
Jakarta Eye Center Kedoya.
Bu Elis menatap Jesika lumayan lama.Dia tidak menyangka calon menantunya akan tumbuh menjadi gadis cantik seperti sekarang.Terakhir kali ia melihat Jesika saat Jesika masih SMP.
"Pagi Buk!!" sapa Jesika.
"Pagi Buk!!" Bu Teti ikut menyapa.
"Pagi!!" balas Bu Elis.
Seorang suster datang mengantar makanan untuk Bu Elis.Dengan sigap Jesika mengambil makanan itu dan menyuapi Bu Elis.
Sebentar lagi Bu Elis akan menjadi mertuanya,maka merawat Bu Elis sudah menjadi tanggung jawab baginya.
Bu Elis merasa bangga,jika putranya menikahi gadis seperti Jesika.Tidak hanya cantik,tapi tutur katanya juga sopan.
"Terima kasih!! tapi Ibu sudah kenyang!!" tolak Bu Elis saat beberapa suap bubur telah masuk dalam perutnya.
"Suapan terakhir Buk!!" bujuk Jesika sembari menyodorkan bubur ke mulutnya Bu Elis.Dia percaya,jika ingin cepat sembuh maka harus banyak makan.
Jesika memberikan Bu Elis air mineral setelah makanan dimulutnya habis.Bu Elis tersenyum bangga kepada Bu Teti.Sebagai bentuk bahwa Bu Teti telah berhasil mendidik anaknya.
Meskipun seorang pembantu,Bu Teti sangat akrab dengan Bu Elis.
Bu Elis orang nya dermawan dan baik hati,dia tidak pernah menganggap Bu Teti sebagai pembantu,bahkan dia menganggap sebagai teman dekat.
"Kamu setuju menikah dengan Bram??" tanya Bu Elis kemudian.
Jesika menggangguk diikuti anggukan Bu Teti.
Lalu Bu Elis pun tersenyum bahagia."*Berjanjilah akan mencintai Bram!! karena hanya Kamu yang akan bisa menjaganya!!".
"Maksud Ibuk*??" tanya Jesika.
"Ibu rasa hidup Ibu sudah tidak lama lagi!!" jawab Bu Elis lesu.
"Ibuk tidak boleh bicara seperti itu!! Ibuk pasti sembuh!!" bantah Jesika keras.
"Berjanjilah!!" pinta Bu Elis penuh harap.
"Aku janji Buk!!" ucap Jesika refleks.
Dia tidak tau apakah dia bisa menempati janji itu.Baginya sekarang hanya membuat Bu Elis senang,supaya kondisinya cepat membaik.
Bu Elis sangat senang mendengar Jesika bersedia berjanji kepadanya.Dia benar benar akan mendapatkan menantu idaman.Begitupun dengan Bu Teti,dia merasa bangga karena putrinya begitu patuh.
\*\*\*\*
Gedung AN Group.
Bram bersama beberapa manager perusahaan sedang berada di ruangan meeting.
Mereka membahas rencana penjualan produk hingga keluar Asia.
Bram bertekad nama perusahaannya tidak hanya dikenal di dalam Asia,tapi luar Asia.
Tttt....Bram mendengar bunyi gadgetnya.Saat dia melihat layar gadget ternyata itu panggilan dari Bu Elis.
"Datanglah kesini sekarang!! calon istrimu ada disini!!".
Bram memanggil sekretaris pribadinya,Amel.
Dia memberikan berkas berkas yang perlu ditandatangani.Setelah itu dia pergi menuju kerumah sakit.
Sebelum sampai dirumah sakit Bram berhenti dipinggir jalan untuk membeli martabak pisang.
Bram pernah menyuruh asisten pribadinya sekaligus sepupunya,yaitu Alex untuk menyelidiki Jesika,termasuk makanan favoritnya.
Tidak hanya membeli martabak pisang,Bram juga pergi ke toko bunga.Jika dia memberikan Jesika bunga,pasti ibunya sangat senang.Jika ibunya senang maka dia bisa dioperasi secepatnya.
Bram melihat foto Jesika dilayar Gadgetnya dan menatapnya sebentar,Bram pun mengambil setangkai mawar merah.
Perjalanan Bram ke rumah sakit tidak berjalan dengan mulus.Ditengah jalan ia berpapasan dengan mobilnya Kinan.Bram berniat mengacuhian,tapi melihat Kinan keluar dari mobil,Bram menjadi tidak tega.Meskipun dia akan menikahi gadis lain,namun Kinan tetaplah yang dia cintai.
"Sayang,Aku mohon pikirkan kembali kata kata Kamu!!" ucap Kinan.
"Jangan ucapkan nama itu lagi!! kita sudah tidak memiliki hubungan!!" jawab Bram.
Kinan memasang muka kesalnya,dia sangat kecewa.Seharusnya dia yang akan mendampingi Bram dipelaminan.Tapi semua itu sekarang direbut orang lain.
Kinan tidak kehilangan akal,baginya sebelum janur kuning melengkung,masih ada kesempatan untuk merebut Bram kembali.
"Baiklah!! tapi Kamu harus ikut denganku lunch restoran!!" ucap Kinan.
"Anggap saja ini sebagai bentuk permintaan terakhir!" potong Kinan*.
Bram sudah tidak bisa lagi menolak.Sebenarnya dia merasa tidak enak ,membuat ibunya dan Jesika menunggu.Tapi memberitahukan kalau dia sedang bersama Kinan sangat tidak mungkin.
Setelah selesai menemani Kinan makan.Bram melajukan mobilnya kearah rumah sakit.Berharap dia bisa melihat calon istrinya secara langsung.
Didalam restoran Kinan tersenyum licik,seperti ada sesuatu yang dia rencanakan.
^^^**°**^^
Jakarta Eye Center Kedoya.
Bram membuka pintu salah satu ruangan VVIP,tempat ibunya dirawat.
Beruntungnya Jesika masih ada di sana,berarti dia belum terlambat.
Bram menghampiri Bu Elis dan mencium tangannya.
Jesika sempat kagum saat pertama kali melihat Bram."Pria ini benar benar tampan!!".
Selang beberapa detik dia memandangi Bram,Jesika kembali menundukkan pandangannya.
"Aku dengar Jesika suka martabak pisang!!" ucap Bram lalu memberikan sebungkus martabak kepada Jesika.
"Makasih Mas!!" jawab Jesika menerima bingkisan martabak.
Tidak hanya martabak,Bram langsung memberikan setangkai mawar merah yang dibelinya tadi ditoko bunga.
"Sekali lagi makasih Mas!!!" ucap Jesika.
"Ehem!!" Bu Elis terbatuk melihat keromantisan putranya itu.Dia benar benar tidak menyangka Bram akan bersikap demikian.
Tanpa sepengetahuan Bu Elis tujuan Bram melakukan itu semua,bukan karena dia mencintai Jesika.Tapi karena dia hanya ingin membuat Bu Elis merasa bahagia.
Tetapi entahlah,Bram selalu menolak bahwa dia mencintai Jesika.Tetapi buktinya setiap melihat Jesika hatinya bergetar.
Hari sudah mulai sore,Jesika mohon izin pulang.Ibunya sudah pulang terlebih dahulu siang tadi.
Bu Elis meminta Bram untuk mengantarkan Jesika pulang.Bram pun setuju.
Didalam mobil suasana hening,hingga Bram memulai pembicaraan."Kamu serius mau menerima perjodohan kita??".
"Aku tidak mau membuat Ibuk sama Bapak kecewa Mas!!" jawab Jesika.
Bram mengangguk tanda paham.Setelah itu suasana kembali hening.
"Mas sendiri bagaimana??".Kali ini Jesika yang mulai bicara.
"Jika menikah dengan Kamu bisa membuat Mama sembuh.Maka akan Aku lakukan!!" jawab Bram.
"Ibuk tidak akan meminta cucu kan mas??".Jesika sedikit merasa malu bertanya seperti itu,tapi dia harus memastikan.
"Tenang saja!! kita menikah hanya sampai Mama sembuh.Setelah itu Kamu bebas memilih pria yang Kamu suka!!" ucap Bram.
Jesika sedikit merasa lega, mendengar ucapan dari Bram."Kamu memang benar mas!! Aku akan memilih pria yang Aku cintai!!".
^^^^^
Rumah Jesika.
Bram langsung pamit ketika Jesika sampai dirumah.Dia menolak saat Pak Darma mengajaknya mampir.Masih ada urusan di perusahaan yang harus diselesaikan.
"Ibuk lihat kalian sangat serasi!!" goda Bu Teti sambil memegang segelas kopi untuk suaminya.
"Mas Bram orangnya baik Buk!" ucap Jesika.
"Ibuk sama Bapak memang tidak salah menjodohkan Kamu sama dia!!".Pak Bram mulai meneguk kopinya yang mulai mendingin.
"Tapi,apa keluarga mas Bram nggak malu, menikahi anak dari pembantunya??" tanya Jesika ragu.
"Perjodohan ini sudah disepakati oleh keluarga Septian!!" jawab Pak Darma yakin.
"Tapi kan Pak...".Jesika berniat mengeluh tapi sebagai seorang ayah,Pak Darma sudah mengerti.
"Masuk kekamar Kamu!!".
Jika Pak Darma sudah memerintahkan dia untuk melakukan sesuatu,maka dia harus melakukannya. Bahkan Jesika tidak bisa lagi membantah perintah ayahnya yang terkenal tegas itu.
^^^^