MR.Z

MR.Z
Episode 11



"Hei....apa yang kau lakukan ********"teriak Kay


"Gue udah peringatin,gak Lo hiraukan..."ujar Zac


"Bang*s*t "umpat Kay


"Ck.....sepertinya


mulutmu harus di kasih pelajaran agar tidak sembarangan mengumpat"ujar


Zac ,ia mencium kembali Kay ,kali ini Kay melawan setelah ciuman


lepas,Kay langsung menyerang


Tapi kali nih Zac bisa menghindar semua serangan Kay


Hana melihat itu semua ingin menghampiri dan membantu Kay


Baru


saja ia ingin beranjak,tiba tiba ada seseorang menariknya hingga ia


menabrak dada bidang,Hana melihat siapa pelakunya,ternyata orang itu


Lucas


"Lo gak usah kesana,karena urusan Lo sama gue belum selesai"ucap Lucas ,lalu menarik Hana kesuatu tempat


Sedangkan di tempat yang jauh seseorang telah memerhatikan mereka


"Hari ini gue lepasin Lo buat nikmati kebahagiaan Lo yang terakhir,"ucap pria misterius itu


Malam harinya,setelah acara resepsi selesai,


Oliv sudah lama duduk di depan meja riasnya,sedangkan Albert sedang membersihkan diri di kamar mandi,


Saat ini Oliv sedang merencanakan sesuatu kepada Albert ,


Walaupun


Albert sudah sah menjadi suami brondongnya Oliv tidak bisa melayani


suaminya seperti pasangan yg sudah menikah ,ia hanya ingin memberikan


mahkotanya kepada orang yang benar benar di cintai,biarlah dia di anggap


berdosa kepada suaminya


Bukannya sesuatu yang di paksakan akan berakhir dengan buruk


Click....


Mendengar suara pintu terbuka,Oliv langsung siaga di depan pintu dengan sebuah suntikan di tangannya


Ketika


Albert keluar,ia langsung menyerang Albert,dengan reflek Albert


langsung mengelintir tangan Oliv hingga Oliv berteriak kesakitan


"Aaaaaa...apa yang kau lakukan,?"tanya Oliv ketika Albert menggendongnya dan melemparnya di atas ranjang lalu mendekatinya


*Oliv POV...


Shitt...rencanaku


gagal,dia sangat sigap dan pergerakannya begitu cepat,tapi jangan sebut


namaku Oliv jika aku tidak bisa mengalahkannya


Aku mulai bangun ketika


ku lihat ia ingin mendekatiku,aku menyerangnya tapi dia sangat cepat


menghindari semua tendangan dan pukulanku,


Huff....tenagaku mulai habis tapi tak ada satupun seranganku mengenainya,ia tersenyum mengejek


"Gue gak nyangka,Lo sedikit hebat beladiri,


Gue jadi penasaran gimana hebatnya Lo di atas ranjang nanti"sial dia menghinaku


"B*ngs*t Lo"aku pun mulai menyerangnya lagi\,kali ini satu pukulan mengenai rahangnya


"Sepertinya mulutmu


harus di kasih pelajaran,agar kau bisa bicara sopan kepada suamimu


sendiri"ucapnya,dia mulai mendekatiku dan merangkul pinggang


rampingku,oh my God ...dia menciumi lagi,


 


 


 


Tapi entah mengapa


jantungku berdetak begitu cepat,merasakan bibirnya mulai bergerak aku


mulai terbuai,aku ikut membalas ciumannya tangannya mulai meraba ke


dalam bajuku


Entah apa yang kurasakan sekarang ini


Perasaanku


begitu mendambakan semua sentuhannya,tanganku pun mulai mereba di


sekitar tengkuknya dan sedikit mendorongnya untuk memperdalam ciumanku


lagi,ia melepas ciuman dan beralih ke leher jenjangku


 


"Ah.."


Shitt aku mendesah ketika tangannya meremas payudaraku,ini sangat nikmat


Ia mulai mengangkat ku dan membaringkan tubuhku di atas ranjang


"Malam ini aku meminta hakku sebagai suamimu"


Albert kembali mencium bibir Oliv,tidak ada penolakan apapun yang dilakukan Oliv ,


Albert mulai melepas baju tidur Oliv dan menyisakan bra hitam,


"Aaahh...."desah Oliv ketika Albert mulai meremas payudaranya,ia mulai melepas bra hitam milik Oliv


"Aaahh.....aaahhhh...."Oliv


mendesah semakin kencang,kini mulut Albert berada di


payudaranya,menjilat,dan menghisapnya sehingga meninggalkan jejak


kemerahan


"Aaakkkhhhh..."tubuh


Oliv tersentak ketika merasa sentuhan di daerah kewanitaannya,tanpa ia


sadari Albert sudah melepas seluruh pakaiannya


"Ah ..ah...Al aku mau......"


Albert melepaskan semua pakaiannya dan kembali menindih Oliv ,lalu membuka kedua paha Oliv


"Apa yang kau lakukan...?"tanya Oliv


 


 


"Rilex Beby ,mungkin awalnya akan sakit,tapi kau bakal merasakan nikmatnya"ucap Albert


 


 


 


 


Albert mulai menusuknya,awalnya Oliv merasa keenakan,tapi semakin dalam Albert menusuknya semakin sakit ia rasakan


Sekali hentakan Albert berhasil membobol perawan istrinya


"Aaakkkhhh.....sakit brengsek..."teriak Oliv


Oliv tidak pernah tau jika diperawani bakal sesakit ini,,,,


Melihat Oliv sudah mulai rilex,ia mulai menggerakkan miliknya


Oliv meringis,tapi lama kelamaan Oliv mulai menikmatinya


 


 


 


"Al.....a...ku....i...ngin.....ke....lua....rrrr...la...gi..."ucap Oliv


 


 


"Bersamaan sayang ...."ucap Albert


 


 


Albert mulai mempercepat


gerakannya ketika Oliv sudah mendapat orgasmenya lalu di susul oleh


Albert,ia memperdalam miliknya dan mengeluarkannya di dalam rahim


Oliv....


Mereka terdiam satu sama lain


Oliv jangan di tanya lagi,ia sangat malu apa yang baru saja ia lakukan kepada Albert


Albert memandang wajah Oliv ,ia menelusuri wajah Oliv dengan jarinya


"Aku belum memberi tahuku,kalau kau sangat cantik hari ini"ucap Albert lalu mengecup kening Oliv


Oliv hanya terdiam memandang wajah Albert


"Ya Tuhan....apa yang terjadi padaku,apa lagi jantungku berdetak semakin kencang ....


Yah tuhan berikan aku petunjuk jika dia memang jodohku,buatlah aku jatuh cinta padanya"ucap Oliv dalam batin .


 


 


 


 


 


 


"Aku tau kau belum mencintaiku,,,,akan ku buat kau jatuh cinta kepadaku...


Andai kau tau,aku sudah


mencintaimu sangat lama,dan aku tak menyangka bisa menjadikanmu


istriku,kali ini aku tidak akan melepasmu lagi"batin Albert


 


 


"Lanjut ronde ke dua?"tanya Albert


"Hah....!!!!"


 


 


 


 


 


 


 


 


Di kamar sebelah ..


"Anjay....ternyata Albert bisa se angresif seperti ini"ucap Lucas


 


 


"Gue juga kaget,aku kira Albert itu gay,karena tiap kita tawarkan cewe pasti dia nolak terus,,,,"ucap Revan


"Kalian berdua bakal di tembak mati oleh Albert kalo ketahuan kalian menyimpan kamera tersembunyi di kamar mereka"ucap Jordan


"*****....mereka melanjutkan ronde ke dua"teriak Lucas


"Eh bangke ..gak usah teriak juga,gi mana kalo orang luar mendengar"ucap Revan...


"Hehehe ...sorry.  "


 


 


Lalu tiba tiba pintu kamar terbuka


"Apa yang kalian lakukan....?"


Mereka memandang orang itu kaget


TBC......