MR.Z

MR.Z
Episode 4



Warning 18+!!!!


Bagi yg masih belum cukup umur jangan membaca part ini,tapi kalo udah terlanjur sh yah gk pp


Ok next


__________________________


*plak*


Tiba tiba sebuah


tamparan keras menyambar pipi David,air mata lizti semakin deras,ia


menyilangkan tangannya menutupi dadanya yang terekspor


David


mengusap pipinya yang sakit karna tamparan itu,dengan emosi David


mengambil dasinya dan mengikat kedua tangan lizti di tiang kasur,dengan


kasar David membuka rok dan celana dalam Listi,lalu ia juga membuka


celananya


Lizti langsung meronta ronta ketika kejantanan David mulai


memasuki dirinya,Lizti mulai menjerit ketika merasakan sesuatu yang


besar memasuki organ intimnya dengan kasar


"Aakkhh!!!..sakit....." jerit Lizti ketika david nerhasil merobek selaput darah lizti


Lizti amat sangat sakit


di bagian intimnya,suara jeritan lizti tak dihiraukan David,ia terus


memaju mundurkan kejantanannya dengan kasar


Beberapa menit kemudian


David mulai mencapai puncaknya,ia semakin mempercepat gerakannya


hinggah orgasmenya datang dan mengeluarkan spermanya di dalam rahim


Lizti


Seketika itu David ambruk di atas lizti dan tak sadarkan


diri,lizti menangis sejadi jadinya meratapi nasib dan masa


depannya,mahkota yang salama ini dia jaga,telah di renggut paksa oleh


majikannya sendiri


Lizti mulai jengah


ketika kejantanan David masi ada di organ intimnya,untung saja sebelum


tertidur dave sempat melepas ikatannya,dengan sekuat tenaga ia


mendorong tubuh besar David kesampingnya


Lizti mulai bangun,ia


meringis merasakan diarea selangkangnya begitu sakit,ia bingung harus


memakai apa ia melihat bajunya yang sudah robek,lizti memberanikan diri


membuka lemari David dan mengambil kemeja warna putih dan memakai


ya,lalu ia keluar kamar David,ia melihat sekeliling ruangan dan tak


melihat siapapun,akhirnya liztipun langsung pergi kekamarnya


Di


dalam kamar Lizti menangis histeris,dia tidak tau harus berbuat apa


lagi,dia merasa dirinya kotor,liztipun berlari kekamar mandi,ia


menyirami tubuhnya dengan air dan menggosok gosok tubuhnya,beberapa kali


ia menggosok tubunya,ia masih merasa kotor


Liztipun terduduk dan


menangis lagi,dia terbayang wajah almarhum ayah ibunya,pasti mereka


kecewa melihat dirinya sudah kotor,liztipun berlari keluar dari kamar


mandi,ia segera mengganti baju,lalu mengeluarkan tas dan memasukka.


Semua pakaiannya,ia memeriksa buku tabungannya,walaupun nominalnya gak


banyak,tapi cukup untuk dia pergi keluar kota,ia pun bergegas pergi


keluar dari massion itu,ketika sampai di depan,satpam yang berjaga


disitu melihat lizti dan langsung menghampiri ya


"Eh...Neng Lizti mau kemana malam malam begini bawa tas?" tanya pak satpam


"Saya mau pulang


kampung,bibi saya habis kecelakaan,saya harus pulang cepat" jawab


Lizti,lizti terpaksa berbohong,ia hanya ingin cepat pergi dari sini


"Tapi neng,,,jam segini sudah gak ada kendaraan yang lewat" ucap satpam itu


" biar bapak antar saja sampe terminal,gak baik anak gadis keluar sendiri di tengah malam begini''


Listi meringis mendengar kata 'gadis',padahal dirinya sudah bukan gadis lagi setelah majikannya memperkosanya


Tak


lama kemudian satpam itu datang,melihat perlakuan satpam itu


membuatnya teringat dengan mendiang ayahnya,seketika itu air mata lizti


menetes,lalu ia pun pergi,sebelum itu ia memandangi massion tempat ia


bekerja beberapa bulan ini dan tempat yang menjadi kenangan buruknya


"Selamat tinggal"


Itu ucapan terakhir


lizti hingga motor itu melesat jauhdari massion itu,setelah sampai di


terminal lizti pamit kepada satpam itu dan dia langsung pergi


Sekarang


lizti bingung jarus kemana,setelah di fikir ia ingat dengan teman masa


kecilnya yang tinggal di kalimantan,akhirnya ia meraih ponselnya dan


menghubungi temannya,ketika dering yang ketiga akhirnya telponnya


tersambung


"Halo...siapa ini,gak tau jam berapa sekarang" tanya jordan teman lizti


"Jordan....ini aku Lizti,aku perlu bantuanmu" ucap lizti dengan menangis


"Astaga Liz,lo kenapa nangis,lo minta bantuan apa?"


"Aku mau ketempatmu,dan tinggal sementara sampai aku dapat kontrakan baru,kamu masih di kalimantankan?"


"Sekarang aku tidak ada di kalimantan,aku ada tugas di jakarta,besok baru aku kembali "


"Aku juga di jakarta"


"WHAT.....!!!lo kirim alamatnya gue kesana sekarang"


Lizti memutuskan sambunga. Dan mengirim pesa. Kepada jordan


Sekitar satu jam kemudian,ada sebuah mobil berhenti di hadapannya dan keluarlah seorang pria


"LIZTI!!" panggilnya,listipun langsung berlari memeluk jordan


"Ku mohon bawa aku


pergi dari sini hiks...." seketika air matanya mengalir di pipinya,ia


menangis dipelukan jordan,jordan pun hanya mengelus rambutnya dan


menuntunnya masuk kedalam mobil,setelah tangisannya meredah,jordan


mulai bertanya


"Lo kenapa Liz?kasih tau gue siapa yang buat lo nangis kaya gini,biar gue habisi itu orang" desis jordan dengan emosi


"Nanti aku jelaskan semuanya,tapi untuk sekarang bawa aku pergi dari sini"


Dan mobil merekapun


melesat jauh di antara gelapnya jakarta,di perjalanan lizti masih


menangis,jordan bingung harus bagaimana,,,ia tidak tau bagaimana


menenangkan seorang gadis,,,,,


ketika lizti mulai tenang jordan memberanikan diri untuk bertanya


"lo kenapa lizz,,,,?"tanya jordan


"aku gak pa pa,,,,maaf merepotkanmu malam malam begini"


"jangan begitu lizz,lo gak ngerepotin gue malah senang lo ngehubungi gue lagi setelah sekian lama kita gak ketemu,"


"antar aku ke bandara jo,,,aku mau pergi jauh...."


"lo mau kemana ,,dan sebenarnya apa yang terjadi sama lo"


"jo tolong bantu aku,,,bawa aku pergi dari sini sejauh mungkin dari kota ini,,,aku gak mau sampai bertemu lagi sama dia..."


"dia..?,maksud lo siapa?"


"plizzz jangan ditanya lagi,,,tolong bawa aku pergi jauh..."


"baik lah,,untuk sementara kamu tinggal di rumahku yang di kalimantan,,,,,aku jarang menetap disana karna kerjaanku...."


'makasih jo....'ucap lizti dalam hati


 


 


 


 


 


next.....