
"Aku mau pergi dulu" ucap Kael entah mau kemana.
"Hm" sahut Milka, jangan mengganggu nya! Dia sedang menonton mukbang.
Beberapa saat setelah menonton mukbang di yotueba, ia merasa lapar dan ingin memakan yang sama seperti ASMR tadi.
"jadi laper" ucapnya lalu beranjak dari duduknya dan berjalan menuju dapur, ia membuka kulkas yang ternyata kosong...
"WHAT THE F-, KOSONG?" teriaknya menggelegar, ingat! Dia sudah lapar tau!! TAPI KENAPA KULKAS KOSONG??
Dia berjalan ke meja makan dan menaruh kepalanya di meja. Dia berpikir sejenak "AHA!... ke supermarket aja deh"usulnya diterimanya. Dia bergegas mengganti bajunya menjadi jaket biru langit dan celana jeans nya. Dia pergi ke supermarket dengan jalan kaki karena jaraknya cukup dekat.
Saat sampai, ia langsung memilih ciki yang ia sukai dan yang paling penting adalah miNuman kesukaannya yaitu SUSU KACANG IJO kalau katanya 'SUSU KACANG IJO PALING ENAK SI!! VALID!! GAADA YANG BISA NANDINGI'
"Ini aja kak?" tanya mbak mbak kasir
"ya"
"ini kembaliannya mau didonasikan kak? "
"kagak"
"kembaliannya mau permen aja kak? "
"gw bilang gak ya gak anj-!!"
Kasir itu pun memberikan kembaliannya dan belanjaannya, ia pun kembali ke rumahnya karena niatnya sudah terlaksana.
Tanpa sadar kasir menyebalkan itu membicarakannya di depan temannya sambil mengemas barang "donasi baik, bisa dapet pahala kok gamau. Ga nambah kali pahalanya" ucapnya sambil meletakkan bahan makanan basi ke gudang yang nantinya akan dibuang.
• • • •
Milka merenung di balkon kamarnya merenungkan kejadian beberapa hari yang lalu. 'Coba deh kalo dipikir logika, Kael kan sistem ya terus sistem itu sebuah teknologi, yang pasti diciptakan seseorang. Terus siapa orangnya? ' Bingungnya, walau kebingungan disisi lain, dirinya meyakinkan bahwa Kael manusia biasa yang hanya kebetulan mempunya sihir.
Ia menghembuskan nafas dengan kasar. Dia bingung antara percaya tidak percaya, karena jika Kael tidak baik, maka bisa saja dia melukai dirinya kapanpun dia mau. Dan jika Kael orang baik, dia bisa saja melindungiku, tapi... Ada dua kemungkinan. Pertama, dia bisa saja berkhianat, Kedua dia diutus oleh seseorang untuk menghabisiku, tapi karena jika berrindak gegabah akan mengacaukan rencananya jadi dia berpura pura baik kepadaku tapi aku masih belum yakin, tapi mari kita berdoa agar semuanya baik baik saja.
Milka berjalan menuju kamarnya dan mengambil sebuah kotak yang berisi kalung berhias batu Zamrud yang sangat cantik. Dia memandanginya sebentar sambil mengucapkan suatu kata yang tidak bisa kita mengerti.
Setelah Milka meletakannya di laci mejanya ia bergegas meminum air yang sebelumnya dibacakan mantra tidak jelas olehnya.
Setelah meminumnya muncul sebuah cahaya putih yang muncul sekian detik saja.
Mungkin kalian pikir itu adalah hal yang baik, tapi salah!! Itu hal yang buruk bahkan sangat buruk.
Raja iblis bisa mencium baunya dengan sangat jelas, bahkan bisa saja dia membunuh Milka saat ini. Walau tidak berdekatan. Dan itu salah satu bagian dari rencananya untuk tua bangka itu. Yah,,, itu berhubungan dengan Kael, kalian pikir Kael tidak mampu melawan iblis rendahan itu? Oh tentu saja sangat mampu, bahkan dia bisa membunuhnya sekarang, namun itu bukan tugasnya. Itu tugas 'Sang Dewi' ya itu tugasnya Dewi Lilith tapi dia sudah berenkarnasi karena satu hal yang memaksanya.
Dan sang reinkarnasi itulah yang akan mengalahkan Mammon sang raja iblis.
Ya, tapi kini belum saatnya! Dewi Lilith masih menunggu waktunya, yaitu ketika Milka sudah tahu bahwa dia mempunyai kekuatan yang sangat besar dan menunggu dia bisa mengendalikan kekuatannya. Bahkan kekuatannya itu mengalahkan kekuatan milik Kael dan Liam. Sudahlah lupakan! Lagipula itu masih lama. Menunggu dia pergi ke 'tempat itu'
Perlu kalian ketahui di dunia novel ini ada yang namanya sihir, namun hanya beberapa orang yang memilikinya ya 0.5% orang disini yang memilikinya.
Sihir ada berbagai tingkatan disini.
Tingkat rendah, yaitu tingkat sihir yang paling mudah dikuasai seperti mengendalikan angin, api, sihir ini dimiliki atau dipelajari oleh 2 orang disini.
Tingkat sedang, yaitu tingkat yang sulit dikuasai, namun sihir ini bawaan dari lahir,seperti teleportasi, hanya ada 1 orang yang dapat mengendalikannya.
Tingkat tinggi, yaitu sihir yang sangat susah dipelajari, biasanya sihir ini bawaan dari lahir namun ada beberapa orang yang mempelajarinya, seperti mengendalikan petir, cuaca, langit, hanya ada 1 orang yang memiliki sihir tingkat tinggi di dunia ini.
Ada satu kekuatan sihir yang sangat ilegal di dunia ini, ada beberapa orang yang bilang bahwa kekuatan ini sudah disegel oleh penyihir terdahulu, namun ada yang mengatakan bahwa kekuatan ini masih ada dan belum disegel oleh penyihir terdahulu. Yaitu sihir gelap, sihir ini biasanya dimiliki oleh klan iblis, tidak ada yang tahu bahwa 'dia' bisa mengendalikannya.
...• • •...
"wow! Mimpi macam apa tadi?" ucap Milka setelah terbangun dari tidurnya. Disana dia bermimpi aneh.
"waaaah! Dimana nih gw? " ucapnya seraya melihat sekelilingnya yang dipenuhi oleh berbagai macam bunga. Huh! Keinginannya untuk membuat taman bunga akan timbul setelah ini.
"Milka, Milka" bisik seseorang
Milka menoleh "woy! Siapa tuh anjing, manggil manggil gw segala! Emang kita kenal? Make acara ilang ilangan, lo pikir gw bakal takut sama lo? " ucapnya sambil menatap ke satu sisi, dia tau seseorang yang tadi memanggilnya masih ada disini, HUH? dia pikir Milka akan takut? Oh tentu tidak, INGAT! dia pernah mati satu kali, otomatis dia pernah menjadi hantu.
"kau mengetahui tempatku ternyata" ucapnya dengan suara merdunya dilanjut dengan tawa lembut yang mengalun indah dari mulutnya.
"lo siapa? " tanyanya dengan tangan yang dilipat didepan dada.
"kau tidak perlu tahu, yang terpenting kau harus mengakhiri hidupmu sebelum terlambat" ucapnya dengan serius, suaranya pun ikut berubah.
"GILA LO? GW AJA UDAH SUSAH SUSAH KE DUNIA INI, LO SURUH GW MATI LAGI? GA WARAS!! " siapa juga orang yang terima jika disuruh bunuh diri begitu saja tanpa ada alasan yang jelas, apalagi dia sudah mati satu kali di kehidupan sebelumnya, MANA MAU?!
"tolong dengarkan aku Milka" ucapnya dengan suara yang kembali melembut.
"hari itu akan datang, dan jika kau belum mengakhiri hidupmu semuanya akan hancur Milka, semua yang telah ku buat akan hancur, walaupun aku bisa mencegahnya,,, itu bukan tugasku Milka." lanjutnya lalu tertawa miris.
"kalau saja 'dia'tidak menghancurkan semuanya, ini tidak akan terjadi. Usaha Athena yang telah mencuri buku takdirmu darinya akan sia sia, kami semua bergantung padamu"
"ku berikan ini kepadamu, lalu ketika kau bangun dari alam bawah sadarmu, bacalah ini! Disini mungkin ada informasi yang kau butuhkan, sebelum kau membacanya, pergilah ke tempat yang tertulis disitu lalu carilah kakek kakek yang bernama Alyren dan baca buku itu dengannya, dia akan membantumu Milka. Aku sudah tidak memiliki waktu yang lama,ingatlah kata kataku." lanjutnya diiringi senyum lembut lalu terbang menjauh.
"INGATLAH MILKA, NAMAKU GAIA" ucapnya yang menggema.
Milka hanya bisa terdiam dengan melihat buku tebal yang diberikan oleh Gaia, TUNGGU! sepertinyaaku tidak asing dengan nama itu.
Saat Milka mengingat ingatnya ada satu cahaya putih yang melahapnya dan... Gelap, hanya gelap.
Itulah mimpiku barusan. Aneh bukan?
Milka melirik ke arah tangannya yang ternyata sedang memegang buku yang diberikan oleh Gaia tadi. "WOH! BENERAN INI YANG TADI COK? EMEJING" kagetnya. Buku itu sangat tebal, dan tidak mempunyai sampul maupun judul.
Tanpa berlama lama lagi dia mengambil handphone nya lalu mencari siapakah yang disebut Gaia itu? Siapa tahu ada yang mengenalnya bukan?
"ANJING, INI BENERAN? " teriaknya melihat informasi yang tertera disitu menjelaskan bahwa Gaia adalah dewi dan personifikasi bumi. Dia disebut juga Ge dan dikenal oleh orang Romawi sebagai Terra Mater dan Tellus. Menurut Diodoros Sikolos, nama lainnya adalah Titaia. Dengan kata lain,dia adalah seorang Dewi.
Tanpa babibu dia langsung bergegas mandi dan setelah itu mengambil kunci mobil beserta buku tadi. Dia turun kebawah dan masuk kedalam mobil, sebelumnya dia telah memasukkan buku itu di paper bag.
Milka mulai menginjak pedal gas untuk menuju ke alamat rumah kakek, beberapa jam berlalu, kini jalan yang semulanya bagus berganti dengan tanah berbatu. Tapi itu bukan halangan untuk Milka.
Sesampainya di sana, dia melihat satu rumah pohon yang bagus, menurutnya pohon tempat rumah itu dibuat jika dibandingkan pohon pohon yang lain disekitarnya, bisa dibilang pohon itulah yang paling kokoh.
Dia pun naik ke atas dan mulai mengetuk pintu, tak lama ada satu kakek kakek yang membuka pintu Milka langsung bertanya dengan hati hati "apakah ini kakek Alyren?" tanyanya yang hanya dijawab dengan anggukan kepala dari sang kakek.
"saya ingin memberi tahu kakek kalau saya diberi buku ini di mimpi saya" ucapnya memberi buku tadi kepada kakek. Terlihat dari ekspresi sang kakek bahwa dia sedang terkejut.
"k-kau? Masuklah terlebih dahulu" perintah sang kakek sambil menuntun Milka menuju sofa di ruang tamu.
"kau mendapatkannya dari siapa? " tanya kakek itu seraya mengambil buku yang lain di rak buku yang berada di seberang kami.
"s-saya mendapatkannya dari Dewi Gaia kek" jawabku gugup karena atmosfer di sekeliling kami tiba tiba berubah.
"kau ialah...