
"berita terbaru hari ini, purnama bulan merah akan terjadi dalam jangka waktu 1 hari lagi. Semua orang berbondong-bondong untuk melihat purnama bulan merah tersebut di sebuah penginapan yang dibuat oleh pengusaha kaya raya yang baru datang di kota 6 hari yang lalu. Apakah anda ingin mengikuti acara tersebut?" Ucap pembawa berita di acara televisi yang Milka tonton.
"Eh, pengen deh ikut!!"
"Lo jangan ikut acara itu tanpa seizin gw!"
"Emangnya kenapa?"
"Lo gak perlu tau"
Milka memukul hologram itu yang tentu saja tembus "Jangan bikin gw penasaran napa"
Tek Tek Tek
Bunyi langkah sepatu bersautan hingga membuat Milka takut. "Lo tau itu siapa?" Ucapnya meringkuk di pojok kursi.
"Saya akan mengecek nya, kau diam disini" ucapnya lalu pergi begitu saja tanpa melihat bahwa orang tadi sudah ada dibelakang Milka.
Srett
Milka terkena sihir yang diciptakan oleh orang itu.
Sistem dengan cepat langsung muncul sebagai hologram, dia bisa mengetahui itu karena dia dan Milka sudah terikat.
"Wah! Kau datang di waktu yang tepat KAEL" ucap pria misterius itu menekan kata Kael.
Sistem perlahan lahan mulai berubah menjadi manusia seutuhnya, namanya Kael. Dia pemimpin klan iblis sebelum Raja saat ini tapi dia berkhianat dengan Rajanya.
"SISTEM?!" kaget Milka melihat hologram itu berubah menjadi manusia.
"Maafkan saya Milka" ucapnya menunduk menyesal telah membohongi Milka.
"HAHAHAHA, LUCU SEKALI" tawa pria tadi terbahak bahak melihat drama didepannya ini.
Saat ini kondisi Milka sedang di kurung di bola sihir milik pria tadi.
"Kau memjijikkan sekali Liam Payne Hemsworth" ucap Kael menyebutkan nama lengkap pria tadi.
"KAU LEBIH MEMJIJIKKAN DARI KU!! DASAR PENGHIANAT!" Marahnya.
"Μεγάλε μου βασιλιά, σε ζητώ να έρθεις εδώ" Liam mengucapkan mantra untuk memanggil sang Raja iblis.
SWOSH
Pria itu muncul bersamaan dengan munculnya asap hitam disekitarnya, sedangkan diluar matahari dan bulan memunculkan dirinya dengan bersamaan dan perbedaan langit mulai terlihat membuat semua orang keluar rumah mereka karena panik.
"Ada apa?" Tanyanya
"Hamba memohon ampun yang mulia, pengkhianat itu mulai menjadi-jadi yang mulia" ucapnya setelah itu lalu berlutut dihadapan Rajanya.
"Mana mungkin ada takut dengan sampah sepertimu!"
"Mulut kotormu perlu ku potong?" Tanyanya dengan nada lembut.
Dia mengibaskan tangannya untuk mengeluarkan pisau sihirnya, lalu mengarahkannya ke mulut Kael. Kael mengkisnya hanya dengan menangkap pisau sihir itu, dia membalasnya dengan cara memberinya sebuah jarum dengan sekali lemparan. namun, itu bukan jarum biasa! Lihatlah!
Duarr
Setelah jarum itu menghantam perutnya, jarum itu meledak dengan sendirinya. Tapi bukan Raja namanya jika begitu saja langsung kalah!
Dia bangkit kembali dan langsung menyerang bola sihir dimana Milka dikurung oleh Liam.
Kael hanya diam karena dia tahu jika itu hanya pengalihan untuknya. Terbukti, sekarang sebuah es dengan ujung lancip mengarah padanya dengan cepat dan sihir yang diarahkan ke Milka menjadi bola bola kecil.
DOR DOR DOR DOR
Banyak sekali tembakan yang berasal dari Kael dan beberapa kali mengenai perut Raja iblis itu.
Dalam sekejap mata dia sudah pergi karena terluka parah akibat tembakan brutal dari Kael.
"Huh! Huh! Huh!" Nafas Kael tidak beraturan karena pertarungan tadi yang menguras mana nya.
"Kau baik baik saja Milka?"
"Aku baik" judes Milka. Dia masih tidak menyangka jika Bobi adalah seorang wanita cantik.
"Baguslah kalo begitu, aku pergi dulu mengurus tempat yang hancur ini"
"Ya, pergilah"
Kael juga menghilang tapi tempat ini yang sebelumnya setengah hancur sudah berubah seperti semula, bahkan mungkin tambah bagus?
"Huh!, Aku masih tidak menyangka dia seorang perempuan"
Milka pergi ke kamarnya dengan tertatih tatih karena bola sihir tadi sudah hilang, di sepanjang jalan dia berpikir keras apakah iblis itu nyata? Sebelumnya dia tidak percaya bahwa hal semacam itu nyata.
Di lain tempat, seseorang baru saja datang di kerajaan miliknya. Dengan semua luka ditubuhnya, dia memasuki kerajaan bernuansa merah darah tadi.
Semua orang yang melihatnya menundukkan kepala mereka karena takut dengannya.
Dia pergi ke kamarnya lalu menyembuhkan lukanya dengan sihir yang dia punya.
Dia membanting barang barang disekitarnya "AWAS SAJA KAU KAEL!! KAU TIDAK AKAN SELAMAT" dia berteriak dengan marah, lalu dengan sekejap mata, sebuah kalung berlapis batu Zamrud berada di tangannya.
"HAHAHAHA" tawanya menggelegar ke seluruh penjuru istana. "KAU AKAN KALAH DENGAN INI" ucapnya sambil melihat kalung ditangannya itu.
Seseorang berdiri dibalik pintu memdengar itu semua "aku harus memberitahu Kael" ucapnya lalu menghilang.