Love Me Please!!! My Kenan

Love Me Please!!! My Kenan
chapter 22



ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Seminggu telah berlalu kimmy sangat sibuk dengan persiapan ujian tengah semesternya.tiada hari kimmy tanpa belajar mengabikan kenan dan mengalihkan fikirannya.kimmy makin hari makin lemah tetapi berusaha terlihat baik baik saja kimmy pandai menyembunyikan penyakitnya itu.


"pagi mommy"sapa kimmy pada mommynya yang sedang sarapan sendirian karena daddynya sedang melakukan perjalanan bisnia di luar negri selama 2 minggu.


"pagi sayang"ucap mommy carla tersenyum kearah kimmy.


"mom"panggil kimmy.


"iya sayang"jawab mommy carla menatap kimmy lagi.


"aku mau itu"ucap kimmy mengangkat piringnya ke arah mommy carla.


"ini?"tanya mommy carla mengangkat roti serai coklat kacang yang ada di tangannya.


"iya mom"jawab kimmy menyodorkan piringnya.


"terima kasih mom"ucap kimmy mencicipi roti selai coklat kacang di piringnya.


"sama sama sayang"ucap mommy carla.


"mom kimmy berangkat"ucap kimmy beranjak dari kursinya.


"asslamualaikum"pamit kimmy salim pada mommy carla.


"waalaikumsalam"jawab mommy carla.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Setelah sampai di sekolah seprti biasa kimmy langsung menuju kelasnya karena hari ini adalah hari pertama ujian kimmy mengulang materi yang ia rangkum semalam untuk lebih mengingatnya lagi jika ujian berlangsung.


Kring kring kring..bel masuk berbunyi guru wali kelas memasuki ruang kelas membagikan kertas soal dan kertas jawaban. Suasana kelas sunyi karena siswanya terfokuskan pada lembaran lembaran soal ujian yang sedang berlangsung.


Kring.... Kring... Kringg... Bel berbunyi setelah 30 menit berlalu.


"kantin yuk isi stamina dulu sebelum lanjut season 2"ucap bela cengengesan.


"aku mau ke perpus bel"ucap kimmy membereskan peralatan tulisnya dan memasukkan ke dalam tas dan menyimpannya ke dalam laci mejanya.


" ngapain ke perpus?"tanya bela.


"ya kali nongkrong bel"jawab rani.


"ada buku yang ingin aku baca dari perpus"ucap kimmy.


"ya sudah kim,,kamu duluan aja nanti setelah dari kantin aku dan rani nyusul"ucap bela.


Kimmy menganggukkan kepalanya dan beranjak pergi menuju perpustkaan. Sesampainya di perpus kimmy menelusuri ruangan mencari kerak buku bagian bahasa,setelah menemukannya tangan kimmy terulur meraih buku tersebut setelah membaca sampulnya kimmy melangkah menuju meja pojok perpustakaan.


Kimmy membaca buku di tangannya namun pikirannya jauh melayang memikirkan kelanjutan hidupnya. Kimmy merasa bosan lalu ia menutu bukunya dan meletakkan kepalanya di lipatan tangan diatas meja sembari mengetu ngetuk jari tangan kanannya di atas buku.


'andai semuanya tidak terjadi padaku'batin kimmy memerawang.


Pov kimmy.


"bagaimana bisa kak rizal"tanya kimmy tak percaya dengan kertas yang berada ditangannya itu.


"ini hanya dugaan awal kimmy,,, kita akan melakukan tes secara menyeluruh"ucap dokter rizal pada kimmy kala awal kimmy memeriksakan kesehatannya untuk pertama kali.


"mungkin ada kesalahan kak rizal"ucap kimmy lagi menatap saudara sepupunya itu.


"ini sangat akurat kimmy,,,"ucap dokter rizal lagi menatap sendu kearah kimmy.


"mengapa sulit menerima kenyataan ini kak,kenpa mendadak seprti ini,kenapa tidak ada tanda tanda awal kak??"ucap kimmy frustasi disofa ruang kerja dokter rizal sang spesialis hati.


Kimmy menderita kanker hati stadium akhir dan sekarang sudah menyebar hingga kepalanya. Yang membuat kimmy tak percaya adalah tak ada tanda tanda awal yang menyadarkan kimmy tiba tiba saja mendapat serang langsung di titik akhir.


"sebenarnya sudah ada tanda tandanya kimmy tapi kamu terlalu abay menganggap sakitmu adalah hal biasa"ucap dokter rizal.


Kimmy terdiam ucapan dokter rizal benar adanya,dia terlalu abai lebih mementingkan obsesinya mengejar kenan dan mengabaikan rasa keram yang sering muncul disekitaran ulu hatinya, dan menganggapnya hal biasa setelah mengomsumsi bakso pedas.


"bagai mana sekarang kak"ucap kimmy pasrah.


"tenang lah kimmy kamu akan sembuh"ucap dokter rizal lagi.


"dengan apa kak dengan 25%??"tanya kimmy lagi.


"jangan mengatakan hal bodoh untuk menyemangatiku kak,aku bukan anak kecil lagi"ucap kimmy.


"mana ada manusia mau menukar hatinya dengan uang kak,,kalo ginjal iya karena manusia memiliki 2 ini hati kak,,hati aku sudah rusak. Orang gila mana yang mau mendonorkan hatinya untukku kak"ucap kimmy prustasi.


"kita belum mencobanya kimmy,,jangan pesimis gini"ucap dokter rizal lagi.


"gak kak untuk sementara biarkan seperti ini dulu,,, " ucap kimmy.


"jangan bodoh kimmy"bentak dokter rizal.


"masih ada 25%kimmy percayalah kimmy kakak mohon"ucap dokter rizal memegang bahu kimmy,kimmy terus menggelengkan kepalanya.


"please kak rahasiakan dari siapapun tentang ini"ucap kimmy mulai tenang.


"kenapa"tanya dokter rizal.


"aku akan memberitahukan pada mommy dan daddy jika aku sudah siap kak"ucap kimmy terisak.


"oke tapi jangan terlalu lama yah girl"ucap dokter rizal memeluk kimmy.


"iya kak"ucap kimmy.


Flashback off.


fwuuuuuuff,,, kimmy membuka perlahan matanya merasakan ada angin yang menerpa wajahnya'dari mana datangnya angin beraroma mint'pikir kimmy mengangkat wajahnya dan duduk tegak.


"hemmm"deheman kimmy untuk meredakan degupan jantungnya yang menggila.


"kenapa"tanya kimmy pada kenan yang hanya menatap ke arahnya tanpa berbicara.


Kimmy mengedikkan bahunya acuh menatap kearah lain, setelah memperhatikan lebih jelas ruangan perpustakaan'ada yang beda'batin kimmy lagi mengedarkan pandangannya keseluruh ruang'kemana orang orang' pikir kimmy.


"sepi perasaan tadi waktu masuk rame deh"gumam kimmy yang mampu di dengar kenan.


"sudah keluar"jawab kenan masih memandang kimmy.


"keluar??"tanya kimmy mengalihkan wajahnya kearah kenan yang sedang menatapnya dwngan mengatuk ngatukkan jarinya di atas meja.


"hemm"jawab kenan.


"baby"ucap kenan.


"bisakah kita seperti dulu?"lanjut kenan lagi.


"aku mengejarmu dan kamu mengabaikanku?"tanya kimmy memicingkan matanya ke arah kenan.


"bukan"sanggah kenan.


"lalu"tanya kimmy.


"baiklah,, bagaimana kalau kita mulai dari awal lagi"ucap kenan.


"gak bisa keputusanku sudah bulat"ucap kimmy menatap buku yang ada di atas meja.


"kenapa gak bisa kimmy?"tanya kenan lagi.


"kita bukan siapa siapa ken"ucap kimmy lemah.


"siapa bilang kimmy,, kamu tunangan aku kenapa gak bisa"tanya kenan yang masih berusaha melembuykan suaranya.


"itu hanya lelucon"jawab kimmy menatap kenan.


"gak bisa kimmy"ucap kenan menatap tajam kimmy.


"cukup kenan tolong jangan egois untuk saat ini biarkan seperti ini agar kamu tidak terluka ken"ucap kimmy sendu.


"apa maksud mu kimmy"tanya kenan.


"untuk orang tua kita nanti aku yang hadapi"ucap kimmy lagi.


"jangan harap kimmy kamu akan berhasil"tekan kenan lagi.


"terserah"ucap kimmy beranjak pergi meninggalkan kenan sendiri.


Kimmy melangkah meninggalkan perpustakaan kebetulan bel masuk sudah berbunyi'maaf ken suatu hari kamu akan mengerti'batin kimmy menghapus air mata yang mengalir dipipinya.