
Saat Steven memutuskan untuk berlari menggunakan staminanya dia benar benar berlari sangat cepat.
Mafia itu seketika sangat terkejut melihat Steven yang awalnya masih berada cukup jauh dari pandangannya, kini Steven sudah sangat dekat dengannya.
" aa.. Apa apaan.. "
" ba.. Baagaimana bisa anak ini berlari secepat itu "
" Aku harus berlari lebih cepat lagi! "
" Jika tidak aku akan kerepotan "
Steven yang dari tadi kesal pun memutuskan untuk meningkatkan kecepatanya lagi dan lagi. Mereka benar benar berlari sangat cepat hingga mereka tiba di suatu gang.
" Aku harus cepat cepat menuju lokasi itu.. "
" Sebelum terlambat.. Cepatlaahhh.. "
Steven Semakin mendekatinya. Steven terus memberikan peringatan kepadanya,
" Hei aku bilang lebih baik kau berhenti! "
" Aku akan menangkapmu dan mengirimmu ke kantor polisi! "
" Jika kau tidak berhenti sekarang! Aku akan- "
Mafia itu berteriak dan membalas ucapan steven dengan nada yang cukup tinggi,
" BERISIK KAU SIALAN! "
" Kalo Kau Benar Benar Bisa Menangkapku Coba Saja Tangkap Aku Sin!.. "
Steven yang mendengarnya langsung merasa terprovokasi dan tanpa banyak bicara Steven langsung berhenti.
Mafia itu kaget saat melihat Steven tiba tiba saja berhenti. Dalam hati dia berkata,
" Huh!?.. "
" Kenapa anak itu tiba tiba berhenti? "
" hahaha... Apa dia sudah kelelahan? "
" yah wajar saja karna kita sudah berlari selama 20 menit lebih tanpa henti "
" staminaku juga benar benar habis "
" aku harus kembali ke lokasi itu "
" sebentar lagi hampir sampai "
Sambil melihat ke belakang,
" hah? "
" kemana dia pergi "
" apa dia.. "
" benar benar memutuskan untuk meninggalkan ku? "
Anggota Mafia itu memutuskan untuk berhenti sejenak. Dia mengatur pernafasannya agar tidak menjadi kacau dan kehilangan kesadarannya (pingsan).
" Sialan! Padahal Sedikit Lagi Aku Bisa Membawanya Ke Tempat Itu "
" Apa yang harus aku lakukan sekarang "
Ucap sang Mafia tersebut.
Tanpa dia sadari tiba tiba Steven muncul dari arah belakang sang Mafia itu lalu menarik dan memegang tangannya dengan sangat erat hingga dia merasa kesakitan. Steven pun berkata.
" Apa Yang Harus Kau Lakukan? "
" Tapi Sebelum Itu Aku Benar Benar Akan Menghajarmu Berengsek "
Dalam hatinya mafia itu berkata,
" Sialan Aku Tertangkap! "
" Aku memang bisa berkelahi tetapi.. "
" Aku tak yakin aku bisa melawan "
" Dengan kondisiku yang saat ini.. Aku benar benar tak akan bisa menang "
" Terlebih lagi.. Aku memang tidak terlalu pandai berkelahi "
" Aku hanya pandai berlari.. "
Saat Steven hendak memukul sang mafia itu.
Tiba tiba sekelompok Mafia lainnya datang dari belakang Steven. Salah satu dari anggota kelompok Mafia itu berkata. dengan nada yang santai seperti sedang menghina,
" Wah wah wah.. Sulit di percaya yaa~ "
" Bagaimana bisa sang atlet lari seperti mu"
" Tertangkap begitu sajaa~~"
" Heward~~"
" Kami cukup cemas karena menunggu mu terlalu lama~~ "
Mafia yang di tangkap oleh Steven itu ternyata bernama Heward. Dalam hatinya dia berkata,
" Bajingan itu.. Tangan kanan Tuan SCOUT "
" lebih baik aku diam saja "
" dari pada harus terlibat dengannya "
Steven menyadari jika dia telah masuk keperangkap para Mafia itu.
" Yaah.. mau bagaimana lagi~~ "
" Yang penting kamu sudah melakukan tugasmu dengan cukup baik "
" Sekarang pergilah "
Mafia yang di tangkap itu melukai tangan Steven dan segera berlari menjauh dari kerumunan. tetapi Steven tidak membiarkannya pergi begitu saja.
Steven langsung menarik kembali tangan Mafia yang bernama Heward itu. Diapun berkata,
" Mau Kemana Kau!? "
" Aku Sudah Bilang kan.. "
" Aku Akan Menghajar Mu Dulu "
Dengan emosi yang sudah tak bisa di pendam, Steven wajah tersenyum dia berkata kepada para mafia yang mengepungnya.
" Kau Tau... Aku Benar Benar Merasa Cemas Dan Tak Lega Jika Hanya Menghajar Satu Orang "
" Tapi Untung Saja Kalian Semua Sekarang Berada Di Sini.. "
" Total 21 Orang "
" Baiklah.. "
" Sepertinya Aku Akan Pulang Terlambat "
" Akan ku mulai dari yang pertama "