
Setelah satu minggu terjebak dalam hutan yang gelap dan penuh kabut, Steven terus berjuang untuk keluar. Petualangannya penuh dengan berbagai rintangan dan bahaya yang mengancamnya. Setiap hari, dia harus berhadapan dengan jebakan-jebakan seperti jebakan yang khusus untuk membunuh hewan yang besar yang tersebar di dalam hutan. Dari jerat-jerat tajam hingga perangkap beracun, hutan ini penuh dengan bahaya yang bisa datang kapanpun.
Steven penasaran dengan semua perangkap yang dia jumpai selama berada di perjalanan.
" Siapa orang yang memasang semua perangkap itu? dan kenapa mereka menaruh sebanyak ini? Bukankah semua perangkap itu sangat berbahaya jika terkena manusia?"
"Apa mungkin ada orang yang hidup di sekitar sini?"
Sambil berjalan dengan fokus dan waspada terhadap langkahnya.
Ketika malam tiba, Steven harus berhati-hati ekstra karena mahluk-mahluk misterius mulai berkeliaran. Steven bisa mendengar suara-suara aneh di kejauhan, seperti bisikan angin yang tidak bisa dipahaminya. Itu membuatnya menjadi lebih waspada.
Pada suatu saat, Steven berada di tengah hutan yang begitu lebat sehingga hampir tidak ada cahaya matahari yang tembus. Dia harus mencari jalan keluar dalam kegelapan total. Terkadang, dia harus meraba-raba melalui semak-semak dan ranting ranting pepohonan di sekitarnya.
Di perjalanannya juga tak luput untuk melibatkannya dalam tindakan eksrtim. Dia memanjat pohon raksasa dengan tali yang ada di tasnya hanya untuk menghindari mahluk-mahluk yang harus dia hindari. Steven melakukan itu karena dia tahu semua tentang mahluk mahluk tersebut. dia tahu semua jenis jenis monster yang ada di game tersebut. Itu karena dia telah memainkan game itu selama 3 Tahun tanpa henti.
Setiap hari, perutnya menjadi semakin lapar, dan persediaan makanan yang dia bawa semakin menipis. Kini dia hanya memiliki satu snack tersisa, dan 1 botol penuh air yang tersisa. Dia tahu dia harus menggunakan persediaan makanannya dengan bijak dan menghemat setiap tetes air yang dia miliki, oleh karena itu dia rela hanya meminum sedikit air setiap harinya.
Akhirnya, setelah waktu yang panjang dan perjuangan yang berat, dia melihat sinar terang di ujung hutan. Dia merasa lega dan bahagia. Dengan perasaan keringat di wajahnya, dia mengambil nafas dalam-dalam dan berkata, "Akhirnya! Akhirnya aku keluar dari hutan yang gelap ini."
...
...
Dengan penuh semangat Steven berlari lurus kedepan ke arah cahaya matahari yang menyilaukan mata.
Dia sangat senang karena dia pikir dia sudah benar benar keluar dari hutan yang gelap penuh dengan jebakan itu dan dia akan segera menemukan perkotaan ataupun pedesaan yang akan membantunya.
Namun ternyata dia salah, ketika dia tiba di puncak bukit yang tinggi, pemandangan yang dihadapinya membuatnya sangat terkejut. Dia Melihat daratan luas tanpa ujung yang seperti gurun terbentang di depannya.
...
...
Sambil memandang ke arah daratan yang di penuhi oleh pasir.
" Ini sangat mustahil untuk di lewati. persediaan makanan ku benar benar habis. sangat tidak mungkin aku bisa melewati gurun pasir ini "
Steven pun duduk dan beristirahat sejenak sambil memikirkan cara untuk keluar dari cobaan selanjutnya, Yaitu melewati gurun pasir yang sangat luas.
Dia menyadari bahwa petualangannya belum berakhir dan bahkan belum dimulai. Sekarang, dia harus menghadapi tantangan baru yaitu melintasi gurun pasir yang sangat luas ini.
Steven Bangun dengan semangat yang tak tergoyahkan, dia kembali masuk kedalam hutan gelap itu, Dan kembali ke tempat genagan air yang ia jumpai saat berada di dalam hutan. dia bisa kembali ke sana dengan mudah karena dia sudah memberi tanda di sepanjang jalan. tanda bersimbol ( T ) pada pepohonan di sepajang jalan.
teven kembali ketempat itu bukan tanpa alasan, Dia kembali ketempat itu untuk mendapatkan air yang lebih banyak karena air akan sangat di butuhkan selama melewati gurun pasir yang panas.
Beberapa jam berlalu. Akhirnya dia berhasil kembali ketempat danau yang sudah dia tandai. dia langsung menuju ke danau itu lalu mengambil air dari genangan tersebut.
...
Meski dia tau kalau air itu adalah air yang kotor bahkan mungkin tak layak untuk di minum tapi tetap saja dia mengambil air dari genangan tersebut karena terpaksa, Dia menggunakan botolnya minuman yang sudah kosong di dalam tasnya. ...
Tidak kehabisan cara untuk membawa lebih banyak air. dia membuat 6 wadah untuk botol air yang terbuat dari kayu bambu yang ditemukannya di hutan itu.
Dia pun kembali keperbatasan tempat gurun dan hutan sebelumnya.
Dengan semangat dan tekat yang membara. dia pun memutuskan untuk maju dan terus melangkah menahlukkan gurun pasir itu.