Max Level Player " THE WANDERER "

Max Level Player " THE WANDERER "
Chapter 01 Masa Lalu Steven



Steven duduk sendirian di meja kasir minimarket tempatnya bekerja, menatap hampa ke luar jendela yang kabur oleh embun pagi. Wajahnya yang dulu pernah ceria, kini terlihat murung dan kusam. Kehilangan neneknya, satu-satunya keluarga yang tersisa baginya, telah meruntuhkan dunianya.


Hari itu adalah hari yang berat bagi Steven. Sudah tiga tahun sejak kepergian sang nenek, dan rasa kesepian yang mendalam semakin terasa. Setiap malam, ia akan memandang fotonya yang ditempel di dinding kamarnya dan menangis dalam diam. Tidak ada yang bisa menggantikan sosok yang begitu dicintainya itu.


"Steven, apa kamu baik-baik saja?" tanya Sarah, rekan kerjanya, yang mencoba mencari tahu kenapa akhir akhir ini Steven tampak begitu muram.


Steven mengangguk lemah, mencoba tersenyum tipis untuk menenangkan Sarah. "Ya, Sarah, aku baik. Hanya sedikit lelah, itu saja."


Sarah mengangguk, meskipun dia merasa ada sesuatu yang disembunyikan Steven. Mereka adalah patner di tempat kerja ini, dan Sarah selalu merasa perlu menjaga Steven.


Selesai dengan pekerjaannya sebagai kasir, Steven pulang ke apartemennya yang kecil dan sederhana. Setiap sudut ruangan itu mengingatkannya pada kenangan bersama sang nenek. Fotonya bersama nenek yang tersenyum hangat di atas meja makan, bunga-bunga yang mereka tanam bersama di balkon, dan banyak lagi kenangan manis lainnya.


Kehidupan Steven setelah kepergian neneknya adalah rutinitas yang monoton. Ia pergi bekerja di minimarket, kemudian pulang dan memasak makan malam untuk dirinya sendiri. Namun, ada satu hal yang menjadi pelarian dari realitas yang suram ini: game komputer yang ia temukan, "THE WANDERER."


Setiap malam, setelah selesai dengan pekerjaannya dan menyelesaikan rutinitas harian lainnya, Steven akan duduk di depan komputernya dan memasuki dunia game yang penuh misteri ini. Dalam game itu, ia merasa bebas, kuat, dan berarti.


"Selamat datang kembali, Survivor!" kata karakter yang bertindak sebagai pemandu di dalam game saat Steven masuk ke dalamnya. Dalam dunia game ini, Steven memakai karakter yang kuat yang selalu mengingatkannya pada dirinya sendiri. Dia adalah pemain yang berdedikasi, menghabiskan banyak waktu untuk mengasah kemampuannya. Selama tiga tahun, ia menjadi salah satu pemain terbaik di "THE WANDERER," dan juga menjadi satu satunya orang yang berhasil mencapai level 250, yang belum pernah ada yang bisa menyamainya.


Game ini adalah dunia yang tidak seperti dunia nyata, sebuah tempat yang hancur oleh serangan entitas misterius yang disebut "Mahluk." Grafik game ini sangat sederhana, dengan tampilan seperti 2D dan warna yang suram. Tapi itulah yang membuatnya unik. Di dalam game ini, tidak ada hukum yang berlaku, tidak ada aturan, dan tidak ada konsekuensi. Pemain bebas melakukan apapun yang mereka inginkan.


Steven tidak terlalu peduli dengan alur cerita di dalam game ini. Yang penting baginya adalah sensasi kekuatan yang ia rasakan saat melawan Mahluk dan menjelajahi dunia yang hancur. Game ini adalah pelarian dari realitasnya yang suram, dan ia merasa hidup di dalamnya.


Namun, suatu hari, ketika Steven masuk ke dalam game seperti biasa, sesuatu yang aneh terjadi. Ia mendapati pesan dari karakter pemandu dalam game.


Steven terkejut. Ini adalah pertama kalinya ia menerima pesan seperti ini dalam game. Ia melihat statistik senjata baru yang diberikan kepadanya, dan ia hampir tidak percaya. Senjata tersebut jauh lebih kuat daripada senjata apa pun yang pernah ia miliki dalam game.


"Tentu saja aku siap untuk Season ke-2!" jawab Steven dengan penuh semangat. Ia merasa senang dengan hadiah yang diberikan oleh pengembang game tersebut dan tidak sabar untuk menggunakannya dalam petualangan baru di dunia game yang ia cintai.


Namun, saat Steven hendak ingin membasuh muka dan berbaring di tempat tidurnya, ia menerima pesan email lain yang sangat aneh dari pengembang game. Pesan itu berbunyi, "Dunia akan direset dalam 12 jam."


Steven mengernyitkan kening. Ini bukanlah pesan yang biasa ia terima di ponselnya. Tanpa terlalu memikirkannya, ia mematikan ponselnya dan mencoba tidur. Namun, di dalam tidurnya dipenuhi dengan mimpi aneh tentang dunia yang hancur dan Mahluk yang mengejarinya.


Waktupun Terus Berlalu, Steven terbangun dengan rasa bingung. Ia merasa ada yang berbeda, tetapi ia tidak bisa memastikannya.


Dia berada di tengah hutan yang gelap, kabut tebal menyelimuti sekitarnya. Bukan hanya itu, dia merasa ada yang berbeda pada tubuhnya. Ia mengenakan jubah hitam tebal dan berat, tidak seperti pakaian sehari-harinya. Rambutnya yang biasanya tergerai panjang, kini telah dipotong rapih.


"Ini mimpi, ini pasti mimpi..," gumam Steven pada dirinya sendiri. Ia berusaha untuk memahami apa yang terjadi, mencoba memastikan bahwa ini hanyalah halusinasi/khayalan. Tetapi ketika dia melihat refleksi dirinya dalam genangan air di dekatnya, ketidakpercayaannya berganti menjadi kebingungan yang mendalam.


Wajahnya yang terlihat di genangan air tidak lagi memperlihatkan dirinya yang berusia 23 tahun. Sebaliknya, ia tampak seperti dirinya ketika masih berumur 20 tahun, pada masa ketika sang nenek masih hidup. Semua detail tentang dirinya, dari potongan rambutnya hingga kulit yang cerah di wajahnya, tampak persis seperti masa lalu yang ia tinggalkan.


Steven merasakan detak jantungnya berdegup sangat kencang. Ia tidak mengerti apa yang terjadi, tetapi satu hal yang pasti: ia bukan lagi di dunia nyata. Ia berada dalam dunia game "THE WANDERER," dalam tubuh karakternya sendiri yang kuat. Dan sesuatu yang lebih aneh lagi, semua perasaan dan ingatan masa lalu yang ia tinggalkan, mulai kembali menghantuinya.


Ini adalah awal dari petualangan yang tak terduga dan berbahaya yang akan mengguncang hidupnya. Dunia yang ia kenal sekarang tampaknya telah mengalami reset, dan Steven harus mencari tahu bagaimana caranya bertahan hidup dalam dunia yang begitu penuh misteri dan bahaya ini.


[Catatan Penulis]: Ini adalah awal dari perjalanan Steven dalam dunia "THE WANDERER." Sebuah dunia yang tak seperti yang pernah dia bayangkan, dengan rahasia yang akan ia ungkap satu per satu. Bagaimana Steven akan menghadapi tantangan ini dan apakah ia akan menemukan jawaban atas pertanyaan yang menghantuinya? Mari kita ikuti petualangan yang luar biasa ini bersama Steven saat ia menjelajahi dunia yang gelap dan misterius ini, mencari jawaban tentang mengapa ia berada di sini dan apa yang akan menantinya di masa depan.