
Jakarta Eye Center Kedoya.
Bram menatap ibunya dengan penuh suka cita.Hari ini keadaan Bu Elis sudah mulai membaik.Dia sudah diperbolehkan untuk dioperasi.
Sebelum masuk kedalam ruangan operasi,Bu Elis sempat meminta Bram berjanji."Berjanjilah bahwa Kamu akan mencintai Jesika.Kamu akan bersama dia sampai Kamu mati!!".
Sekarang yang ada dalam pikiran Bram hanya melihat ibunya sembuh.Soal janji yang akan dia tepati,belum terpikir olehnya."Aku janji Ma!!".
Bram dan Jesika menunggu diluar selagi Bu Elis dioperasi.Wajah Bram tampak gelisah.Jesika pun berusaha menenangkan.
"Mas Bram tenang ya!!" ucap Jesika sambil mengurut urut pundak Bram.
Bram menatap Jesika sejenak,lalu memegang tangannya."Makasih!!". sambil tersenyum manis.
Bu Elis akhirnya selesai dioperasi.Dokter mengatakan operasinya berjalan lancar.Mendengar berita itu Bram dan Jesika sangat bahagia.Saking bahagianya Bram memeluk Jesika dengan erat.
Bu Elis melihat anak dan menantunya masuk kedalam ruangannya.Dia tersenyum bahagia.Tampaknya Bram dan Jesika sudah cukup dekat.Sebelumnya mereka pernah sepakat,bahwa mereka akan terlihat dekat didepan Bu Elis.
"Sore Ma!!" sapa Bram.
"Sore Ma!!" Jesika ikut menyapa.
"Gimana keadaan Mama??" tanya Bram.
"Mama merasa jauh lebih baik!!". jawab Bu Elis.
"Mama harus cepat sembuh!!".Tidak lupa Jesika memberikan semangat kepada mertuanya.
"Makasih sayang!!".Bu Elis menyambut hangat semangat dari Jesika.
Setelah berbincang bincang,hari pun mulai gelap.Jesika berniat menemani Bu Elis dirumah sakit malam ini.Tetapi Bu Elis melarang,dia meminta Bram segera membawa Jesika pulang.
^^^^^
Rumah Bram.
Bram dan Jesika memasuki kamar mereka.Masih ada beberapa urusan pekerjaan yang harus Bram selesaikan.Dia menyuruh Jesika untuk tidur duluan.
Jesika sudah tertidur pulas.Bram mendekatinya.Mengingat janjinya kepada Bu Elis.Akan lebih baik jika dia secepatnya menanam benihnya dirahim Jesika.Jika hal itu terjadi,maka perceraian sulit terjadi.
Bram menyelipkan anak rambut Jesika ke telinganya.Perlahan ia mulai terbuai oleh aroma tubuh Jesika.
Merasa tubuhnya diraba raba oleh seseorang,Jesika pun terbangun dari tidurnya.
"Mas!!".
Bram mencoba mencium bibir Jesika.Namun Jesika menolak."Apa yang Kamu lakukan mas!!".
Bram menjauh dari Jesika beberapa meter.Ia teringat janjinya tidak akan pernah menyentuh Jesika.Tapi sebagai lelaki normal yang sudah berusia cukup,pastinya dia ingin memiliki keturunan secepatnya.
Bram mencoba membujuk Jesika disudut kamar.
"Mas Bram lupa janji!!" ucap Jesika.
"Aku minta maaf!!" .
Jesika tidak menjawab.Baginya tidak ada alasan untuk mengingkari janji itu.
"Aku sudah lapar!!".Bram mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Aku segera menyiapkan makanan mas!!".Dengan segera Jesika keluar kamar menuju lantai bawah.
Jesika masih merasa canggung saat dimeja makan.Pandangannya terus saja menunduk.
"Kamu masih kepikiran soal tadi??" tanya Bram.Namun Jesika tetap diam.
"Besok Aku ajak Kamu ke mall buat beli aksesoris K-Pop yang Kamu suka!".Pancingan Bram ternyata berhasil.Jesika langsung berteriak kegirangan.
Sebelum menikahi Jesika,Bram pernah mencari tau hal yang paling disukai Jesika.Ternyata Jesika seorang kpopers.Membujuknya dengan sesuatu berbau Korea adalah suatu hal yang manjur.
Jesika makan dengan lahap.Dipikirannya sudah terbayang bagaimana besok ia akan membeli aksesoris idolanya.
Bram tersenyum lepas melihat tingkah aneh istrinya itu.Hanya membujuk dengan aksesoris K-Pop,mood Jesika kembali membaik.
Jesika melihat Bram dan Alex berbincang bincang di meja makan.Tampaknya mereka sudah menanti jamuan dari Jesika.
Setelah selesai menyajikan makanan,Jesika ikut serta duduk dimeja makan bersama Bram dan Alex.
Ditengah mereka sedang menyantap makanan,Bram melihat ada sambal di bibir Jesika.Dia lalu mengambil tisu dan membersihkan bibir Jesika.
Ada sedikit rasa cemburu dihati Alex.Meskipun dia sudah menerima Jesika sebagai isterinya Bram.Tapi yang namanya hati tidak bisa dibohongi.
"Bagaimana kalau Alex saja yang menemanimu berbelanja??" usul Bram setelah berpikir sejenak.
Jesika sempat muram.Tapi akhirnya dia setuju.Lagi pula tidak ada bedanya berbelanja dengan Bram maupun dengan Alex.Mereka kan saudara sepupu.
Bram berangkat kekantor duluan.Setelah itu Alex dan Jesika pergi ke mall terbesar di Jakarta.
^^^^
Mall Taman Anggrek.
Alex menemani Jesika shopping ke mall.Setelah beberapa jam berkeliling disekitar mall,Alex tidak melihat Jesika pergi ke tempat baju,sepatu atau lainnya.
Sejak mereka memasuki mall,Jesika hanya berada di tempat aksesoris K-Pop.Sebenarnya Alex sama sekali tidak mengerti hal berbau K-Pop.Tapi melihat Jesika tersenyum bahagia sudah cukup membuat Alex ikut bahagia.
Disaat mereka menuju meja kasir,Jesika melihat berita tentang idol Korea Selatan yang telah selesai melakukan tour konser di Amerika.
Dia adalah Mark Lee.Seorang penyanyi solo yang namanya sudah dikenal diberbagai belahan dunia.
Jesika sudah berniat melupakan Mark.Tapi hari ini,saat dia kembali melihat Mark diberita televisi,rasanya susah sekali melupakan perasaan itu.
"Kamu kenapa??" tanya Alex yang menyadari Jesika termenung melihat televisi.
"Kita pulang sekarang mas!!".Jesika menarik tangan Alex keluar dari mall.
"Aku bayar semua tagihannya dulu!!" ucap Alex.
"Aku nggak jadi belanja!! ayo mas,cepat!!" desak Jesika.
Alex mengikuti langkah Jesika yang terburu buru keluar dari mall.
"Ada apa sih??" tanya Alex.Tapi tidak ada jawaban dari Jesika.Yang ada hanya desakan desakan untuk cepat sampai dirumah."Cepat mas!! nyalakan mobilnya!!".
Alex menurut dan segera melajukan mobilnya kearah rumah Bram.
Disepanjang perjalanan Jesika terus melamun.Hal itu membuat Alex merasa kasihan.Dia berusaha menghibur Jesika.Alex lepas kendali,dia menghapus air mata Jesika yang turun di pipi.
Jesika menyingkirkan tangan Alex yang dipipinya."Makasih mas! tapi akan lebih baik jika mas Alex tidak melakukannya!!".
Alex tau diri.Jesika adalah isteri dari sepupunya.Dia akan dicap sebagai pria jahat,jika sampai nekat merebut Jesika dari tangan Bram.
Lagi pula semenjak kedua orang tuanya meninggal,orang tua Bram lah yang merawatnya.Bagi Alex jasa keluarga Bram tidak akan bisa dibalas.
^^^^
Seoul,Korea Selatan.Gedung IT Entertainment.
Mark berada dibawah naungan agensi terbesar di Korea Selatan.
Selesai latihan vokal,Mark duduk sejenak disudut ruangan.
Dia mengeluarkan handphone dan mencoba menghubungi Jesika.Tapi masih tidak ada jawaban.Sudah seminggu Mark berada di Korea,masih tidak ada kabar dari Jesika.
"Yeoboseo!!" sapa Hyora dari rumahnya.
"Ne!!" jawab Mark.
"Tolong hubungi Jesi!!" lanjut Mark.
"Akhir akhir ini Jesi menjadi sulit dihubungi!!" ucap Hyora.
"Oh baiklah!! gomawo!!".Mark menutup sambungan telepon dengan Hyora dan kembali mencoba menghubungi Jesika.Hasil nya tetap sama.Tidak ada jawaban dari Jesika.Nomornya tidak dapat dihubungi.
cast Alex
Gomawo~Terima kasih(informal).
^^^^^