Lucid Dream: Wonderland

Lucid Dream: Wonderland
01-Lucifer Boizmeirt



Lucifer Boizmeirt, Begitulah mereka menyebutku di tempat ini. Lahir sebagai anak haram dari pasangan dan kasta terbawah. Anak yang tak di anggap sebagai manusia , yang di tali lehernya seperti anjing, di beri makanan mentah, basi dan di suruh melakukan pekerjaan berat.


Kalian tahu, semua ini sebenarnya adalah mimpi ku. Mimpi yang selalu hadir dalam tidurku dan terus berlanjut. Hanya saja terlalu nyata untuk di sebut mimpi, aku dapat merasakan semuanya, rasa sakit dan penderitaan.


Andai aku tak pernah tidur, rasanya menyakitkan jika aku harus menjadi pemeran utama yang sangat menderita. Tapi, sebuah rahasia besar dan mengerikan perlahan muncul dan melibatkan ku yang tidak tahu menahu ini .


***


"Jangan sentuh piring ku. Kau bisa menularkan penyakitmu padaku " dasar wanita Sint***, lama-lama telingaku bisa mengerut mendengar kalimat kasar seperti itu.


Bagaimana dia bisa terus mengucapkan kalimat kotor dari mulutnya?Astaga, aku tak habis pikir.  Semua perilaku buruk wanita yang ku sebut ibu ini sudah terlalu berbahaya.


Setiap hari dia memukul, menendang bahkan mencambuk tubuhku yang kecil dan kurus ini. Aku tak bisa mengelak, apalagi melawan. Ia mengikat leherku. Lagi pula, dengan tubuh kecil kurus ini aku bisa apa?


Mimpi ini terlalu mengerikan. Ingin terbangun, tapi walau sudah mencoba dengan cara apapun, aku tetap tak bisa membangunkan diriku. Kecuali jika fajar sudah datang. Aku berdiri mematung sampai lupa bahwa wanita itu menatapku dengan tatapan jijik. Cih, apa yang kau lihat?!


"Kenapa kau tetap berdiri di sana hah? Kembali ke kandang mu, melihatmu terlalu lama membuatku ingat wajah pria kaya sialan itu" Kalimat kotor kembali keluar dari mulutnya.


Apa kau tahu sudah berapa banyak dosa yang kau tampung hah? Astaga, mengumpat di dalam hati tak dapat membuat amarahku reda. Lebih baik menghindar dan berharap mimpi super buruk ini berakhir.


Jika ini kisah nyata dan bukan mimpi, anak yang menjadi Lucifer ini kasian sekali. Sampai saat ini, aku masih bertanya-tanya. Kenapa aku bisa mendapati mimpi yang sama terus- menerus setiap malamnya? Kenapa aku bisa merasakan sakitnya ditendang, dipukul dan dicambuk sampai terbawa di kehidupan normal diluar mimpi? Dan juga kenapa harus aku yang mendapatkan mimpi ini? 


Kau tahu seberapa banyak aku menghela napas karena tidak mengerti? ribuan kali.


Pertanyaan-pertanyaan terus bermunculan dan terngiang-ngiang di kepalaku. Aku hanya bisa pasrah dalam mimpi ini, menghadapi semuanya dan menjadi seorang Lucifer Boizmeirt.


***


Berhari-hari aku terus mendapatkan mimpi ini dan terus berlanjut, hanya saja kali ini mimpinya sedikit berbeda. Itu adalah tentang wujud Lucifer-ku yang berganti.


Tubuh Lucifer yang kurus, kecil dan kumal berganti menjadi sosok yang mengerikan. Tubuh besar hitam, tinggi, bersayap dan berkuku tajam. Astaga, apalagi ini?


Pemandangan di depanku sekarang adalah sosok yang ku panggil ibu tersebut hanya tinggal kepalanya saja. Auw.. menjijikkan!  Ruangan rumah penuh dengan percikan darah dan potongan tubuh manusia. Semuanya porak-poranda.


Setelah itu, tubuh ini bergerak sendiri tanpa dapat kukendalikan. Tubuh ini mulai terbang menghancurkan atap ruangan dan melesat cepat ke atas.


Hamparan langit gelap berawan langsung menyapa. Mataku yang menoleh ke bawah langsung disambut oleh kekacauan.


Sebuah kota tampak hancur rata dengan tanah, api berkobar di mana-mana, tumpukan mayat berserakan. Astaga mengerikan sekali! Apa yang sebenarnya terjadi?.


Kepalaku sudah tak sanggup berpikir lagi. Kapankah aku terbangun dari mimpi buruk ini?


***


Tubuh monster ini terbang melesat menjauh dari kota, aku melihat semuanya. Terbang melewati awan gelap, sesekali melewati hutan dan kota-kota kecil. Terus terbang tanpa kutahu tujuannya.


Apa maksud mimpi ini? Semua hal ini tak dapat dicerna dengan jelas oleh kepalaku.


Lalu,  tiba-tiba, tubuh ini mulai kehilangan kendali, menabrak tepi bukit yang curam dan pohon-pohon nya sampai akhirnya mendarat di sebuah sungai yang dangkal.


Ugh, sakit sekali! Apa tubuh ini juga terhubung denganku? Kalau begitu tubuh ini sebaiknya ku kendalikan saja, karena rasanya tubuh ini menyerap semua tenaga yang ku punya.


Di sungai dangkal itu, wujud Lucifer ku kembali seperti semula. Dengan sisa tenaga, aku merangkak ke tepi sungai dan langsung terkapar tak berdaya. Seluruh tubuhku mati rasa, napas ku tak beraturan, aku benar-benar sudah lelah dengan semua ini.


Andai aku tak pernah tertidur lagi. Mimpi ini terlalu mengerikan dan menyakitkan. Aku ingin segera terbangun.


Kesadaranku hilang. Baguslah. Semua yang terjadi hari ini terlalu mengerikan.


***


"Ah, kau sudah bangun. Baguslah" samar-samar aku mendengar suara seseorang. Karena pandanganku kabur, aku tak dapat melihat wajahnya dengan jelas.


"Siapa kau?" tanyaku sambil berusaha untuk duduk, tapi tidak bisa. Tenaga ku belum pulih sepenuhnya.


"Aku sekaum dengan mu," jawabnya.


"Manusia?" tanya ku lagi.


"Wujud luar-ku memang manusia, tapi aku bukan kaum manusia" ungkapnya yang lebih terdengar seperti omong kosong.


"Kau gila! Ah , benar juga. Aku harus segera terbangun dari mimpi buruk ini. Maafkan aku, aku harus pergi," ungkapku, lalu mencoba untuk kembali tidur.


Aku harus segera terbangun, ada orang aneh yang duduk di sebelah ku. Bagaimana mungkin ada orang yang luarnya manusia di dalam nya bukan manusia?


Eh, tunggu, ini mirip dengan kasusku. Luarnya monster dan dalamnya Lucifer.  Astaga, aku tidak bisa tidur jika terus memikirkannya.


"Hei, apa yang kau lakukan? Kau membuat wajah yang aneh," tanya orang aneh itu membuat konsentrasiku goyah untuk kembali tidur.


"Sshhtt! Aku berusaha untuk terbangun dari mimpi buruk ini, jangan ganggu konsentrasi ku!" ungkapku  seraya menempatkan telunjuk di depan bibirku.


"Ha? Seharusnya kau yang di sebut gila! Mimpi buruk? Yang benar saja. Mana mungkin ada mimpi yang seburuk ini" ujarnya tidak mempercayaiku.


"Diam kau! Sejak awal ini adalah mimpi dan fakta itu tak akan pernah berubah" ungkapku sambil terus mencoba untuk tertidur.


"Ya, terserahlah. Sebentar lagi malam akan datang, aku juga akan istirahat" ujarnya.


"Aku tidak peduli, asalkan kau berada jauh dari tempatku" ungkapku kesal. Dia benar-benar orang aneh.


"Ya kau benar. Sejak dulu dia memang aneh apalagi dengan gaya rambut panjang seperti itu" sebuah suara terdengar mengoceh dari dalam kepalaku. Siapa lagi ini? Siapa pun kau, tolong biarkan aku tertidur dan pulang.


***


Semua nya berlalu begitu saja, tanpa kusadari pertemuan ini membuatku terlibat lebih dalam. Masalah terus bermunculan, sampai suatu kejadian membuatku bertanya-tanya tentang tujuan sebenarnya dari mimpi buruk ini.