
Naya tidak sabar untuk segera bertanding. Kali ini tim Naya berhadapan dengan tim Rachel. Rachel adalah gadis kampus swasta sebelah yang populer karena kemampuan bermain basketnya yang bagus.
Naya dan Rachel mempunyai hubungan yang tidak baik. Itu karena dulu Rachel mencintai Rendy, pacar Naya. Dia pernah mengungkapkan perasaannya pada Rendy namun ditolak karena Rendy lebih memilih Naya untuk menjadi pacarnya.
Rachel masih tidak suka dengan Naya. Tapi Naya tidak pernah meladeni Rachel. Menurutnya setiap orang berhak memilih siapa yang bisa menjadi pasangannya.
Lihat saja aku akan balas dendam padamu perempuan s****. Batin Rachel yang melihat Naya dari kejauhan.
*Pertandingan dimulai*
Beberapa menit setelah jump ball pada quarter pertama , tim Naya unggul dengan skor 16-9. Rachel melihat perolehan timnya berdecak kesal.
Permainan Naya tak kalah mengesankan dari Rachel. Dia mengeluarkan semua kemampuannya yang selama ini sudah dipelajari.
Andrew yang juga ternyata ikut melihat calon istrinya sedang bertanding, sangat terpukau dengan kelincahan Naya dalam memainkan bola besar itu.
Naya tak pernah memberi tahu Andrew kalau ia akan mengikuti turnamen. Tapi entah dari mana Andrew tahu tentang turnamen yang Naya ikuti.
Pada akhir quarter pertama tim Naya memperoleh skor tertinggi. Rachel yang panas melihat perolehan timnya rendah mengeluarkan semua kemampuan andalannya.
Akhirnya pada quarter ke 3 tim tim Rachel mampu mengungguli tim Naya.
Pertandingan semakin panas. Mereka saling adu kemampuan sebelum quarter ke 4 berakhir.
Naya belum menyadari keberadaan Andrew dari balik penonton. Sementara Andrew terus menyemangati Naya.
Naya tidak akan mengetahui keberadaan Andrew karena sedari tadi Andrew menyemangatinya hanya dalam hati.
Andrew menyadari kalu kedatangannya ke turnamen tersebut tidak diundang. Dia juga takut akan membuyarkan fokus Naya saat pertandingan.
Quarter ke 4 tinggal beberapa menit lagi dan skor tim Naya sudah kembali unggul. Rachel tak tinggal diam. Dia mengatur strategi untuk mencoba mencelakai Naya.
Ketika Naya akan merebut bola yang sedang di pegang salah satu pemain dari tim Rachel, Rachel yang dengan sengaja mendorong tubuh Naya dari belakang hingga Naya jatuh tersungkur.
Andrew yang melihat kejadian itu ingin rasanya turun menolong Naya. Namun pertandingan itu belum berakhir. Jadi dia urungkan niatnya.
Cantik-cantik kok main kasar. Gadisku sampai terluka. Awas saja akan ku balas nanti. Dia tidak tahu sedang bermain-main dengan siapa. Batin Andrew.
Rachel mendapat sanksi akibat pelanggaran yang telah dilakukannya. itu memberi keuntungan pada tim Naya yang memperoleh gol akibat pelanggaran tersebut.
Untung saja beberapa menit kemudian quarter 4 selesai. Naya merasa lega karena timnya bisa memenangkan pertandingan tersebut. Meskipun kaki Naya sekarang menjadi korban.
“Kak aku mau ikut main di babak final,” pinta Naya pada Coachnya, yang sedang mengompres kakinya.
“Kamu istirahat aja Nay. Kaki kamu kan sakit. Mana bisa ikut babak selanjutnya.”
“Udah deh Nay lo jangan kayak anak kecil gitu. Nanti kaki lo tambah parah sakitnya,” Tio memotong ucapan Naya.
“Gue kan pengen ngasih kenang-kenangan terakhir gue dengan memenangkan tim kita sampai di babak final yo,”
“Menurut kita kamu itu udah jadi pemenang. Kamu udah jadi juara dihati kita Nay,” ucap coachnya.
Kaki Naya terkilir. Jadi dia tidak bisa ikut ke babak final. Tapi dia bersyukur karena sudah mengantarkan timnya hingga masuk ke babak final.
“Yo, gue mau..”
“Mau apa nay? Gue kan udah bilang lo ga usah ikut ke babak final. Jangan ngeyel,” potong Tio sebelum Naya menyelesaikan ucapannya.
“Yo..”
“Susah banget sih lo dibilangin Nay”
“dengerin gue dulu coba. Gue mau ngomong dari tadi dipotong mulu,” ucap Naya dengan cepat.
“eh sorry sorry. Lo mau ngomong apa?”
“Gue mau ke toilet, anterin. Gue gak bisa jalan,”
“Sampe masuk?”
“Gue bunuh lo kalo sampe masuk!”
“eits sabar dong. Canda kali Nay”
“yaudah ayo”
Andrew yang melihat Naya pergi dengan Tio dengan kaki yang pincang, dia mengikuti dari belakang. Ternyata mereka menuju toilet.
Ketika Naya masuk, Andrew berfikir mencoba mengalihkan perhatian Tio agar pergi dari depan pintu toilet.
Andrew meminta bantuan OG yang sedang lewat saat itu. Dia membisikan sesuatu pada mba-mba. ia mengangguk menyutujui ucapan Andrew.
Tio kemudian pergi setelah mba-mba itu berbicara sesuatu padanya.
Andrew bergegas berdiri di depan pintu toilet. Naya yang keluar betapa terkejutnya melihat Andrew yang sudah menunggu di depan.
"Loh An? Lo ngapain disini?" tanya Naya dengan muka bingung.
"Ayo pulang. Kita ke Rumah Sakit sekarang," tanpa pikir panjang Andrew langsung menggendong Naya.