
"Kamu ke UKS aja, gausah ikut upacara"
"Gak boleh gitu dong sayang, aku kan gak apa-apa"
Percuma saja berkata lemah lembut pada gadis keras kepala ini. Dio hanya bisa berdehem dan berjalan pelan mengikuti sang kekasih. Ia tersenyum tanpa alasan melihat Melodi yang tengah berbincang dihadapannya. Seolah telah terhipnotis dengan cinta Melodi, kini terlihat sekali jika Dio sangat mencintai gadisnya.
Saat upacara berlangsung pun, mata Dio masih tak pernah berpaling dari Melodi. Ia takut gadisnya kenapa-kenapa.
Akhirnya upacara pun selesai, semua murid berlarian menuju kelas masing-masing. Mereka begitu lelah dan kepanasan berada di lapangan. Tapi tidak dengan Melodi yang malah berkeliaran di sekitar aula sekolah.
Telinga gadis ini memang sangat tajam, ia baru saja keluar dari toilet dan mendengar ada suara musik. Nalurinya pun mengikuti kemana sumber musik itu berasal. Terlebih jika alunan musik yang terdengar adalah salah satu musik idolanya.
Seperti banyaknya para remaja jaman sekarang sukai, Melodi juga sangat tertarik dengan K-Pop idol. Entah itu boy group ataupun girl group, ia menyukai semuanya, terlebih jika musik mereka menenangkan hatinya.
Terdengar lagu terbaru NCT Dream - Beatbox.
Langkah Melodi terhenti kala menatap lima pemuda yang tengah menari dengan begitu luwes dan kompak. Tanpa sadar ia mendekat dengan senyuman lebar.
"Waaahh, kalian keren banget" ucap Melodi diselingi tepuk tangan dan sorakan kala kelima pemuda itu telah usai menari.
"Ah, heheh terimakasih Kak Melodi" ucap salah seorang pemuda.
"Kalian mengenalku?"
Mereka berlima mengangguk dan tersenyum lebar. Satu persatu dari mereka memperkenalkan diri pada Melodi. Daniel, Rafa, Evan, Alan dan Mahes. Mereka semua adalah murid kelas sepuluh, serta anggota ekstrakurikuler dance yang baru saja didirikan. Dan kelima pemuda ini menamai grup mereka sebagai LD, bukan lebar dada ya tapi Lila Dream.
"Ah, kalian anak dance itu. Ekskul dance kelihatannya asik ya"
"Asik banget Kak, Kak Melodi mau gabung?" Tanya Daniel sebagai seorang leader. Memang belum banyak yang berminat mengikuti kegiatan ekskul dance, hanya mereka berlima untuk saat ini.
"Melodi, kamu ngapain disini? Masuk kelas!!" ucap guru BK.
"Ya ampun Pak, saya itu mau lihat mereka. Sebagai Kakak kelas yang baik, harus mendukung adik kelasnya berkarya. Bapak mah gak like sih"
"Satu... Dua.."
Wushhh....
Melodi melesat dengan cepat setelah melihat penggaris panjang yang ada ditangan gurunya. Ia memasuki kelas dengan napas terengah-engah. Teman-teman sekelasnya hanya bisa menatap gadis itu heran. Tapi tidak dengan Brandon yang khawatir Melodi kenapa-kenapa.
Brandon menghampiri Melodi dan memberikan gadis itu minuman. Perlakuan manis pemuda itu bahkan membuat teman wanitanya mencibir.
"Terimakasih Brandon, duduklah guru akan datang" ucap Melodi dengan senyuman manisnya.
Tak berselang lama, guru pun masuk dan pelajaran mereka dimulai.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Istirahat di kantin....
Seperti biasa, selalu ramai dan penuh sesak.
"Kak Melodiii" teriak Mahes seraya melambaikan tangannya.
"Oh haii"
"Mel, anak-anak dance itu ya? Ganteng banget sih adik kelas kita" gumam Karina heboh.
"Kak Mel, gue punya coklat, mau?" Tawar Evan sembari membawa satu kotak penuh coklat untuk Melodi.
Tentu saja Melodi tak akan menolak, ia menerima dengan senang hati. Tapi Evan malah memberikan semua coklat itu pada Melodi.
Mereka semua menoleh ke arah Daffin, tapi Melodi malah langsung menatap Dio. Kekasihnya tengah memandangi Melodi dengan wajah datarnya. Secepat kilat Melodi menghampiri sang kekasih dan memeluknya dari belakang. Hanya sesaat, untuk membisikkan jika Melodi sangatlah mencintai Dio.
"Suka banget ya sama coklat? Sampai semua pemberian cowok lain diterima?"
"Suka sih, ini kan makanan sayang kalau di tolak. Hehehe"
"Aku bisa belikan sebanyak yang kamu mau"
"Apa sih Kak? Ini pemberian orang, gak baik kalau nolak. Mau niat mereka jahat atau enggak, kita terima saja. Untuk menghargai, makanya Kak Dio jangan nolakin hadiah dari fans dong, sakit tau" lirih Melodi seraya memegangi dadanya. Seolah dirinya tengah merasakan sakit yang begitu dalam saat itu juga.
"Pintar banget sih, nih aku juga coklat buat kamu, sama cake strawberry" sela Nathan dengan banyak hadiah ditangannya.
"Uwaaa, Kak Nathan baik banget sih, makasih ya"
"Sama-sama cantik, jangan sakit lagi ya" ujar Nathan sembari mengacak rambut Melodi. Ia lalu menatap Dio dengan senyuman kecil sebelum berlalu pergi.
Melodi sedikit merasa aneh, entah mengapa rasanya orang-orang tengah bersikap baik sekali padanya. Baru saja Melodi tersenyum riang sebab menerima banyak makanan, ia harus menatap mata Dio yang dipenuhi amarah. Tatapan Dio terlihat dingin dan kesal.
"Gue baru sadar, Melodi banyak fansnya. Kesel banget gue" lirih Dio.
"Untungnya Melodi cuma suka loe, coba kalau dia kayak Friska, duh bisa gonta-ganti cowok setiap hari tuh anak" sahut Daffin yang ikut berbisik.
Melihat Melodi yang memiliki banyak makanan di hadapannya, Kenzi, Valdo dan Nendra ikut mengeluarkan makanan yang mereka bawa untuk gadis itu juga. Senyuman lebar Melodi semakin menjadi-jadi, begitu juga dengan rasa kesal Dio. Rupanya teman-temannya juga menjadi fans Melodi selama ini.
"Mel, wah kayak toko berjalan loe" cibir Raga yang ikut bergabung. Ia duduk di samping Melodi dan mengeluarkan sesuatu yang sangat di sukai oleh gadis itu. Sesuatu yang bahkan Dio saja tidak tahu jika itu adalah ke sukaan kekasihnya.
"Aah, loe masih ingat kalau gue suka ini? Hm... Raga the best"
"Iya dong, siapapun yang sayang sama loe, pasti tau kalau loe lebih suka cheesecake daripada coklat" ucap Raga seraya tersenyum miring menatap Dio. Ia tahu jika Dio tak tahu apapun tentang Melodi. Hanya dialah yang tahu segalanya tentang teman masa kecilnya itu. Kesukaan Melodi tak berubah, Raga sempat ragu sebelum membelikan cheesecake itu. Takut Melodi berubah.
Karena menerima banyak hadiah, Melodi tak jadi makan di kantin. Ia dan kedua sahabatnya kembali ke kelas dengan banyak makanan. Menikmati semua makanan itu dengan teman sekelasnya. Iri rasanya, ingin menjadi Melodi tentunya.
"Mel, di cariin Kak Dio tuh di bawah" ujar salah seorang teman Melodi.
Melodi langsung saja keluar kelas dan menemui Dio di lantai dasar. Pemuda itu tengah memainkan ponselnya.
"Ada apa Kak?"
"Mau jalan-jalan keliling sekolah"
"Kak Dio lagi sedih ya? Kelihatan banget mukanya lesuh"
Dio menggandeng tangan Melodi dan mulai berjalan-jalan menyusuri koridor. Memutari sekolah tanpa alasan yang jelas.
"Aku gak tahu apapun tentang kamu"
"Aku tau semuuuaa tentang Kak Dio, hehe"
"Hm... Mel, aku jadi gak enak. Kesel aja lihat ada cowok yang lebih tau tentang kamu daripada aku"
"Eh, ahahah, apa sih? Kayak bukan Kak Dio, aku tuh suka kayak gini. Kak Dio gak perlu tahu semua tentang aku, cukup disini saja bersamaku"
"Tapi Mel, aku kan pacar mu"
"Yang aku suka itu kehadiran Kak Dio, bukan pemikiran Kak Dio tentang aku. Lagian, sebanyak apapun orang lain tau tentang aku. Mereka juga akan tahu kalau cuma Kak Dio yang aku cintai"
Dio mencubit gemas pipi kekasihnya. Melodi selalu bisa mengambil hati Dio hanya dengan perkataan nya.