
"nona baik baik saja bahkan sangat sehat."
"tapi dia mimisan dok!" sangkal Al.
"dia baik baik saja, tapi mungkin butuh beberapa jam untuk menunggu nona sadar," beritahunya.
"saya akan memindahkan nona ke ruangan rawat inap." lanjutnya.
"VIP" singkat Al.
Dokter tersebut mengangguk mengiyakan ucapan Al, dia masuk ke ruang UGD dan memindahkan Milka ke ruang VIP seperti apa yang dikatakan Al.
Al dkk dan Feli menuju ke ruangan Milka dirawat, sedangkan Adifa dan Rey tidak bisa menjenguk Milka karena adaa pekerjaan yang menghambatnya.
Ceklek
Pintu kamar rawat Milka dibuka oleh Gaza yang berlagak seperti pelayan di pilem pilem jepang
Satu persatu dari mereka bergantian untuk masuk ke ruangan tempat Milka dirawat.
Al dkk sedikit panik melihat Milka mimisan seperti tadi.
Disisi Feli dia biasa biasa saja melihat Milka terbaring lemah di brankar nya atau mungkin sedikit senang melihatnya lemah.
'dendam gw bakal terbalaskan Milka' batin salah satu orang yang mengintip dibalik jendela kamar disitu sambil tersenyum sinis.
'lo bakal kalah kalo ngelawan gw suatu saat Milka' batin salah satu orang yang ada di luar kamar.
Mungkin untuk orang lain, mereka tidak akan mendengarnya, lain halnya dengan Milka. Di alam bawah sadarnya, dia mendengar batin kedua orang itu.
Dia bertanya tanya, siapa orang itu? mungkin akan ada sesuatu yang besar akan terjadi.
Esoknya tepatnya pada pukul sebelas siang. Sudah ada Al dkk yang mengisi ruangan Milka terkrcuali Al yang pergi ke swiss untuk mengurus perusahaan papanya untuk sementara.
Mereka bercengkerama ria di ruang rawat itu sambil menunggu milka sadar.
...• • •...
"KAU JANGAN TERBURU BURU BODOH. TUNGGU BULAN PURNAMA MERAH" sentak seorang raja yang berkuasa.
"baik tuan"
"baik, salam tuan"
Wush...
Orang itu menghilang. Melakukan teleportasi atau semacamnya, aku tidak tau.
"apa itu tidak beresiko untuk klan lain tuan?"
"saya tidak peduli, mau hidup mau mati terserah saja. Yang penting klan surga harus selamat" acuh Raja tadi.
'gw harus nyelametin dia!, kalau sampai Raja tau, pasti dia tidak akan selamat dan aku harus menyelamatkan semua klan!' semangat gadis itu membara
...• • •...
Dihitung sudah 1jam setelah Milka bangun. Sekarang ruang rawatnya sudah seperti kebun binatang dari mulai kucing, anjing, ikan, ayam, bahkan burung merpati ada dikamarnya. Astaga! Selamatkan dia sekarang juga sebelum Milka depresi karena ulah temannya.
"Lo ngapain bawa burung lo kesini goblok" heran Feli menatap horror Gaza yang sedang menciumi burung merpatinya.
Gaza menoleh kearahnya " ya suka suka gw dong. Ngapain lo sewot" julid Gaza.
"Fel, gw titip ikan gw dulu ya bentar doang, gw mau ke kantin dulu beli camilan" ucap Fazio sambil meletakkan aquarium yang terdapat ikan kesayangannya kehadapan Feli.
"ya. Udah pergi aja lo" usir Feli.
Fazio melengos begitu saja. Setelah kepergian Fazio, Gaza bertanya kepada mereka.
"eh, lo tau ga sih?"
"ada apa?" Milka balik bertanya.
"purnama bulan merah 4 hari lagi, gw udah ga sabar anjir. Ini pertama kalinya gw mau liat purnama bulan merah. Mitosnya kalo ada purnama bulan merah bakal ada salah satu klan yang katanya mitos itu bakalan bangkit. Jadi gasabar gw" semangat Gaza menceritakan apa yang didengarnya saat ingin ke ruang rawat Milka.
"ngaco lo!! Mana ada begituan di alam semesta ini" senggah Feli.
"y-ya kan bisa aja, kan alam semesta luas, bisa aja ada yang nggak kita ketahui" bela Gaza.
Seseorang dibalik pintu rawat Milka tersenyum miring mendengarnya lalu melihat ke kaca pintu dan melirik salah satu dari mereka dengan mata yang berkobar amarah.
"ternyata ada salah satu dari kalian yang tau kalo kami ada ya. Hm" gumamnya lalu tertawa kecil.