
Setelah dua jam berkutat di dapur bersama Ji-eun, Yoongi memutuskan untuk mandi karena tubuhnya terasa lengket. Waktu juga sudah menunjukkan pukul lima sore dan masih ada waktu beberapa jam sebelum teman-temannya datang ke rumah.
Setiap ada kesempatan maka mereka akan berkumpul di rumah Yoongi, biasanya karena salah satu dari mereka yang akan meninggalkan Seoul dalam waktu yang lama jadi mereka mengadakan pesta kecil untuk yang terakhir sebelum mereka pergi.
Kim Seokjin, akan pulang ke kampung halamannya karena harus mengurus perusahaan di sana. Sementara Hoseok akan pulang ke Gwangju karena sudah terlalu lama meninggalkan kampung halamannya.
Dua pria Busan, Park Jimin dan Jeon Jungkook akan tetap berada di Seoul. Juga dengan Kim Taehyung yang tidak bisa jauh-jauh dari kekasihnya. Kampung halaman pemuda Kim itu sama dengan Yoongi, yaitu Daegu. Oleh sebab itu jika Yoongi tidak pulang maka Taehyung juga tidak.
Alasannya hanya satu, menghemat biaya. Taehyung selalu pulang bersama Yoongi, mengendarai mobil milik Yoongi dan dia hanya membawa badan serta koper saja. Hemat bukan, tapi sedikit kurang ajar.
"Produser Min." Panggil Ji-eun.
Yoongi tengah membereskan kekacauan di dapur, memasak dengan Ji-eun membuatnya harus bekerja dua kali. Belum lagi sampah bekas bahan makanan yang berserakan, juga tumpahan minyak dan beberapa saus. Pria itu menoleh sekilas lalu kembali mengelap meja dapur.
"Aku izin pulang untuk mengambil pakaian ku." Ucap Ji-eun.
"Tidak perlu." Ucap Yoongi.
"Maksudmu? Aku tidak akan menemui teman-teman mu tanpa memakai pakaian, kau yang benar saja."
"Siapa yang bilang begitu?"
"Lalu? Kau ingin aku memakai pakaian mu?"
"Tidak ada yang mengatakan itu."
"Aku sungguh tidak mengerti dengan mu."
Yoongi menunjuk ponselnya yang berada di atas meja dengan dagu, lalu menyuruh sang gadis untuk memesannya melalui internet. Bahkan Yoongi mempunyai aplikasi toko khusus langganan nya membeli pakaian, dan tentunya isi di dalamnya adalah barang-barang yang sangat mahal.
"Apa begini tingkah orang kaya? Padahal aku bisa mengambil baju, tapi dia lebih suka menghamburkan uang untuk itu." Gerutu Ji-eun.
Gadis itu memesan celana jeans pendek di atas lutut dengan kaos polos dan juga **********. Kemudian gadis itu berlalu untuk mandi karena pesanannya akan tiba beberapa menit lagi.
•••
Ruang makan rumah Yoongi terlihat penuh dengan hidangan yang tersaji di atas meja. Juga beberapa botol Soju dan Champaign yang harus selalu ada di setiap perayaan mereka. Ji-eun sendiri tidak begitu mengerti dengan perkumpulan para pria, jadi dia nanti hanya akan menunggu di belakang saja atau justru di kamar.
Satu persatu teman Yoongi datang, yang pertama adalah Kim Taehyung dan Jeon Jungkook yang selalu paling cepat jika soal makanan. Kemudian tak lama muncul Park Jimin dan Jung Hoseok, dan yang terakhir datang adalah Kim Seokjin.
"Wah rupanya ada yang sedang menyambut ku." Seru Seokjin.
Tidak ada yang menyahut sebab mereka sangat tahu sifat tetua mereka. Seokjin menempati kursi yang berhadapan dengan Jungkook, Taehyung yang berhadapan dengan Jimin dan Hoseok yang berdampingan dengan Yoongi di sisi meja yang lain.
"Ku dengar Namjoon akan ke Seoul dalam waktu dekat ini?" Tanya Hoseok.
"Bukankah dia masih sibuk merilis albumnya? Kudengar dia akan menikah." Sahut Jimin.
"Jangan mengandalkan pendengaran kalian, jika tidak ada bukti yang terlihat maka tidak usah di pikirkan." Ucap Yoongi.
"Kami ini tidak seperti kau yang tak pernah peduli pada dunia orang lain." Seokjin menimpali ucapan Yoongi.
"Itu karena dunia kita berbeda, benar begitu?" Jawab Yoongi.
"Jika Yoongi-hyeong menjadi hantu, aku yakin semua hantu akan takut padanya. Lihat, kulitnya pucat mengalahkan mumi dan wajahnya juga datar melebihi slander." Sahut Jimin.
Ji-eun bisa mendengar pembicaraan dan tawa para tamu. Dia sendiri heran, ia kira Yoongi hanya dingin dan cuek saja padanya namun ternyata pada teman-teman nya pun sama. Tapi anehnya persahabatan mereka sangat awet dan jarang sekali ada problem.
Saking asiknya menyimak, Ji-eun tidak sadar jika Yoongi sudah berada di sampingnya.
"Kau sedang apa?" Tanya Yoongi pada Ji-eun.
Ji-eun yang tengah mengisi gelas dengan susu itupun terkejut, bahkan tersadar ketika cairan putih itu meluber dari dalam gelas karena dia tidak memperhatikannya.
"Oh astaga, kenapa bisa tumpah." Gumam Ji-eun.
"Keluar saja, bawakan beberapa kue di dalam lemari. Biar aku yang membersihkannya." Ucap Yoongi ketika Ji-eun hendak mengelap lantai.
"Tapi-- ah baiklah." Putus Ji-eun setelah melihat tatapan tajam dari Yoongi.
Gadis itu mengambil beberapa roti di lemari kabinet dan membawanya menggunakan nampan. Sesaat dia ragu untuk melangkah ke ruang makan sebab pasti mereka akan bertanya-tanya mengapa dirinya ada di sini. Ji-eun Tek berharap mereka mengetahui hubungan antara dirinya dan Yoongi.
"Kenapa masih di situ?" Tanya Yoongi lagi.
"Bisakah aku menunggumu saja?"
Yoongi tidak menjawab namun berjalan menuju wastafel untuk mencuci lapnya. Pria itu berjalan mendahului Ji-eun dan gadis itu segera mengikutinya.
Hal itu membuat Kim Seokjin dan Park Jimin menatap heran, siapa gadis yang berada di belakang Yoongi. Selama mereka bersama belum pernah ada gadis yang mampu membuat pria dingin itu tersentuh, apalagi sampai diajak berkumpul bersama. Tidak mungkin jika itu adalah perempuan bayaran karena Yoongi tidak menyukai hal seperti itu, apalagi pembantu karena pria itu sangat-sangat mandiri.
Berbeda dengan Hoseok, Taehyung dan Jungkook yang memang mengenal siapa Ji-eun. Hanya saja mereka heran mengapa bisa gadis itu berada di rumah Hyung nya, dan berkumpul bersama mereka.
Terlebih Jungkook yang sangat terkejut. Alarm di atas kepalanya seolah berbunyi dan berdering. Semacam ada peringatan yang membuat jantungnya tidak terkendali, pun raut wajahnya yang sangat keheranan.
"Kenapa dia ada di sini?" Tanya Taehyung.
"Apa? Siapa? Memangnya dia siapa?" Sahut Seokjin.
"Aku seperti mengenalnya, tapi dimana?" Batin Jimin.
"Apa ada masalah dengan rekaman mu?" Tanya Hoseok. Pria itu tidak mencurigai hal lain, mungkin bisa saja Ji-eun berada di sini karena urusan pekerjaan dan kebetulan sekali mereka tengah berkumpul.
"Ah tidak produser Jung, tidak ada masalah apapun." Jawab Ji-eun.
Jungkook dan Jimin terus memperhatikan Ji-eun dengan tatapan yang sulit diartikan. Dan keduanya sama-sama memiliki pemikiran yang berbeda.
"Jangan menatap kekasihku seperti itu, bocah." Tegur Yoongi.
Uhukk uhukk! Jungkook langsung tersedak air liurnya ketika mendengar pernyataan Yoongi yang mengatakan jika Ji-eun adalah kekasihnya. Apa maksudnya? Kenapa? Bagaimana bisa?
"Kekasih? Sejak kapan?" Tanya Taehyung.
"Sejak kakekmu lahir." Jawab Yoongi asal.