Lucid Dream: Wonderland

Lucid Dream: Wonderland
02-Yami Ramirez



Tidak, tidak lagi. Keiinginan ku sudah bulat, aku tak akan hidup seperti itu lagi. Dari semua orang kenapa harus aku? Sialan!!  Aku bukan boneka, kenapa kau memperlakukannku seperti itu. Hahaha, menjijikkan! Bagaimana pun caranya aku akan keluar dari semua kekangan itu.


"Aku bisa membantu mu.." suara itu kembali lagi.


"Sialan, siapa kau? Perlihatkan diri mu" Teriakku kesal.


"Kau tak akan pernah dapat melihatku. Tapi aku bisa membantu mu" lanjut suara itu.


"Hah, mana mungkin kau bisa membantu ku, kau tak berwujud dan hanya bisa bicara omong kosong" ujarku melampiaskan semua kekesalanku.


"Terserah. Aku akan langsung membawamu , waktu ku sudah tak banyak lagi" lanjut suara  itu lagi-lagi bicara omong kosong.


"Ck, bagaimana caranya kau akan membawaku? Kau lucu sekali"


Tiba-tiba seluruh tubuhku terasa lemas, pandanganku mulai kabur. Ah, apa yang terjadi? Tubuhku ambruk, terbaring di lantai. Perlahan rasa nyeri mulai menggerogoti seluruh tubuhku, menyakitkan sekali.


         


"Maafkan aku, tapi beristirahatlah sampai tugasku selesai, kau tidak akan rugi" papar suara itu.


"Apa maksudmu? Siapa kau sebenarnya?" tanyaku sambil menahan sakit.


"entahlah" jawabnya dengan nada tidak peduli.


Seluruh tubuhku seperti tercabik-cabik. Astaga aku tak bisa menahan sakitnya. Aku ingin berteriak tapi tidak bisa, suaraku tidak mau keluar. Sial.


"Istirahatlah" samar-samar aku mendengar suara itu kembali sampai akhirnya aku kehilangan kesadaran.


***


"Eh dimana aku?" ujarku setelah terbangun di sebuah tempat yang tidak ku kenal. Tunggu, bukankah tadi tubuhku menjerit kesakitan, lalu bagaimana bisa? Apa aku sudah mati? Yah, kupikir tidak buruk juga.


"Kau tidak mati, aku membuatku beristirahat" suara ini, suara misterius itu. Aku berbalik badan dan di sambut sebuah sosok asing.


"Kau?" aku menatapnya penuh selidik.


"Ya begitulah. Aku akan meminjam tubuh mu sebentar, jadi beristirahatlah di sini" ujarnya dengan santai.


"Apa maksudmu? Aku tak mengerti" aku mengernyitkan dahi karena tak mengerti.


"Astaga, sudahlah. Istirahat saja, yang jelas tempat ini lebih baik dari pada tempatmu sebelumnya" lanjutnya lalu pergi dan menghilang setelah dibalut sebuah cahaya yang menyilaukan.


Setelah sosok itu hilang, sebuah cahaya yang menyilaukan lainnya muncul mengelilingiku dan tak lama kemudian, cahaya itu mulai meredup.  Aku membuka mata dan mencoba melihat hal yang ada di balik cahaya tadi. Mataku berkaca-kaca, bagaimana bisa ada di sini?     


"Oy, Yami, kenapa kau lama sekali? Ayo .." setelah sekian lama,  suara yang sudah kulupakan itu dapat aku dengar kembali. Aku menggigit bibir bawahku, menunduk menahan beratnya air mata yang mulai menggenang.


"Aku rasa aku tahu siapa dirinya" Harus nya aku tidak berkata kasar pada-nya, tapi aku meminjamkan tubuhku padanya.


Yah, kurasa itu setimpal. Pria itu, seharusnya benar itu dirinya. Ratu, sepertinya mereka akan kembali dan merebut semua yang kau rampas. Orang-orang yang kau hancurkan, para pelindung dan utusan dewa, mereka akan segera datang.


***


"Akhirnya dimulai juga."


Yami kembali bersuara, bangkit dari posisinya yang tadi sempat rubuh. Tapi, dia tidak terlihat seperti dirinya, mata yang menatap dengan lembut itu hilang. Berganti dengan mata penuh ambisi dan amarah yang membara. Wajahnya juga terlihat datar dan dingin. Dirinya seperti orang yang berbeda, seakan jiwa orang lain memasuki tubuh fisiknya.


"Ngomong-ngomong, terima kasih Yami. Aku akan menggunakan tubuhmu dengan baik. Yang lain sudah menungguku, aku harus bergegas."


***


Dahulu kala, dewa menciptakan sebuah tanah untuk para makhluk ciptaannya bernaung. Lalu, para makhluknya mulai menyebutnya dengan sebutan Tanah dewa.


Kehidupan para makhluk saat itu semakin baik saat dewa menurunkan utusannya. Mereka disebut demigod, putra dan putrinya adalah makhluk ciptaan dewa yang paling patuh.


Demigod, hidup berdampingan dalam wujud manusia, menyamar dan menyembunyikan wujudnya yang sebenarnya. Mereka ditugaskan untuk menjaga keseimbangan kehidupan di Tanah Dewa dengan kekuatannya masing-masing.


Suatu saat, manusia mulai berevolusi. Dewa menganugerahkan pada mereka kekuatan yaitu sihir. Manusia awalnya takut, tapi lama kelamaan kekuatan itu dijadikan kelebihan dan mulai dikembangkan menjadi sesuatu yang lebih baik lagi.


Para Demigod juga tidak mempermasalahkannya, karena mereka melakukannya dengan baik. Tapi, suatu saat keadaan menjadi berubah. Manusia malah menjadi gila karena kekuatan sihir yang semakin membesar itu. Orang yang lemah tertindas dan para yang kuat mendominasi dengan kejamnya.


Satu persatu pemimpim mereka naik takhta dan menciptakan kerjaannya sendiri. Perang juga dimulai, seluruh daerah di Tanah Dewa hancur setengahnya karena perang yang berkepanjangan.


Demigod ingin ikut campur dan menyelesaikannya, tapi perintah dari dewa tidak kunjung datang.


Lalu, suatu hari seorang wanita dengan kekuatan dan kecerdasan yang dimilikinya muncul dan menyatukan satu persatu kerajaan yang hancur akibat berperang.


Adeux, adalah kekaisaran besar yang berhasil dibangunnya dan dirinya menjadi Kaisar wanita pertama yang ada di Tanah Dewa. Kehidupan di Tanah Dewa berangsur menjadi baik dan semua masalah akibat kekuatan sihir yang diberikan dewa mulai mereda dan hilang secara perlahan.


Demigod tentunya terbantu dan tertarik pada wanita ini. Mereka mulai memperhatikan dan terus melihat perkembangannya dari waktu ke waktu.


Adeux terus berkembang menjadi lebih baik lagi, kriminalitas berada di titik minimal, para pemberontak akan dihukum mati, ekonomi meningkat dan sihir kembali dikembangkan dalam pengawasan yang ketat dan baik.


Tapi, dibalik semua hal baik yang mengelilingi dirinya, wanita itu punya hal buruk dalam hatinya. Ambisi akan kekuatan dan kekuasaan menggerogotinya. Apalagi setelah dirinya mengetahui tentang keberadaan makhluk penuh kekuatan, yaitu Demigod.


Ratu Adeux yang menggila, mulai mencari pentunjuk dengan keberadaan Demigod. Dia menginginkan kekuatan itu, semuanya harus menjadi miliknya.


Invansi besar-besaran kembali terjadi, setiap petunjuk mau itu tulisan kuno ataupun cerita rakyat dikumpulkannya untuk membantu penyelidikannya.


Demigod menyadari hal itu, berkumpul dan menunggu perintah dari dewa. Tapi, Dewa tidak menurunkan perintah apapun. Mereka tidak bisa terus bertahan, sementara satu persatu dari mereka mulai ditemukan dan diserap kekuatannya. Demigod memang kuat, tapi tidak cukup kuat jika harus melawan berpuluh-puluh ribu makhluk ciptaan dewanya.


Di sebuah tempat, jauh dari Adeux, perkumpulan Demigod ditemukan. Perang berkecamuk diantara Demigod dan Pasukan Adeux yang dipimpin langsung oleh Ratu Adeux. Namun, Demigod yang malang, mereka kalah dan menyisakan 7 Demigod paling kuat yang berhasil melarikan diri.


Dalam keadaan yang sekarat, 7 Demigod yang tersisa membuat sumpah dan memasang kutukan melawan Dewa. Ratu Adeux, wanita itu dikutuk untuk hidup abadi sebelum mati ditangan Para Demigod yang tersisa. Sementara 7 Demigod yang tersisa akan menggunakan sihir terlarang untuk reinkarnasi.


"Dunia ini tidak salah, Wanita itulah yang harus dihancurkan" ungkap salah satu diantara Demigod. "Jika salah satu diantara kita akhirnya mati dan tidak dapat kembali, satu persatu cahaya yang mendukung kehidupan ini juga akan hilang.


Setidaknya, kita dapat menebus dosa menggunakan sihir terlarang dengan menyelamatkan makhluk tidak bersalah yang disayanginya."


Tujuh Demigod yang tersisa meninggal bersamaan, mereka saling berpegangan tangan dan menanti kebangkitannya untuk menghancurkan Ratu Adeux, wanita yang tangannya dipenuhi darah dan nyawa.


***


Yami, dengan nama Demigod Almach, pencegah hilangnya Kegelapan dunia.


Kedua, Alphard, Demigod pencegah hilangnya impian dan harapan dari dunia.


Ketiga, Aludra pencegah hilangnya cahaya dunia.


Keempat, Cygnus pencegah hilangnya Kejayaan dunia.


Kelima, Auriga pencegah hilangnya keindahan dunia.


Keenam, Norma pencegah hilangnya kedamaian dunia.


Dan ketujuh, Achernar pencegah hilangnya isi hati makhluk yang ada di dunia


Ketujuh Demigod tersebut, akan bereinkarnasi dan menjalankan janji dengan taruhan nyawa untuk kehidupan di Tanah Dewa yang mereka cintai.


Pertualangan besar penuh rintangan dan halangan, akan mereka hadapi. Para Demigod yang patuh pada dewanya, mengambil sebuah keputusan untuk bebas dan akan mengakhirinya.