
Selama jauh dari Dio, gadis itu selalu meminta ijin pada kekasihnya ketika akan pergi keluar bersama seseorang. Dio tidak pernah marah dan melarang, ia hanya ingin tahu kemana gadisnya pergi.
Melodi tengah duduk di ruang tamu bersama Kania, menonton drama Korea kesukaan mereka. Drama yang menyentuh hati, bahkan Titin pun ikut menonton disana. Mereka terbawa suasana hingga menangis haru karenanya.
"Kalian ini, cuma drama aja malah nangis, dasar perempuan" gumam Adam yang baru ikut bergabung bersama. Melodi tidur di pangkuan sang Papa.
Tting.. Ttong...
Bel pintu berbunyi..
"Papa" teriak Melodi, Kania dan Titin secara kompak.
"Hush, panggil apa kamu barusan?" Sentak Kania pada Titin.
"Refleks Nyonya, hehe" jawab Titin.
Adam hanya terkekeh kecil dan berjalan menuju pintu. Entah siapa yang bertamu malam-malam tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.
Ceklek...
"Selamat malam Om"
"Dio, Mel, pacar kamu nih" teriak Adam.
"Bohong banget, udahlah Pa, jangan ganggu" jawab Melodi. Ia masih fokus pada adegan yang tengah berada di puncaknya.
Karena Melodi tak ingin menoleh, Titin yang penasaran menatap ke arah pintu. Ia langsung saja berbisik pada Melodi jika pemuda itu benar-benar pacar Melodi. Tanpa basa-basi, Melodi berlari sekuat tenaga menuju pintu.
"Papaaa, minggirr" teriak Melodi seraya menggerakkan tangannya.
Adam spontan menyingkir dan memberikan putrinya jalan. Melodi menabrak tubuh Dio dan memeluknya dengan sangat erat. Ia sangat merindukan Dio, sangat.
"Kangen banget sama sayang aku" ujar Melodi manja.
Adam menarik pakaian putrinya, menjauh dari pelukan Dio. Ia mendorong Melodi masuk kedalam rumah kemudian menutup pintunya. Terdengar suara Melodi yang merengek dan menggedor-gedor pintu rumah. Hanya beberapa saat, Adam kembali membuka pintu itu dengan catatan Melodi tak akan memeluk Dio lagi.
"Kak Dio ngapain disini malem-malem?"
"Aku baru aja sampai, mau kasih hadiah buat kamu"
"Papa, masuk sana, biar aku aja yang temenin Kak Dio"
"Enak aja kamu, Papa harus disini, ini sudah malam" ucap Adam.
Dio memberikan sebungkus oleh-oleh untuk kedua orang tua Melodi. Tak lupa dirinya juga memberikan kotak hadiah untuk kekasihnya. Hanya itu yang ingin Dio berikan, ia lalu pergi meninggalkan rumah Melodi setelah berpamitan pada Kania dan juga Titin tentunya.
Melodi sekali lagi berlari dengan kencang menuju kamarnya. Ia sudah tidak lagi tertarik dengan drama Korea, ia lebih menyukai hadiah yang diberikan oleh Dio. Ia buka perlahan bungkus kado itu, sebuah kalung indah bertuliskan Melodious.
"Melodious? Apa artinya?" Gumam Melodi tak mengerti.
Tring...
Ponsel Melodi berbunyi, ada pesan masuk dari Dio rupanya.
From : Sayang Kak Dioš„°
Tidur sayang, akan aku jelaskan besok. Kasihan otak kecilmu jika terus kau paksa untuk berpikir
Senyum Melodi melebar, pacarnya memang menyebalkan.
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
Melodi sudah berdiri menunggu kekasihnya di depan pintu gerbang sekolah. Dengan rambut terurai, bandana dari Dio, juga kalung yang di berikan oleh sang kekasih.
"Pagi Mel" sapa Raga dengan riang. Ia berdiri di samping Melodi dan memuji betapa cantiknya gadis itu hari ini.
"Makasih, soalnya gue lagi seneng"
"Kenapa?" Raga kembali tersenyum, beranggapan pasti karena Melodi menghabiskan waktu bersamanya.
"Karena, sayaaaanggg kangeeen" teriak Melodi manja. Ia berlari kecil menghampiri Dio dengan tangan terbuka lebar.
Dio menahan kepala Melodi agar tak mendekati dirinya. Mereka masih berada di sekolah, Dio tak ingin gadis kecilnya terkena masalah karena kedekatan mereka.
"Iih nyebelin" gerutu Melodi kesal. Ia menepis tangan Dio kemudian berbalik dan jalan lebih dulu.
"Jelek banget kalau ngambek" cibir Dio sembari menggandeng tangan kekasihnya.
"Hm.."
"Love you sayang, maaf ya bikin kamu kesel. Niatnya biar kamu kangen, eh malah jalan sama yang lain"
"Gak gituuu Kak, kan cuma.. main aja"
Dio tertawa kecil melihat kekasihnya. Ia melepaskan gandengan tangannya dengan Melodi dan merangkulnya erat. Sembari menjelaskan tentang apa yang membuat benak sang kekasih penasaran. Arti kata Melodious.
Melodious artinya merdu dalam musik. Tapi jika di jabarkan dalam arti lain, itu adalah gabungan nama kedua kekasih ini. Melodi, Dio, us. Melodi dan Dio akan menjadi kita. Sangat sederhana, namun Melodi sudah merona dan terbang ke angkasa raya. Wajahnya tampak berseri dengan warna merah di pipinya.
Mereka berdua sudah berdiri di depan tangga yang menuju kelas Melodi. Gadis itu masih menggenggam tangan Dio tak ingin melepaskan. Walau beberapakali Dio mencoba menasihati Melodi, tapi gadis keras kepala itu masih merengek ingin bersama sang kekasih.
"Mel, masuk ayo" sela Karina yang langsung menyambar tangan Melodi.
Bagai drama perpisahan yang sedih, Melodi terus menatap ke arah Dio. Sedangkan Dio hanya bisa tersenyum menahan tawanya. Ia tak menyangka jika gadis konyol ini kini kekasihnya.
Di dalam kelas Melodi, ia terus bersenandung ria sembari membolak-balik bukunya. Teman sekelasnya beberapa bisa mengerti sebab para anggota LP sudah kembali ke sekolah. Tapi beberapa murid laki-laki tak bisa menerimanya begitu saja. Mereka merasa terusik dengan keceriaan Melodi yang berisik.
"Cewek aneh, diem gak loe!! Atau gue lempar pakai buku nih" teriak Brandon geram.
Sayangnya Melodi tak menggubris nya, bukan tanpa sebab, itu karena dirinya tengah memakai headset untuk mendengarkan lagu baru LP. Lagu cinta dengan penuh makna dan perasaan yang dalam.
Karena tak kunjung mendapat jawaban, Brandon sekali lagi berteriak. Ia sudah mengangkat bukunya dan hendak melempar ke arah Melodi. Walau beberapa wanita disana sudah memperingatkan Brandon, tapi pemuda itu masih saja ingin menggoda melodi. Padahal tak hanya Melodi yang berisik, beberapa murid lain juga lebih berisik darinya, dan yang lainnya sibuk mendengarkan musik baru LP.
"Nih cewek ya, hm..." geram Brandon sambil melempar penggaris kecil ke arah Melodi.
Sial sekali, Melodi menoleh kebelakang, dan penggaris itu mengenai dahinya. Sejenak Melodi terdiam, tetesan darah jatuh tepat di meja Lisa yang duduk di belakang Melodi.
"Lis..saa ini apa? Sakit" gumam Melodi.
"Melodiii" teriak parah murid yang melihatnya. Detik kemudian gadis itu tak sadarkan diri setelah melihat darahnya.
Raga yang baru saja masuk kelas, menghampiri Melodi dengan khawatir. Ia segera menggendongnya menuju UKS, ditemani oleh beberapa siswi lainnya. Mereka bergerombol menuju UKS bersamaan.
"Bu, tolong Melodi Bu. Dahinya berdarah" ujar Karina menjelaskan.
"Bu, dia gak apa-apa kan Bu? Kenapa dia pingsan ya? Apakah separah itu?" Cecar Lisa yang lebih khawatir.
Penjaga UKS segera mengobati luka Melodi. Beliau meminta semua teman Melodi untuk keluar ruangan agar tak membuat keributan. Beliau juga meminta agar semua murid kembali ke kelas dan membiarkan Melodi agar dirinya bisa merawat gadis malang itu.
Brandon merasa sangat bersalah, padahal penggaris yang ia lempar sangatlah kecil. Tapi ia lupa jika penggaris itu dari bersih dan bisa menjadi senjata yang tajam.