Max Level Player " THE WANDERER "

Max Level Player " THE WANDERER "
Chapter 07 Kisah Steven #01



7 Hari setelah kepergian neneknya. Steven selalu murung dan bersedih di kamarnya. Dia selalu teringat dengan semua kenangan bersama neneknya seperti memasak bersamanya, mencuci baju baju kotor, berkebun, dan menyirami bunga bunga bersama neneknya.


Bagi Steven neneknya adalah satu satunya orang yang sangat berharga. Karena selama dia hidup hanya sang neneklah yang selalu merawatnya. Kedua orangtua Steven meninggal saat Steven masih berumur 2 Tahun, Semenjak itu Steven hanya hidup bersama dengan neneknya.


Dulu Steven bukanlah tipe orang yang pemalas dan mudah menyerah. Dia pasti menyelesaikan apa yang dia mulai seperti di saat dia melatih tubuh nya.


Tubuh Steven sangatlah unik meski Steven terus melatih tubuhnya dengan latihan latihan keras tanpa henti namun sayangnya Otot- Otot pada tubuh Steven tidak menjadi kekar.


Meski begitu Steven bisa mengangkat berat hingga 300kg hanya dengan satu tangan saja.


Dulu Steven juga sering berkelahi dan bahkan hampir membunuh seseorang. Steven dulu melakukan itu karena dia selalu di kambing hitamkan oleh para gangster dan mafia yang ada di sana.


Flashback


Tepat saat Steven berusia 17tahun. Steven mampu mengalahkan dan mengambil wilayah para gangster di sekitar rumahnya tanpa bantuan siapapun. Tentu saja dia melalukan itu bukan tanpa alasan, alasan pertama dia melakukan itu karena dia tidak ingin ada kejahatan di sekitar rumahnya, alasan kedua Steven sangat tidak suka dengan pembullyan.


Rumor tentang Steven yang berhasil menguasai wilayah wilayah besar di kotanya kini terdengar oleh Pemimpin Mafia yang kejam bernama MR.SCOUT



Pemimpin mafia itupun ingin memastikan apakah rumor itu benar benar nyata atau itu hanya romor yang dilebih lebihkan. Dia mengirim 20 anggota/bawahannya yang paling kuat di antara anggotalainnya untuk menculik Steven.


Beberapa hari kemudian anggota mafia yang di kirim untuk menculik Steven kini bertemu secara langsung dengan Steven. Mereka membuat rencana untuk menculik Steven dengan cara melumpuhkannya.


Steven langsung menyadari bahwa seseorang telah mengikutinya. Saat itu Steven sedang pulang dari belanja di mini market. Steven sudah menyadari bahwa dia sudah di ikuti sejak keluar dari mini market itu.


dalam hati Steven berkata,


" Aku merasakan banyak mata yang sedang melihat seperti sedang mengawasiku. Kenapa mereka melakukan itu?"


" Apa mereka salah satu kelompotan pereman yang waktu itu?"


" Jangan bilang mereka ingin membalas dendamnya padaku. Hahh aku sedang tidak ingin berkelahi sekarang karena aku harus cepat pulang dan makan masakan nenek"


" Aku sudah tidak sabar.."


Steven Sangat menyukai masakan neneknya.


Tetapi saat Steven tidak waspada dan sedang berada di jembatan. Seseorang hendak menyerang dan mendorongnya dari belakang.


Untung saja naluri dan reflek Steven sangat tajam sehingga Steven dengan mudah menghindarinya.


" Hei Kau Bajingan Gila! "


" Apa kau tau apa yang kau lakukan! "


Orang yang hendak menyerang Steven itu langsung lari dan kabur begitusaja. Steven yang merasa kesal dia pun mengejar orang itu. Mereka berdua terlibat dengan aksi kejar kejaran.


" Tidak mungkin! Bagaimana bisa dia berlari secepat itu"


" Aku harus mengejarnya!."


" Awas saja kau sialan. Kalo aku menangkapmu aku akan membuangmu ke tempat sampah.."



Steven terus mengejarnya. Sambil berteriak kepadanya.


" He Kau Bajingan Gilaaa.. "


" Sebaiknya Kau Berhenti Sekarang Juga!"


" Aku Benar Benar Tidak Hanya Membuangmu Ketempat Sampah Jika Kau Tidak Berhenti Sekarang! "


Orang itu tersenyum dan terus lari menelusuri lorong gedung yang di penuhi oleh rerumputan itu. Dalam hati dia berkata,


" Menakjubkan.. Ternyata rumor itu benar "


" Dia masih bisa mengejarku dengan kecepatan ini"


" Ini pertama kalinya ada seseorang yang hampir bisa mengejarku. Bahkan Tuan SCOUT pun mengakui kecepatan dan kelincahan berlariku "


" Tetapi anak ini.. Aku yakin usianya masih 18 tahuna. 2 tahun lebih mudah dariku "


" Dia terus berlari tanpa menyisakan staminanya seperti itu "


" Hahaha ini akan menjadi pekerjaan yang sangat mudah "


Tanpa mereka sadari, Mereka telah berlari tanpa henti selama 10 Menit



Mereka Terus berlari mengelilingi keseluruh bangunan bagunan yang sudah tidak di pakai/di tinggalkan itu.


" Nampaknya dia sudah kelelahan "


" Staminaku juga terkuras habis "


" Aku tak menyangka dia masih bisa mengejarku meski dia tertinggal cukup jauh"


Sambil melihat kebelakang,


" Sebaiknya aku harus segera menuju ke lokasi yang sudah di siapkan " ucap sang mafia itu dalam hatinya.


Steven yang emosinya semakin menjadi jadi kini tak tahan dan memutuskan untuk menggunakan Staminanya.


" Orang Sialan Itu Berlari Dengan Sangat Cepat Tanpa Berhenti Satu Detik Pun.."


" Kalo Begitu Aku Akan Meladeninya.. "


Ternyata Steven Dari Tadi Hanya Berlari Biasa Dengan Santai


Tetapi Mafia Itu Salah Paham Dan Mengira Jika Steven Sudah Menghabiskan Seluruh Staminanya Untuk Berlari.