Milka'S New Journey

Milka'S New Journey
Prolog



PLAK


"ANAK GA BERGUNA, BIKIN MALU AJA" teriak wanita yang berstatus sebagai mama grea, namanya sinta.


"KENAPA KAMU BIKIN MALU DI PESTA PERUSAHAAN PAPA HAH?" marah papa grea a.k.a denis


"ga takut tuh suara hilang ya teriak teriak gitu" gumam grea pelan


"APA KAMU BILANG" teriak denis lagi dan lagi


"ANAK GATAU DIUNTUNG, UDAH BAGUS SAYA RAWAT KAMU SELAMA INI YA" sinta seperti mendidih, dikira air kali ya?


"kalo tau saya ga berguna kenapa ga di bunuh aja waktu saya lahir" sahut grea


"SUDAH BAIK SAYA DAN ISTRI SAYA MERAWAT KAMU" teriak denis si beban


"udah deh diem kalian kuping saya berdengung denger kalian bicara" keluh grea sambil pergi ke kamarnya


"SIALAN KAMU" sinta seperti di injak injak, mau ku injak ga tan?


. . . .


"DEA, MAIN YUKK." teriak Grea memanggil dea, sahabatnya.


"berisik lo." cibir Dea saat keluar rumah.


"hehe." Grea cengengesan.


"udah yok ke sekolah." ajak Grea kepada Dea.


Dea hanya berdehem sebagai jawabannya, mereka pun pergi ke sekolah bersama namun saat Grea dan Dea ingin menyebrang untuk ke sekolahnya yang ada di seberang jalan tiba tiba ada truk besar yang akan menabraknya.


TIN...TIN...


klakson pengendara truk tersebut. Grea dan Dea menoleh ke arah truk yang akan menabraknya.


bruk


kecelakaan pun tak terhindarkan, tubuh Grea dan Dea pun terpental beberapa meter dari tempat kejadian.


di lain tempat seorang laki laki ingin pergi ke sekolah, kebetulan jalan untuk ke sekolahnya melewati tempat Grea kecelakaan.


"kenapa ada kerumunan?" bingung laki laki itu.


"gatau bos, mungkin lagi ada pembagian minyak kali bos." jawab seseorang yang juga ada di mobil tersebut juga. dia adalah Farel dan Damian.


karena penasaran damian pergi ke luar di ikuti oleh Farel di belakangnya, entah mengapa tiba tiba perasaannya menjadi tidak enak.


"AWAS, AWAS."teriak Farel membelah kerumunan.


"b-bos i-itu kan Grea bos." ucap Farel gagap.


deg


jantung Damian seakan berhenti, setelah lepas dari keterkejutannya Damian pun lari ke tengah tengah kerumunan.


Damian langsung jatuh terduduk di samping mayat Grea. matanya pun berkaca kaca, seakan dunianya berhenti berputar Damian pun hanya bisa menangis dalam diam.


Farel hanya bisa terdiam melihat damian yang menangisi adiknya dalam diam, ya Grea adalah adiknya damian.


diam diam Farel tersenyum miring melihat hal tersebut tapi Farel dapat dengan cepat mengendalikan expresinya.


Damian menggendong Grea ala bridal style, dia memasukkan Grea ke mobil dan menyuruh Farel mengendarai mobil menuju rumah sakit terdekat.


saat sampai Grea langsung dibawa ke UGD dan langsung diperiksa oleh dokter yang bertugas Disana. diluar UGD Damian merasa sangat cemas karena adik satu satunya berada di ruang UGD. dia hanya bisa berharap adiknya akan selamat.


beberapa jam berlalu, Farel sudah pulang dari sana karena hari sudah mulai sore. tapi dia tetap disana menunggu hasil pemeriksaan adiknya.


dokter keluar dengan raut muka kelelahan dan berucap "maaf, ini dengan tuan Damian? "


"ya, saya Damian. bagaimana kondisi adikku? " tanya Damian cepat.


"maaf, tapi nona tidak bisa terselamatkan. benturan yang keras di bagian kepala menyebabkan tengkoraknya pecah"


Damian tidak bisa menahan tangisannya. Dia merasa dadanya sesak.