
Warning 18+!!!!
Bagi yg masih belum cukup umur jangan membaca part ini,tapi kalo udah terlanjur sh yah gk pp
Ok next
__________________________
*plak*
Tiba tiba sebuah
tamparan keras menyambar pipi David,air mata lizti semakin deras,ia
menyilangkan tangannya menutupi dadanya yang terekspor
David
mengusap pipinya yang sakit karna tamparan itu,dengan emosi David
mengambil dasinya dan mengikat kedua tangan lizti di tiang kasur,dengan
kasar David membuka rok dan celana dalam Listi,lalu ia juga membuka
celananya
Lizti langsung meronta ronta ketika kejantanan David mulai
memasuki dirinya,Lizti mulai menjerit ketika merasakan sesuatu yang
besar memasuki organ intimnya dengan kasar
"Aakkhh!!!..sakit....." jerit Lizti ketika david nerhasil merobek selaput darah lizti
Lizti amat sangat sakit
di bagian intimnya,suara jeritan lizti tak dihiraukan David,ia terus
memaju mundurkan kejantanannya dengan kasar
Beberapa menit kemudian
David mulai mencapai puncaknya,ia semakin mempercepat gerakannya
hinggah orgasmenya datang dan mengeluarkan spermanya di dalam rahim
Lizti
Seketika itu David ambruk di atas lizti dan tak sadarkan
diri,lizti menangis sejadi jadinya meratapi nasib dan masa
depannya,mahkota yang salama ini dia jaga,telah di renggut paksa oleh
majikannya sendiri
Lizti mulai jengah
ketika kejantanan David masi ada di organ intimnya,untung saja sebelum
tertidur dave sempat melepas ikatannya,dengan sekuat tenaga ia
mendorong tubuh besar David kesampingnya
Lizti mulai bangun,ia
meringis merasakan diarea selangkangnya begitu sakit,ia bingung harus
memakai apa ia melihat bajunya yang sudah robek,lizti memberanikan diri
membuka lemari David dan mengambil kemeja warna putih dan memakai
ya,lalu ia keluar kamar David,ia melihat sekeliling ruangan dan tak
melihat siapapun,akhirnya liztipun langsung pergi kekamarnya
Di
dalam kamar Lizti menangis histeris,dia tidak tau harus berbuat apa
lagi,dia merasa dirinya kotor,liztipun berlari kekamar mandi,ia
menyirami tubuhnya dengan air dan menggosok gosok tubuhnya,beberapa kali
ia menggosok tubunya,ia masih merasa kotor
Liztipun terduduk dan
menangis lagi,dia terbayang wajah almarhum ayah ibunya,pasti mereka
kecewa melihat dirinya sudah kotor,liztipun berlari keluar dari kamar
mandi,ia segera mengganti baju,lalu mengeluarkan tas dan memasukka.
Semua pakaiannya,ia memeriksa buku tabungannya,walaupun nominalnya gak
banyak,tapi cukup untuk dia pergi keluar kota,ia pun bergegas pergi
keluar dari massion itu,ketika sampai di depan,satpam yang berjaga
disitu melihat lizti dan langsung menghampiri ya
"Eh...Neng Lizti mau kemana malam malam begini bawa tas?" tanya pak satpam
"Saya mau pulang
kampung,bibi saya habis kecelakaan,saya harus pulang cepat" jawab
Lizti,lizti terpaksa berbohong,ia hanya ingin cepat pergi dari sini
"Tapi neng,,,jam segini sudah gak ada kendaraan yang lewat" ucap satpam itu
" biar bapak antar saja sampe terminal,gak baik anak gadis keluar sendiri di tengah malam begini''
Listi meringis mendengar kata 'gadis',padahal dirinya sudah bukan gadis lagi setelah majikannya memperkosanya
Tak
lama kemudian satpam itu datang,melihat perlakuan satpam itu
membuatnya teringat dengan mendiang ayahnya,seketika itu air mata lizti
menetes,lalu ia pun pergi,sebelum itu ia memandangi massion tempat ia
bekerja beberapa bulan ini dan tempat yang menjadi kenangan buruknya
"Selamat tinggal"
Itu ucapan terakhir
lizti hingga motor itu melesat jauhdari massion itu,setelah sampai di
terminal lizti pamit kepada satpam itu dan dia langsung pergi
Sekarang
lizti bingung jarus kemana,setelah di fikir ia ingat dengan teman masa
kecilnya yang tinggal di kalimantan,akhirnya ia meraih ponselnya dan
menghubungi temannya,ketika dering yang ketiga akhirnya telponnya
tersambung
"Halo...siapa ini,gak tau jam berapa sekarang" tanya jordan teman lizti
"Jordan....ini aku Lizti,aku perlu bantuanmu" ucap lizti dengan menangis
"Astaga Liz,lo kenapa nangis,lo minta bantuan apa?"
"Aku mau ketempatmu,dan tinggal sementara sampai aku dapat kontrakan baru,kamu masih di kalimantankan?"
"Sekarang aku tidak ada di kalimantan,aku ada tugas di jakarta,besok baru aku kembali "
"Aku juga di jakarta"
"WHAT.....!!!lo kirim alamatnya gue kesana sekarang"
Lizti memutuskan sambunga. Dan mengirim pesa. Kepada jordan
Sekitar satu jam kemudian,ada sebuah mobil berhenti di hadapannya dan keluarlah seorang pria
"LIZTI!!" panggilnya,listipun langsung berlari memeluk jordan
"Ku mohon bawa aku
pergi dari sini hiks...." seketika air matanya mengalir di pipinya,ia
menangis dipelukan jordan,jordan pun hanya mengelus rambutnya dan
menuntunnya masuk kedalam mobil,setelah tangisannya meredah,jordan
mulai bertanya
"Lo kenapa Liz?kasih tau gue siapa yang buat lo nangis kaya gini,biar gue habisi itu orang" desis jordan dengan emosi
"Nanti aku jelaskan semuanya,tapi untuk sekarang bawa aku pergi dari sini"
Dan mobil merekapun
melesat jauh di antara gelapnya jakarta,di perjalanan lizti masih
menangis,jordan bingung harus bagaimana,,,ia tidak tau bagaimana
menenangkan seorang gadis,,,,,
ketika lizti mulai tenang jordan memberanikan diri untuk bertanya
"lo kenapa lizz,,,,?"tanya jordan
"aku gak pa pa,,,,maaf merepotkanmu malam malam begini"
"jangan begitu lizz,lo gak ngerepotin gue malah senang lo ngehubungi gue lagi setelah sekian lama kita gak ketemu,"
"antar aku ke bandara jo,,,aku mau pergi jauh...."
"lo mau kemana ,,dan sebenarnya apa yang terjadi sama lo"
"jo tolong bantu aku,,,bawa aku pergi dari sini sejauh mungkin dari kota ini,,,aku gak mau sampai bertemu lagi sama dia..."
"dia..?,maksud lo siapa?"
"plizzz jangan ditanya lagi,,,tolong bawa aku pergi jauh..."
"baik lah,,untuk sementara kamu tinggal di rumahku yang di kalimantan,,,,,aku jarang menetap disana karna kerjaanku...."
'makasih jo....'ucap lizti dalam hati
next.....