Max Level Player " THE WANDERER "

Max Level Player " THE WANDERER "
Chapter 02 Terjebak Di Dalam Hutan



Steven terbangun dari tidurnya yang singkat di dalam tenda yang dia buat dari kayu dan ranting. Tubuhnya terasa kaku dan lelah setelah berhari-hari menjelajahi hutan ini. Setiap saat membawanya lebih jauh dari dunia yang dia kenal.


Dia merasa perutnya keroncongan dan hatinya dipenuhi kegelisahan. Hutan yang mengelilinginya terasa gelap dan mencekam, pohon-pohon yang menjulang tinggi seperti penjara alamiah. Dia tahu dia harus mencari makanan segera sebelum keadaan memburuk.


Berhati-hati, dia berkeliling mencari tanda-tanda kehidupan. Meskipun dia takut akan mahluk-mahluk yang mungkin bersembunyi di dalam bayangan, rasa lapar memaksa dia untuk terus maju. Akhirnya, dia menemukan sekelompok buah berry liar yang terlihat cukup aman.


Dia mencicipi beberapa buah dengan hati-hati, memastikan mereka tidak beracun. Rasa manis buah-buahan tersebut menghilangkan sedikit dari ketegangan yang dia rasakan. Dia memasukkan beberapa buah ke dalam tas ranselnya yang sederhana yang berisi beberapa item yang dia bawa dari dunia nyata, termasuk 6 snack, 1 tali, 1 korek api, 1 botol air yang berukuran cukup besar, dan baju pengganti.


Setelah menyegarkan dirinya dengan beberapa buah, dia melanjutkan pencariannya. Dia mendengar gemericik air dan segera mengikuti suara tersebut. Sampai pada sebuah sungai kecil yang menawarkan air segar. Dia meneguknya dengan penuh syukur, merasa beruntung menemukan sumber air dalam perjalanan yang panjang ini.


...



...


Tapi dengan perut yang sudah terisi, rasa laparnya digantikan oleh perasaan cemas. Dia masih terperangkap di dalam hutan ini, dan setiap hari membawanya lebih jauh dari rumah. Dia mengambil nafas dalam-dalam dan memutuskan untuk mengikuti aliran sungai tersebut, berharap akan membawanya ke petunjuk yang lebih jelas.


Namun, matahari sudah semakin rendah di langit, dan Steven tahu bahwa malam akan datang dengan cepat. Dia mencari tempat yang aman dan akhirnya menemukan sebuah gua alami di tebing sungai. Ini mungkin tempat terbaik untuk menghabiskan malam.


Dengan hati-hati, dia memasuki gua dan menyalakan api dengan sebatang ranting yang dia bawa. Cahaya api mengusir kegelapan dan memberinya sedikit kehangatan. sementara dia duduk di dalam gua itu, pikirannya terus berputar tentang bagaimana cara keluar dari perangkap yang dia temukan.


Akan mampukah Steven menemukan jawaban dan melarikan diri dari hutan ini? Ataukah dia akan terjebak dalam mimpi yang mengerikan ini selamanya?


Sementara dia duduk di dalam gua, dia mengingat sebuah pesan misterius yang dia terima sebelumnya. Pesan itu tampaknya berasal dari developer game "The Wanderer," dan pesan itu berkata bahwa dunia akan di-reset. Tetapi apa hubungannya pesan itu dengan situasinya saat ini? Steven merasa semakin bingung dan terpojok oleh misteri yang semakin membingungkan.


Dia terbangun dari lamunannya saat suara gemuruh dari hutan sekitarnya mencapai telinganya. Suara itu seperti deru hewan besar yang mendekat. Steven mengendurkan dirinya dan bersembunyi di dalam gua yang gelap. Dia tidak tahu apa yang mendekat, tetapi dia harus siap untuk apa pun.


Beberapa saat kemudian, ada sesosok mahluk mendekat. Steven mengintip dan melihat dengan jelas jika mahluk itu seperti manusia tetapi tidak memiliki rambut serta tinggi nya berbeda dengan tinggi manusia rata rata pada umumnya serta mempunyai kuku hitam yang sangat tajam di jari jarinya, matanya yang berwarna putih menyala. mahluk itu pun berjalan melewatinya dengan suara langkah kaki yang cukup berat


...



...


Steven pun lega karena mahluk itu tidak meyadari keberadaan nya. lalu Steven berkata di dalam hatinya


" Ini gilaa! ternyata apa yang aku bayangkan semuanya benar. tidak salah lagi mahluk itu bernama devoz dari game ' THE WANDERER ' yang selalu aku mainkan. untung saja devoz adalah mahluk yang buta dan indra penciumannya tidak terlalu tajam dan, aku sangat beruntung tidak berhadapan langsung dengan nya karna jika tidak maka aku akan terluka parah. aku bisa saja membunuhnya dengan mudah tetapi karna aku hanya mempunyai pisau kecil ini itu akan menjadi pertarungan yang cukup sulit meski aku yakin aku bisa mengalahkan nya"