membagikan brosur, kalau kalian merasa percaya. Baiklah sampai sini ada yang ditanyakan? " Ucap Reyhan panjang kali lebar.
Semuanya hening karena mereka semua sudah mengerti apa yang dimaksud Reyhan.
"Tidak ada ya? Baiklah, sekian dari kakak, kalian boleh kembali ke kelas masing-masing! " Ucap Reyhan.
Dan semua murid yang berada di aula langsung bubar ke kelas masing-masing.
Saat ingin meninggalkan aula Naya langsung dicegat oleh Reyhan..
"Nay, ada yang mau aku bicarakan, " Ucap Reyhan.
"Bicara aja. " Jawab Naya datar.
"Tapi gak disini, aku pengen bicara berdua aja sama kamu.. "
"Baiklah. May lo duluan aja ke kelas, nanti gue nyusul. " Ucap Naya kepada Maya, dan dijawab anggukan oleh Maya.
Setelah melihat Maya pergi, Reyhan segera menarik tangan Naya kebelakang sekolah..
TBC..